Archive

Archive for the ‘Peh Cun’ Category

PEH CUN (Dragon Boat Festival), Hari Bakcang, Duanwu Jie

2011/07/05 1 comment

PEH CUN (Dragon Boat Festival), HARI BAKCANG (Duanwu Jie)

 

Bakcang…bacang…!!! Zaman sekarang siapa yang ga tau bakcang, sekarang sudah menjadi kuliner yg umum dijumpai di komunitas Tionghua. Namun pada zaman dulu, bakcang hanya ditemui ketika orang cina merayakan Festival Peh Cun. Festival ini dirayakan masyarakat cina setiap Bulan 5 Tanggal 5 dalam PENANGGALAN IMLEK. Tentu saja banyak orang keturunan perantauan cina yang sudah tidak mengerti makna dan asal usul perayaan ini.

 

Ada beberapa hal menarik dalam perayaan festival ini

1. Makan Bakcang

peh_cun_1

Tradisi ini secara resmi dijadikan sebagai salah satu kegiatan dalam festival Peh Cun sejak Dinasti Jin. Sebelumnya, walaupun bakcang telah populer di Cina, namun belum menjadi makanan simbolik festival ini. Bentuk bakcang sebenarnya juga bermacam-macam. Di Taiwan, di zaman Dinasti Ming akhir, bentuk bakcang yang dibawa oleh pendatang dari Fujian adalah bulat gepeng, agak lain dengan bentuk prisma segitiga yang umumnya kita lihat sekarang.

Isi bakcang juga bermacam-macam dan bukan hanya daging. Ada yang isinya sayur-sayuran, ada pula yang dibuat kecil-kecil namun tanpa isi yang kemudian dimakan bersama gula manis. Yang satu ini kita kenal dengan nama KWE CANG/KI CANG. Selain bacang, pada hari Peh Cun disajikan pula telur bebek asin dan arak. Makanan dan minuman itu dianggap berperan sebagai penangkal malapetaka.

 

2. Perlombaan Mendayung Perahu Naga

peh_cun_2

Peh Cun = Dayung Perahu

Tradisi perlombaan perahu naga ini telah ada sejak Zaman Negara-negara Berperang. Perlombaan ini masih ada sampai sekarang dan diselenggarakan setiap tahunnya baik di Cina Daratan, Hong Kong, Taiwan maupun di Amerika Serikat. Bahkan ada perlombaan berskala internasional yang dihadiri oleh peserta-peserta dari manca negara, kebanyakan berasal dari Eropa ataupun Amerika Utara. Perahu naga ini biasanya didayung secara beregu sesuai panjang perahu tersebut.

 

3. Mandi di Tengah Hari

peh_cun_3

Sering disebut juga Mandi U-Shi. Tradisi ini cuma ada di kalangan masyarakat yang berasal dari Provinsi Fujian (Hokkian, Hokchiu, Hakka), Guangdong (Teochiu, Kengchiu, Hakka) dan Taiwan. Mereka mengambil dan menyimpan air pada tengah hari festival Peh Cun ini, dipercaya dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit bila dengan mandi ataupun diminum setelah dimasak.

 

4. Perlombaan Mendirikan/Menegakan Telur

peh_cun_4

Zaman dulu, Christopher Colombus harus memecahkan dasar telur untuk membuat telur bisa berdiri, tapi masyarakat tionghua bisa mendirikan telur secara utuh tanpa memecahkan dasarnya.

Kegiatan mendirikan telur yang konon diyakini , bagi yang bisa mendirikan telur saat Peh Cun akan mendatangkan berkah tersendiri. Pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan imlek, matahari akan tepat berada diatas kepala, sehingga gravitasi matahari akan memudahkan telur utk berdiri. Utk yang ingin sedikit curang, taburkan sedikit garam/gula dibawah telur utk membantu telur cepat berdiri :)

 

5. Menggantungkan Rumput Ai dan Changpu

peh_cun_5

Peh Cun yang jatuh pada musim panas biasanya dianggap sebagai bulan-bulan yang banyak penyakitnya, sehingga rumah-rumah biasanya melakukan pembersihan, lalu menggantungkan rumput Ai dan changpu di depan rumah untuk mengusir dan mencegah datangnya penyakit. Jadi, festival ini juga erat kaitannya dengan tradisi menjaga kesehatan di dalam masyarakat Tionghoa.

 

Setiap perayaan festival cina, ada mengandung unsur sejarah dan cerita moral yang sangat menarik. Karena saya orang yang sangat menyukai kebudayaan cina, maka kali ini saya akan sharing sedikit pengetahuan mengenai Festival ini. Festival Peh Cun (dialek hokien/tiociu) kalo diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya MENDAYUNG PERAHU. Ada 2 latar belakang sejarah yang selalu diceritakan turun temurun ketika menyambut festival ini.

1. Kisah QU YUAN

Qu Yuan (339 SM – 277 SM) adalah seorang menteri negara Chu di Zaman negara-negara Berperang. Ia adalah seorang pejabat yang berbakat dan setia pada negaranya, banyak memberikan ide untuk memajukan negara Chu, bersatu dengan negara Qi untuk memerangi negara Qin.

 

Namun sayang, ia dikritik oleh keluarga raja yang tidak senang padanya yang berakhir pada pengusirannya dari ibu kota negara Chu. Ia yang sedih karena kecemasannya akan masa depan negara Chu kemudian bunuh diri dengan melompat ke sungai Mi Luo. Ini tercatat dalam buku sejarah Shi Ji, namun tidak dituliskan dengan pasti tanggalnya. Menurut cerita turun temurun, Beliau melompat pada tanggal 5 bulan 5, bertepatan dengan Festival Peh Cun.

 

Rakyat yang kemudian merasa sedih kemudian mencari-cari jenazah sang menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri. Kemudian untuk menghindari makanan tersebut dari naga dalam sungai tersebut maka mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai bakcang sekarang. Para nelayan yang mencari-cari jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari PERLOMBAAN PERAHU NAGA setiap tahunnya.

 

2. Sejarah dan Tradisi Para Petani

Sebelum masanya Qu Yuan, Duanwu Jie sebenarnya sudah menjadi budaya. Dihitung dari kalendar pertanian, Duanwu adalah masa panen gandum yang ditanam pada musim gugur sebelumnya (orang barat menyebutnya winter wheat). Jadi para petani merayakan masa panen gandum ini, salah satunya adalah dengan Lomba Perahu Naga dan tidak ketinggalan makan-makan yang melahirkan Bakcang.

 

Dulu bakcang cuma bisa dijumpai di sekitar hari peh-cun, yaitu untuk sembahyang dengan sajian bacang. Aslinya bakcang terbuat dari ketan, tapi di Jakarta saya menjumpai bakcang yang dibungkus dengan beras. Rasanya kurang sreg…

 

Untuk daging isian bakcang, umumnya daging babi (bak = daging babi). Tapi karena bakcang udah jadi makanan yang universal, supaya bisa dimakan siapa aja, maka isian bakcang gak terbatas pada daging babi saja. Bisa di ganti daging ayam, bisa daging sapi. Seafood nggak cocok ya, karena tidak cocok dimasak dalam waktu lama.

 

Isian bakcang, bisa dibuat variasi dari daging potongan yang di masak kecap di campur jamur hioko dan lakci (semacam kacang). Telur asin (kuningnya saja), juga enak di masukkan di tengah daging bakcang.

Categories: Peh Cun
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.