Mengenal Tradisi Barongsai dan Bai Nian

Ada 2 tradisi penting saat orang Tionghua merayakan tahun baru Imlek yang mau saya bahas di tulisan ini. Yaitu tradisi BARONGSAI dan BAI NIAN. Untuk mengenal asal usul tradisi tersebut, mari kita mundur sejenak ke ribuan tahun yang lalu saat orang Tiongkok masih menjalani hidup yang sederhana dan bercocok tanam.

lion-01

Di zaman dulu, orang China banyak yang hidupnya bercocok tanam dan tinggal di sekitar gunung. Musim dingin merupakan musim saat yang paling tidak nyaman, karena semua tidak bisa beraktifitas bahkan banyak orang juga yang mati kedinginan. Dan di awal musim semi, keluarga petani saling mengunjungi tetangga dan saudaranya untuk saling menanyakan kabar keluarga.

Akan tetapi saat awal musim semi, ada binatang gunung yang ikut terbangun juga, dan selalu menganggu kehidupan penduduk kampung. Dari merusak tanaman, memangsa ternak, hingga memakan manusia terutama anak-anak. Binatang tersebut dikenal dengan sebutan NIAN.

nian-01

Penduduk desa selalu ketakutan jika bertemu dengan Nian. Sampai suatu ketika, secara tidak sengaja penduduk desa menemukan cara untuk menghalau binatang ini. Menurut cerita turun-temurun, saat itu Nian memasuki perkampungan penduduk dan hendak memangsa manusia dalam sebuah rumah. Tapi ketika memasuki rumah, Nian itu melihat seorang anak berpakaian merah, dan Nian menjadi tidak nyaman dengan warna merah dan dia pun pergi.

Dan di tahun berikutnya, saat awal musim semi, penduduk desa sudah menghiasi perkampungan mereka dengan lentera atau lampion warna merah, dan juga kain-kain warna merah. Dan ketika ada patroli yang melihat Nian muncul, mereka mulai menabuh genderang dan menyalakan petasan yang dibalut kertas warna merah. Dengan tujuan saat petasan itu meletus, kertas merah itu akan tersebar di sekeliling dan menakuti Nian. Kemudian warna merah ini menjadi simbol untuk mengusir petaka, maka tiap awal musim semi orang-orang mulai menghias depan rumah dengan lampion merah dan berpakaian merah.

lantern-01

Dengan demikian Nian tidak pernah muncul lagi di perkampungan, dan tidak pernah terlihat lagi. Peristiwa Nian yang berlalu ini disebut KUO NIAN (Nian Berlalu). Kata “Kuo Nian” dijadikan sebagai ucapan setelah melewai musim dingin, dan menandakan tahun baru sudah datang.

Untuk memperingati “Nian Berlalu” ini, orang-orang mulai membuat replika boneka Nian yang dimainkan manusia dan diarak keliling perkampungan diiringi tabuhan genderang dan petasan. Tradisi ini yang kemudian dikenal sebagai atraksi Tarian Barongsai.

Sedangkan tradisi saling silahturami saat awal tahun baru imlek, disebut BAI NIAN. Secara tradisi, dimulai dulu dengan mengunjungi kerabat yang lebih senior dari pihak Ayah di hari pertama, baru kemudian kerabat keluarga Ibu di hari kedua.

bai-nian-01

Categories: Tradisi Barongsai | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: