Pulau Tidung, Wisata Bahari di Kep Seribu 1

Bagi teman-teman yang tinggal di kota besar, tentu ada kalanya merasa jenuh dengan kesibukan, macet, dan polusi kota besar. Rasanya sumpek, setiap hari dikejar waktu, dan banyak waktu berharga untuk menikmati hidup yang terbuang sia-sia karena macet di jalanan. Jika setiap hari dihadapkan dengan kondisi demikian maka akan menimbulkan stress di pikiran dan mungkin menyebabkan gangguan kejiwaan. Oleh karena itu, jiwa dan pikiran kita perlu dibersihkan sejenak dengan meninggalkan segala aktivitas dan rutinitas di kota besar. Salah satunya adalah dengan menikmati karunia Tuhan berupa KEINDAHAN ALAM.

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan melakukan perjalanan bersama teman-teman menuju Pulau Tidung, salah satu pulau yang menjadi object wisata di Kepulauan Seribu. Untuk mencapai Pulau Tidung, kami menumpang kapal motor dari Dermaga Muara Angke. Karena kapal berangkatnya Jam 7 pagi, maka kami jam 5.30 pagi sudah berkumpul di Pom Bensin yang ada di dalam pasar Muara Angke, yang memang biasa dijadikan Assembly Point.

01

Beginilah suasana dari Dermaga Muara Angke di pagi hari. Kebetulan sedang musim liburan, jadi ramai yang bertamasya ke gugus Kep Seribu.

02

Yang bertamasya ke Kep Seribu boleh dibilang rata-rata anak muda semua, seperti terlihat di foto diatas.

Setelah berkumpul semua dan menunggu-nunggu sekitar sejam, penumpang mulai memasuki geladak kapal dan kapal segera berangkat. Untuk menuju Pulau Tidung, perjalanan dari Dermaga Muara Angke memakan waktu sekitar 2-1/2 jam.

05

06

Dan di tengah perjalanan ada teman yang iseng mencoba mengintip ke dalam toilet, pulang-pulang matanya bintitan ^_^

07

Dan setelah dua setengah jam terombang ambing di tengah laut, akhirnya kami tiba juga di Dermaga Pulau Tidung. Ternyata ramai banget yang sedang bertamasya ke Pulau Tidung, wajar saja karena masih masa-masa liburan sekolah, dan juga WEEKEND Sabtu-Minggu >.<.>

08

09

Lalu kami menuju penginapan untuk istirahat sejenak dan menaruh barang-barang bawaan. Yang cewe-cewe diangkut dengan gerobak motor, sedangkan yang cowo jalan kaki. Lumayan jauh juga dari dermaga, sekitar 1 km.

10

Sesampai di penginapan (rumah penduduk yg disewa), kami disuguhi oleh Welcome Drink, berupa air kelapa hijau yang segar dan melegakan tenggorokan yang kering akibat perjalanan.

11

Berbeda dengan pantai di Jakarta yang airnya keruh dan kotor, pantai di Pulau Tidung airnya sangat jernih dan bening. Kelihatan sampai kedasarnya.

13

14

Dan setelah pembagian kamar dan makan siang, kami dipandu oleh penduduk setempat menuju dermaga dengan berjalan kaki. Kemudian naik kapal ke pulau kecil yang ada terumbu karang untuk melakukan Snorkeling. Di tengah perjalanan kami bertemu seekor kambing dan ada teman yang di foto ini terlihat sedang mengejar kambing untuk dijadikan lauk BBQ di malam hari.

15

Kesan pertama ketika menyebur adalah airnya sangat dingin dan arus laut terasa kencang. Tapi itu hanya perasaan saja. Setelah beberapa saat, mulai terbiasa juga dengan laut. Tapi harus menutup mulut rapat-rapat, karena air laut sangat asin. Jika terminum sedikit saja maka lidah dan tenggorokan rasanya kering.

16

17

Pada foto diatas, saya tidak memakai sepatu katak karena menurut sayakurang nyaman. Mungkin karena belum terbiasa. Untuk yang belum terbiasa memakai sepatu katak, DISARANKAN untuk memakai sepatu/sandal karet (mis: sandal Croc) ketika berenang, karena banyak terumbu karang yang tajam dan keras. Dan salah satu teman kakinya lecet karena terantuk karang.

18

Setelah puas ber-snorkling ria di perairan pulau seribu, akhirnya semua kembali berkumpul ke kapal. Tujuan berikutnya adalah Jembatan Pulau Tidung yang menghubungkan Pulau Tidung Utama dengan Pulau Tidung Kecil. Panjang jembatan ini 2 km.

Kami menuju tempat ini untuk hunting foto-foto menjelang matahari terbenam.

01

Dan inilah spot terbaik di Pulau Tidung untuk berfoto-foto, yaitu JEMBATAN CINTA. Tapi di tempat ini kita tidak bisa melihat sunset dengan baik, harus ke ujung sebelah barat. Kalo mau foto SUNRISE bisa disini.

02

03

Sebenarnya untuk snorkeling di Pulau Tidung, tidak perlu jauh-jauh dari Pulau Tidung. Perairan di sekitar jembatan pulau tidung juga sangat bagus untuk melihat keindahan dasar laut. Sekali lagi saya SARANKAN, karena perairan yang dangkal dan banyak terumbu karang yg mati, maka sangat DISARANKAN memakai sepatu/sandal karet ketika ber-snorkeling.

04

Tanpa terasa, Bulan Bintang sudah tiba di langit Pulau Tidung menggantikan dominasi Sang Matahari yang perkasa. Acara di malam hari yang seri tentu saja BBQ (sayang sekali kambing yang tadi siang gak ketangkap).

05

Dan kemudian dilanjutkan dengan istirahat di penginapan masing-masing (lebih tepatnya rumah penduduk yang disewakan). Karena rombongan ramai maka sebagian tidur di kamar dan sebagian lagi tidur di ruang tamu.

06

07

Dan sebagian lagi yang suka bertapa dan bersemedi kita kasih toilet sebagai tempat peristirahatan.

08

Demikianlah aktivitas yang padat pada hari pertama.

 

Categories: Tidung Island 1 | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Pulau Tidung, Wisata Bahari di Kep Seribu 1

  1. I’ll right away snatch your rss as I can not to find your email subscription hyperlink or newsletter service. Do you have any? Kindly allow me realize so that I may just subscribe. Thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: