Archive

Archive for the ‘ROH Part 11’ Category

KESUKSESAN POLITIK ADOLF HITLER

KESUKSESAN POLITIK ADOLF HITLER

 

Tahun 1930 dan 1931 merupakan tahun yang gemilang bagi Hitler. Partai Nazi yang merupakan partai kecil, tapi dalam satu gebrakan saja menjadi partai terbesar kedua di Jerman, setelah Partai Sosial Demokrat. Sosok Hitler yang fenomenal terpampang di semua halaman depan surat kabar Jerman. Buku Mein Kampf menjadi buku best seller, dengan jumlah copy 50.000 eksemplar.

 

Dana dukungan terhadap Hitler masuk terus ke dalam kas Partai Nazi. Kaum industrialis Jerman melihat Hitler sebagai masa depan mereka. Maka Partai Nazi memperbaharui markas pusat mereka yang ada di kota Munich, dan semua di cat coklat, sehingga dikenal dengan nama BROWN HOUSE. Dana tersebut juga dipakai untuk membayar gaji para staff partai yang jumlahnya terus bertambah, serta membiayai propaganda di media massa yang dilakukan oleh Adolf Hitler dan Joseph Goebbels.

 

PROPAGANDA MEDIA MASSA ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan didunia. Goebbels sengaja mengundang wartawan dari semua media massa dan mengarahkan mereka untuk meliputi kesuksesan Partai Nazi. Sehingga terlihat seolah-olah Partai Nazi adalah masa depan Jerman. Sebab Hitler tau bahwa sebagian besar pemilih tidak mengetahui dengan pasti partai apa yang dipilihnya, tapi Nazi dengan pasukan SA dan lambang swastika yang mencolok sangat mudah dikenali. Dan ini salah satu rahasia dari kesuksesan Partai Nazi pada waktu itu.

 

Kepopuleran Hitler juga menjadi investasi para Jendral Angkatan Bersenjata Jerman. Mereka melihat Hitler sebagai sosok yang bisa memimpin Jerman lepas dari perjanjian Versailles. Tapi mereka masih khawatir dengan pasukan SA, yang berjumlah 60.000 orang, yang dibawah pimpinan Ernst Rohm suatu saat akan memojokan militer Jerman yang hanya berjumlah 100.000 serdadu. Tapi Hitler mengerti kekhawatiran mereka itu, dan sebelum para Jendral membicarakan hal ini, Hitler sudah terlebih dahulu mengumumkan dalam sebuah konferensi pers bahwa pasukan SA selamanya tidak akan pernah menggantikan posisi militer. Dan selama ini Hitler memiliki reputasi sebagai ORANG YANG BISA MEMEGANG JANJI.

 

Dan kata-kata ini yang memang ingin didengarkan oleh para perwira militer. Tapi kelak, janji ini akan membawa masalah baru kepada Hitler ketika dia sudah berada di puncak. Dan konflik Hitler dengan Pasukan SA akan diceritakan di lain kesempatan.

 

 

KEHIDUPAN ROMANSA ADOLF HITLER

 

Pada tahun 1930 dan 1931, semua media massa sibuk membuat artikel tentang kesuksesan Hitler. Tidak ada surat kabar yang membahas kehidupan pribadi Adolf Hitler, karena memang pada waktu itu orang belum mengenal INFOTAINMENT. Padahal menurut para pengamat sejarah, kehidupan lain dari Adolf Hitler inilah yang mengubah pribadi Hitler menjadi sosok yang dikenal di zaman modern.

 

Kita kembali lagi sejenak ke tahun 1928, ketika masa-masa paling tenang dalam perjalanan politik Adolf Hitler.

 

Pada musim panas 1928, Adolf Hitler menyempatkan diri untuk mengunjungi kakak tirinya, Angela, yang hidup di tepi kota Vienna (baca bagian 9). Kakaknya Angela memiliki dua orang putri, yang pertama bernama Fiedl dan yang kedua bernama Geli. Dan pada pertemuan pertama Hitler langsung TERPESONA pada Geli.

 

Geli pada waktu itu adalah seorang gadis remaja berusia 20 tahun berambut coklat yang sifatnya riang dan lincah. Hitler sangat menyukai kepribadian Geli. Menurut testimoni dari Julius Schreck, pengawal dan sopir pribadi Hitler saat itu, Hitler sejak bertemu Geli DIMABUK ASMARA bagaikan anak muda yang jatuh cinta pertama kalinya. Mereka menonton pertunjukan teater, nongkrong di kafe, menikmati gallery museum, bahkan Geli selalu diajak dan diperkenalkan sebagai pendamping ketika Hitler melakukan kunjungan ke rumah orang-orang yang berpengaruh di Jerman.

 

Dalam kebudayaan masyarakat Jerman, hubungan Hitler dengan Geli adalah hal yang wajar. Meskipin Geli adalah keponakannya, tapi karena Geli merupakan anak dari saudara tirinya, maka sah-sah saja kalau mereka menjalin hubungan. Saat itu Hitler berusia 39 tahun, dan penampilannya terlihat sebagai seorang pria yang mapan yang berpasangan dengan gadis belia. PASANGAN SERASI.

 

Geli sendiri sangat menyukai kehidupannya yang baru bersama Hitler. Dia bisa bertemu dengan orang-orang dari kalangan atas, ketika nongkrong di kafe tiba-tiba didekati oleh orang tak dikenal yang menyodorkan bunga atau sekedar diajak berfoto bersama Hitler, dan tiba-tiba banyak orang yang perhatian kepadanya.

 

Tapi ada satu masalah dalam hubungan asmara Hitler dan Geli. Sebagai gadis muda yang lincah dan periang, Geli punya kebiasaan menebar pesona terhadap lelaki disekitarnya. Hitler tidak menyukai kelakuan Geli ini, tapi Geli tidak terlalu perduli dengan larangan Hitler. Dan ketidak perludian Geli ini mulai menanamkan rasa cemburu Hitler dan tindakan OVER PROTECTIVE. Mereka jadi sering beradu mulut.

 

Keadaan makin parah pada tahun 1930, ketika Hitler mencapai kesuksesan politiknya. Dengan uang hasil royalti kesuksesan penjualan buku Mein Kampf dan gajinya yang besar sebagai ketua partai, Hitler membeli sebuah apartemen di Munich dan mengajak Geli untuk tinggal bersamanya.

 

Pada awalnya Geli senang bisa tinggal di sebuah apartemen mewah yang menyenangkan, namun kesenangan itu cepat berlalu karena dia merasa hidupnya bagai burung dalam sangkar mas. Hitler sebagai tokoh yang berpengaruh memiliki gerak yang terbatas, karena isu keamanan. Maka dia juga membatasi setiap gerak-gerik Geli untuk menjamin keamanannya. Dan semakin Geli memberontak, Hitler semakin memperketat pengawasannya.

 

Puncaknya ada pada bulan September 1931. Saat itu Hitler hendak meninggalkan Geli sendirian di apartemen untuk melakukan meeting dengan pengurus pasukan SA di Hamburg selama beberapa hari. Geli memohon agar bisa mengunjungi ibunya di Vienna ketika Hitler pergi, tapi permohonan itu ditolak.

 

Sebelum Hitler masuk ke mobil yang menunggu di luar apartemen, Geli masih sempat berteriak minta ijin. Namun Hitler berteriak kembali dan mengatakan “TIDAK!”

 

Keesokan harinya dalam perjalanan ke Hamburg, Hitler merasakan naluri yang tidak enak. Dan ketika sampai di hotel, Hitler menerima panggilan telepon dari Munich, yang mengabarkan Geli bunuh diri dengan menembak dirinya dengan pistol. Segera Hitler bergegas pulang ke Munich tapi sesampai di Munich, dia sudah menemukan apartemennya sudah dibersihkan. Di rumah sakit, ruang jenazah, Hitler menemukan keponakan tercintanya terbujur kaku dengan lubang peluru di jantung.

 

Kekasih hatinya kini sudah tiada, dan meninggal dalam keadaan menggenaskan.

 

Hitler tidak tidur dan tidak berselera makan selama beberapa hari. Suatu pagi, beberapa hari setelah kematian Geli, di meja makannya tersaji hidangan daging ham. Tapi Hitler hanya memandang daging ham itu dengan pandangan yang menjijikan. Dia mengatakan bahwa sedang memandang seonggok daging bangkai, dan sejak saat itu Hitler menjadi seorang VEGETARIAN.

 

Hermann Goring, salah satu teman setia Hitler, mengatakan bahwa sejak peristiwa itu Hitler menjadi orang yang kepribadiannya berbeda. Hitler menggantungkan lukisan Geli yang dilukis olehnya di dinding, dan meletakkan bunga di sekitar lukisan itu. Sering kali Goring melihat Hitler berbicara sendirian dengan lukisan itu dengan mata yang berkaca-kaca.

Categories: ROH Part 11
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.