Belajar Dari Pesaing, Bukan Menirunya

Tanggal 11 November (11/11) merupakan Single Day (Hari Jomblo Sedunia). Hari yang diciptakan sekitar 1990an oleh sekelompok anak muda di China yang Anti Hari Valentine. Maksudnya pada tanggal tersebut, orang-orang jomblo boleh memberikan kado untuk dirinya sendiri sebagai lawan dari Hari Valentine. Jack Ma sendiri baru mulai mengkampanyekan Hari Jomblo Sedunia di tahun 2009, sebagai moment untuk berbelanja online. Dan pada tanggal 11 November 2016, Alibaba membukukan REKOR PENJUALAN sebesar 17.79 Miliar USD hanya dari penjualan sehari, dan 50% penjualan itu dikirim ke 200 negara di dunia. Dan menurut statistik Alibaba, 82% penjualan dilakukan dengan media smartphone.

Awal mula tradisi online shopping 11.11 ini dimulai saat Jack Ma memperhatikan pusat-pusat perbelanjaan di Amerika dan e-commerce Amerika yang membukukan penjualan sangat tinggi saat Cyber Monday dan Black Friday menjelang Thankgiving / Natal. Tapi masyarakat di China tidak memiliki hari perayaan untuk berbelanja besar-besaran seperti di Amerika. Maka Jack Ma dan tim Alibaba kemudian mengambil moment Hari Jomblo Sedunia ini sebagai kampanye belanja online 11.11 (11.11 = selalu sendiri) mulai tahun 2009, dimana Alibaba memberikan diskon besar-besaran untuk berbelanja setiap tanggal tersebut, diskon 50% selama 24 jam di tanggal 11.11

Sebagai ganti diskon besar-besaran secara retail, Jack Ma memilih full online dan berlaku untuk pemesanan dari seluruh dunia. Jack Ma membujuk seller-seller yang tergabung dalam Alibaba untuk memberikan diskon 50% selama 24 jam, dan pada awalnya hanya 27 seller yang ikut, dan hasil di tahun 2009 terkumpul penjualan sebesar 10 juta USD. Lalu tahun-tahun berikutnya Jack Ma mengulang kampanye yang sama, dan hasilnya bertumbuh secara exponensial. Itulah awal mulai Festival Online Shopping 11.11

2009 – $10 juta
2010 – $140 juta
2011 – $820 juta
2012 – $3.0 miliar
2013 – $5.8 miliar
2014 – $9.3 miliar
2015 – $14.3 miliar
2016 – $17.79 miliar

Sebuah perusahaan membukukan penjualan sebesar 17.79 Miliar USD sungguh suatu shock terapi untuk pikiran. Dan seorang lelaki melihat tantangan ini sebagai suatu peluang. KETIKA KITA MENGHADAPI SEBUAH TANTANGAN, BAGAIMANA CARA KITA MENGUBAH TANTANGAN ITU MENJADI PELUANG?

“Jika kesempatan / peluang tidak pernah datang mengetuk pintu, buatkan sebuah pintu” – Milton Berle

Advertisements
Categories: 09 - Belajar dari Pesaing, Bukan Menirunya | Leave a comment

Hari Raya Tambal Langit

Perayaan Tambal Langit (Pu Thien Chon) ini merupakan tradisi suku Hakka (khek), dilakukan pada hari ke-20 Tahun Baru Imlek.

top-8-chinese-new-year-goodies-nian-gao

Menurut cerita tradisi, hujan di Tahun Baru Imlek merupakan petanda baik, berarti Langit menurunkan rejeki yang berlimpah untuk tahun tersebut. Namun apabila hujan berlangsung terus-menerus sampai hari ke-20 Tahun Baru Imlek, maka hujan akan turun terus-menerus sepanjang tahun. Hujan yang terlalu banyak bukan lagi merupakan hal yang baik, karena bisa menyebabkan banjir dan petani tidak bisa bercocok tanam.

Maka untuk menghentikan hujan yang turun secara berlebihan masyarakat Tionghua, suku Hakka, mempersembahkan Kue Keranjang (Nian Gao) kepada Langit, supaya bisa menambal langit yang bocor. Pada hari Tambal Langit ini, orang khek lebih suka tidak melakukan pekerjaan apapun dan fokus untuk sembahyang. Menurut kepercayaan tradisi orang khek, rejeki apapun yang diperoleh pada hari ke-20 ini tidak bisa disimpan, dan akan bocor.

Ada juga versi lain, yang menceritakan pada zaman dulu terjadi peperangan Dewa Air dan Dewa Api. Perang ini menyebabkan Langit bocor, dan hujan turun terus-menerus membanjiri bumi. Kemudian Dewi Nu Wa, menggunakan 5 batu untuk menambal langit yang bocor ini. Untuk memperingati peristiwa tersebut, orang suku khek mempersembahkan kue keranjang yang lengket kepada Dewi Nuwa, untuk membantu menambal langit.

Categories: Tambal Langit | Leave a comment

Cap Go Meh

Cap Go Meh (hokkien / tiociu) secara harafiah berarti Malam ke-15 Tahun Baru Imlek. Secara tradisi, perayaan Cap Go Meh merupakan penutupan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Jalanan dihiasi dengan lampion, dan ramai orang bersembahyang kepada Langit sebagai wujud syukuran bisa melakukan perayaan Tahun Baru Imlek dengan baik.

cap-go-meh-singkawang-4

Khusus orang Tionghua Kalimantan Barat, perayaan Cap Go Meh merupakan salah satu perayaan yang dirayakan secara meriah. Perayaan Cap Go Meh dimulai dari hari ke-13 Tahun Baru Imlek, biasa disebut hari Naga Buka Mata. Sebelum Naga buat pawai Cap Go Meh diturunkan ke jalan, terlebih dahulu orang Tionghua melakukan sembahyang kepada Langit untuk mohon restu dari Langit secara simbolis. Biasanya dilakukan pada siang hari.

cap-go-meh-singkawang-2

Dan khusus untuk kota Singkawang, di malam hari ke-13, masyarakat kota Singkawang melakukan Pawai Malam Lampion dengan meriah. Mobil-mobil dan ruko-ruko dihiasi dengan berbagai lampion. Koko-koko dan cici-cici singkawang yang ikut mobil pawai menggunakan aneka kostum unik.

5-pawai-lampion-2016_kaka

Dan akhirnya pada hari ke-15, baru dilakukan pawai budaya secara besar-besaran di jalanan. Yang terdiri dari pawai budaya Tionghua-Dayak-Melayu.

cap-go-meh-singkawang-1

Untuk menyaksikan kemeriahan perayaan Cap Go Meh di Kalimantan, disarankan bagi turis dari luar kota untuk membooking hotel minimal 6 bulan sebelumnya. Karena tempat penginapan di kota Pontianak dan Singkawang masih sangat terbatas.

Categories: Cap Go Meh | Leave a comment