Perayaan Tahun Baru Imlek

Masyarakat Tionghua dimanapun dia berada, TRADISI Perayaan Tahun Baru Imlek (SIN CIA) merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Namun seiring dengan waktu, makin banyak generasi baru yang sudah tidak paham MAKNA yang terkandung dalam tradisi tersebut. Mereka hanya tau bahwa Sin Cia merupakan pergantian tahun baru penanggalan Cina.

chinese-new-year-clipart-banner

Perlu diketahui terlebih dahulu, bahwa Tahun Baru Imlek merupakan perayaan tradisi etnis dan bukan tradisi keagamaan. Maka dari itu, cara pengucapan yang benar adalah “SELAMAT TAHUN BARU IMLEK”, bukan “selamat hari raya imlek”. Dan ucapan ini sah untuk diucapkan kepada teman, kerabat, maupun kenalan yang keturunan Tionghua, sampai pada puncaknya di malam Cap Go Meh (malam ke-15 sin cia). Jadi jangan heran kalo Tahun Baru Imlek sudah lewat beberapa hari dari penanggalan merah, masih ada yang mengucapkan Gong Xi Fa Cai.

Sin Cia berawal dari TRADISI perayaan musim semi oleh para petani di Cina zaman dahulu. Perayaan ini bertepatan dengan tanggal 1 bulan 1 penanggalan Imlek, yang menandakan awal MUSIM TANAM. Sistem penanggalan ini pertama diciptakan oleh RAJA HUANG DI, salah satu raja agung dlm sejarah Cina yang hidup sekitar 2600 tahun SM.

Namun Tahun ke-1 yang dipakai sebagai patokan adalah tahun 551 SM, tahun kelahiran seorang filsuf yang bernama KONG HU CU atau lebih sering disebut Kongcu saja. Sebelum kelahiran Kongcu ini, Cina mengalami beberapa kali pergantian sistem kalender seiring dengan jatuh bangun sebuah dinasti. Beliau memperhitungkan sistem kalender yang paling tepat untuk dipakai oleh masyarakat Cina adalah penanggalan Imlek ini. Dan pada zaman Dinasti Han, oleh Kaisar Han Wu Di, baru diseragamkan untuk memakai sistem penanggalan seperti yang disarankan Kongcu dan tahun pertama adalah tahun kelahiran Kong Hu Cu.

Sekali lagi, awalnya perayaan Imlek hanya dirayakan oleh golongan petani sebagai pertanda awal musim tanam, namun seiring dengan waktu bukan hanya golongan petani saja yang merayakan dan makna perayaan Imlek semakin luas.

Ada 4 makna utama dalam Tradisi Perayaan Imlek.

1. PENGHARAPAN KELEBIHAN REJEKI DI TAHUN BARU

Pada dasarnya masyarakat Cina adalah masyarakat yang rajin dan ulet. Masyarakat Cina percaya dengan bekerja keras maka hidup ini akan berkecukupan. Namun hidup berkecukupan saja tidaklah membuat orang maju, harus ada kelebihan rejeki untuk ditabungkan buat masa depan anak cucu. Maka TRADISI utama adalah pada hari ke-1 SEMBAHYANG KEPADA TUHAN dan MAKAN IKAN.

259450_620

Berkat merupakan anugerah dari Tuhan dan orang tionghua punya tradisi menggunakan hio/dupa ketika berdoa. Sebagai suatu simbol saja, dan sarana supaya lebih menghayati. Sama seperti orang timur tengah menggunakan kemenyan/ukupan untuk berdoa.

puding_koi

Sedangkan Ikan merupakan simbol kelimpahan rejeki. Simbol ikan ini boleh dipakai juga dalam persembahan ketika sembayang, atau menyantap ikan saat gala dinner sincia, atau bahkan sekedar memajang gambar ikan juga sudah sah.

2. KASIH KEPADA SESAMA

Kasih yang diberikan Tuhan adalah berupa kelimpahan hasil alam. Maka sebagai bentuk syukur atas kasih dari Tuhan, masyarakat cina belajar untuk membagi dengan sesama. Maka TRADISI untuk melambangkan kasih adalah ANGPAO dan KUE KERANJANG.

angpao

Warna merah darah merupakan simbol kebahagiaan dan semangat hidup bagi masyarakat Cina. Angpao (ang = merah, pao = bungkusan) diberikan dari orang tua kepada anak-anak, orang kaya kepada orang miskin, kakak kepada adik. Yang penting pemberian ini merupakan wujud membagikan kasih yang diterima dari Tuhan kepada sesama.

Kue-Keranjang

Selain pemberian Angpao, pemberian Kue Keranjang juga merupakan simbol dari kasih kepada sesama. Pemberian kue keranjang ini dikarenakan alasan praktis dan merupakan makanan yang tahan lama, bahkan bisa disimpan berbulan-bulan. Apabila ada bagian yang berjamur, tinggal dipotong saja bagian permukaan yg rusak dan sisanya masih bisa dimakan.

3. KEKELUARGAAN

Kasih bukan sekedar kata-kata, namun berupa tindakan untuk saling memberi kepada sesama. Dan kasih dimulai dari dalam keluarga. Maka setiap malam menjelang tahun baru Imlek, KELUARGA BERKUMPUL dan MAKAN BERSAMA.

jamuan-imlek

Tradisi kumpul dan makan bersama ini bisa digunakan untuk saling berbagi cerita pengalaman hidup, saling menyampaikan salam atau doa harapan untuk hidup yang lebih baik. Dan memang itulah fungsi dari sebuah keluarga, saling mengasihi dan saling menguatkan. Tradisi ini juga berupa saling mengunjungi keluarga dekat dan teman-teman.

4. PENGHARAPAN KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG LEBIH BAIK

Selama sejarah peradaban 5000 tahun, masyarakat cina sudah melalui berbagai macam bencana alam dan bencana peperangan. Setiap generasi mendambakan kehidupan yang damai dan tentram. Sebagai simbol untuk menolak bencana ini, masyarakat cina merayakan Tahun Baru Imlek dengan ATRAKSI BARONGSAI dan MENYALAKAN PETASAN/KEMBANG API

barongsai

Atraksi Barongsai juga bisa menjadi sebuah ajang untuk mengumpulkan orang-orang sekitar, sehingga bisa saling menyapa dan saling memberikan salam satu sama lainnya ketika Tahun Baru Imlek. Dengan adanya ramah-tamah ini, maka gesekan horizontal dapat dikurangi.

CATATAN TAMBAHAN DARI PENULIS

Setelah membaca tulisan ini, diharapkan teman-teman dapat memahami warisan nilai luhur dari Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek. Dan bisa mewariskan pengetahuan ini untuk generasi baru. BUDAYA MERUPAKAN CERMINAN DARI PRIBADI SUATU BANGSA.

GONG XI FA CHAI, XIN NIEN KHUAI LE, WAN SE RU YI

Tito Zheng & Sekeluarga

Categories: Tahun Baru Imlek | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: