KONTROVERSI ASURANSI UNIT LINK [Bagian 2]

Pada artikel sebelumnya, saya sudah memberikan sedikit gambaran mengenai manfaat dari asuransi jiwa. Dengan membaca artikel sebelumnya, diharapkan teman-teman sadar akan pentingnya sebuah asuransi. Tapi harus ditanamkan dalam mindset: Orang membeli asuransi jiwa tidak ada yang berharap mendapatkan keuntungan dari klaim, sebab kesehatan lebih penting daripada uang santunan. Tapi jika sampai musibah terjadi, setidaknya kita punya dana yang sudah standby untuk keperluan itu.

 

Tapi di zaman sekarang ini banyak sekali pilihan produk asuransi dari berbagai perusahaan. Teman-teman mungkin sering dibingungkan oleh berbagai informasi mengenai asuransi, maka pada artikel kali ini saya akan menjelaskan berbagai jenis asuransi, dan termasuk unit link.

 

MACAM-MACAM ASURANSI JIWA

 

ASURANSI APA YANG HARUS SAYA PILIH?

unit_link_2

 

Pertanyaan ini sering muncul bagi para pencari asuransi jiwa. Saat ini banyak sekali perusahaan asuransi yang menawarkan berbagai produk unggulan mereka. Dan saya yakin semua produk yang ditawarkan itu tujuannya bagus, tapi tidak semua produk cocok untuk setiap orang karena kebutuhan tiap individu berbeda-beda. Maka dari itu teman-teman HARUS MEMBACA ARTIKEL INI sebelum menetapkan pilihan.

 

Tapi di satu sisi, kita juga sering mendengar berita negatif mengenai perusahaan asuransi A, B, atau C.

 

Mungkin masalah penanganan klaim yang lama.

Mungkin masalah tagihan premi yang tidak sesuai.

Atau bahkan masalah klaim yang tidak dibayar.

 

Sebagian orang lagi mungkin menjerit: Asuransi Jiwa MAHAL.

Jika memang kasusnya asuransi jiwa mahal, tentu manfaat dari asuransi itu juga besar. Misalnya uang santunan kematian besar atau mungkin ada fasilitas rawat inap gratis dan tanpa perlu mengeluarkan uang sepersen pun.

 

Berbagai berita negatif dari media massa dan omongan mulut ke mulut membuat orang jadi agak-agak anti dengan asuransi jiwa, padahal sebenarnya mereka membutuhkannya.

 

SEMUA ASURANSI JIWA BAGUS, TAPI YANG BIKIN JELEK ADALAH OKNUMNYA.

 

Oke… saya disini tidak menjual asuransi apapun, dan tidak memberikan rekomendasi untuk memilih asuransi apapun, ataupun merekomendasikan agen siapapun, saya hanya sekedar sharing pengetahuan.

 

Asuransi Jiwa yang dijual di pasaran ada 4 macam:

1. Term Life

2. Whole Life

3. Endowment/Dwiguna

4. Unit Link

 

1. Term Life Insurance

Sesuai dengan namanya TERM, artinya hanya mengcover keuangan untuk jangka waktu tertentu.

 

Jika Anda memiliki polis asuransi mobil atau rumah, maka itu juga termasuk Term Insurance. Asuransi ini merupakan jenis asuransi paling dasar dan paling tradisional. PREMI PALING MURAH TAPI UANG SANTUNAN BESAR.

 

Biasanya premi asuransi disetorkan tiap tahun, tapi ada juga beberapa perusahaan yang bisa cicil jadi 2x dalam setahun. Tapi disetiap tahun harga premi asuransi yang harus disetorkan seorang nasabah selalu bertambah mengikuti usianya. Karena seiring bertambahnya usia, maka resiko kematian dan kesehatan juga makin besar. JIKA DALAM JANGKA WAKTU PERIODE KONTRAK TIDAK TERJADI KLAIM, MAKA PREMI YANG DISETORKAN HANGUS.

 

Tentu saja tidak ada orang yang berharap terjadinya klaim, setiap orang selalu berusaha hidup dengan baik dan berdoa dengan tekun.

 

Dalam praktek penjualan Term Life ini, biasanya calon nasabah ditawarkan beberapa pilihan kontrak: 5, 10, 15, 20, dan 25 tahun. Selama masa kontrak ini, nasabah ditawarkan PREMI TETAP (tidak bertambah mahal tiap tahun) dan JAMINAN BISA DIPERPANJANG SAMPAI AKHIR KONTRAK TANPA HARUS SURVEY ULANG.

 

Maksudnya gini, misalnya ada seorang nasabah yang mengambil KONTRAK 15 TAHUN, tapi di tahun ke-4 dia tertular penyakit mematikan tapi tidak langsung meninggal melainkan 4-5 tahun lagi usia harapan hidupnya. Jika saya sebagai pemilik perusahaan asuransi, tentu perpanjangan asuransi tahun ke-5 nasabah ini saya tolak karena saya sudah tau dalam beberapa tahun kedepan saya pasti rugi. Tapi karena ada KONTRAK 15 TAHUN, maka saya wajib melayani perpanjangan asuransinya pada tahun ke-5 dan seterusnya.

 

Tapi kalo seandainya nasabah itu mengambil kontrak yang hanya 5 tahun, maka saya sebagai pemilik perusahaan asuransi hanya berkewajiban untuk memperpanjang sampai tahun ke-5. Dan pada tahun ke-6 perpanjangan polis boleh saya tolak.

 

Oleh karena itu, JIKA MEMBELI POLIS TERM LIFE INSURANCE PILIH KONTRAK YANG PALING LAMA, walaupun setoran preminya mungkin lebih mahal dari yang 5 tahun atau 10 tahun. Jika bisa mengcover sampai usia 55 atau 60 udah cukup lah.

 

Ada juga Term Life Insurance yang masa pertanggungannya sangat pendek dan harganya sangat murah, contohnya ASURANSI PERJALANAN yang biasanya hanya berlaku 1 minggu atau 1 bulan.

 

 

2. Whole Life Insurance

Dari namanya saja sudah sangat jelas, asuransi jenis ini menanggung sampai seumur hidup. Walaupun dalam prakteknya asuransi jenis ini hanya menanggung sampai usia 75, 85, atau 99.

 

Asuransi jenis ini merupakan pengembangan dari Term Life, karena biasanya Term Life hanya mengcover sampai usia 55 atau 65 saja.

 

Biarpun menanggung seumur hidup, tapi setoran premi tidak harus dilakukan seumur hidup. Perusahaan asuransi selalu memberikan 2 pilihan jangka waktu setoran premi: 5 atau 10 tahun. Makin lama periode setoran premi, maka premi yang disetor semakin murah, tapi total setoran makin besar.

 

Misalnya :

– jika setor 5 tahun, maka pertahun setor 10 juta (total setor 50 juta).

– jika setor 10 tahun, maka pertahun setor 7 juta (total setor 70 juta).

 

Jika nasabah meninggal dunia tapi setoran belum selesai, uang pertanggungan tetap dicairkan. Tapi HEBATNYA ASURANSI WHOLE LIFE  ini jika nasabah hidup sampai melebihi masa kontrak (mis kontrak sampai usia 75 tapi nasabah udah usia 80 masih sehat), maka uang pertanggungan tetap dicairkan 80%  ketika usia 55/60, dan sisanya 20% persen dicairkan ketika akhir masa kontrak atau meninggal. SANGAT MENGUNTUNGKAN !!!

 

Asuransi ini biasanya dikemas dalam sebutan ASURANSI DANA PENSIUN atau ASURANSI JAMINAN HARI TUA. Tapi biasanya premi untuk asuransi ini setorannya mahal.

 

 

3. Endowment Insurance (Asuransi Dwiguna)

Maksudnya adalah asuransi jenis ini menggabungkan unsur asuransi dan tabungan.

 

Asuransi jenis ini merupakan pengembangan dari whole life. Jika pada whole life dana baru bisa cair sebagian pada usia 55/60, maka pada Endowment ini tidak perlu selama itu. Misalnya saja jika nasabah memilih setor 10 tahun, maka dana bisa mulai dicairkan pada tahun ke 15, 20, 25, dst sampai usia tertentu. Biasanya maksimal usia pertanggungan sampai usia 65 tahun.

 

Maka tidak heran asuransi jenis ini sering dikemas dalam bentuk ASURANSI PENDIDIKAN. Dalam asuransi pendidikan, biasanya yang menjadi tertanggung adalah orang tua. Jika orang tua meninggal dalam periode pertanggungan, maka ahli waris akan mendapatkan sejumlah besar santunan dana.

 

Tapi jika orang tua sebagai tertanggung sehat-sehat saja dalam masa kontrak asuransi, maka pada tahun tertentu akan dicairkan sejumlah dana untuk kebutuhan sekolah anak-anak. Misalnya orang tua tadi sudah menyetor selama 10 tahun, maka pada tahun ke-12, 15, 18, 21, 24, 27 akan dicairkan sejumlah dana untuk kebutuhan pendidikan atau apapun dana itu akan digunakan.

 

Dana yang dicairkan pada tahun-tahun tertentu itu JUMLAH NOMINALNYA TERJAMIN. Misalnya jika tahun ke-12 keluar 5 juta, maka dijamin cair 5 juta. Jika tahun ke-15 keluarnya 10 juta, maka dijamin pasti cair 10 juta.

 

Karena asuransi ini manfaatnya LUAR BIASA HEBAT, maka otomatis setoran preminya juga tinggi.

 

 

4. Unit Link Insurance Planning (ULIP)

Asuransi jenis ini merupakan terobosan baru dalam bisnis asuransi, merupakan pengembangan dari Endowment, sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekarang. Orang yang ikut asuransi pendidikan sering menjerit: SUDAH BAYAR PREMI MAHAL-MAHAL TAPI SETELAH DANANYA CAIR, NILAINYA SUDAH TIDAK SEBANDING DENGAN NILAI UANG SEKARANG.

 

Maka dari itu dikeluarkan sebuah produk asuransi yang menggabungkan asuransi dengan investasi. Banyak agen asuransi yang menyebutnya dengan istilah TABUNGAN 2-IN-1 atau 3-IN-1 atau 5-IN-1, atau whatever lah… yang jelas semua itu menunjuk ke Asuransi Unit Link.

 

Jika terjadi musibah pada nasabah maka duit santunan akan keluar, tapi jika nasabah sehat-sehat saja maka nasabah juga bisa menikmati nilai tunai yang jumlahnya lumayan besar mengikuti pertumbuhan investasi. Dan hebatnya dana ini bisa diambil sewaktu-waktu jika diperlukan TANPA HARUS MENUNGGU JADWAL JATUH TEMPO. Jadi tidak heran kalo banyak agen asuransi yang menyebutnya sebagai REKENING TABUNGAN.

 

Dan lebih hebatnya lagi NASABAH BISA SETOR PREMI SESUKA HATI, misalnya tahun ke-1, 2, 3 setor, tapi, tahun ke-4,5,6 cuti, tahun ke-7,8,9,10 baru setor lagi dan seterusnya.

 

Pokoknya PERIODE SETORAN PREMI SANGAT FLEXIBEL dibandingkan asuransi dwiguna yang mengharus nasabah menyetor tiap tahun untuk jangka waktu tertentu. Jika tidak maka asuransi pendidikan itu dianggap hangus dan nasabah hanya menerima sebagian kecil saja dari premi yang sudah disetorkan.

 

Tapi asuransi jenis ini HIGH RISK HIGH RETURN.

Jika pertumbuhan ekonomi bangsa kita stabil dan berkembang, maka bisa dipastikan nilai tunai pada jangka waktu tertentu juga menjadi besar. Tapi jika sebaliknya, yah~ resiko lah. Karena PERUSAHAAN ASURANSI TIDAK MENJAMIN NILAI TUNAI seperti pada asuransi Endowment.

 

Jika Anda orang yang ingin asuransi yang PRAKTIS dan FLEXIBEL, maka asuransi ini sangat cocok bagi Anda.

 

Biasanya agen asuransi menjelaskan bahwa nasabah hanya perlu setor premi secara rutin sampai tahun ke 10, kemudian tahun ke-11 dan seterusnya boleh stop setor dan dananya akan terus berkembang. Tapi jika seandainya ekonomi makin memburuk dan nilai tunainya berkurang, maka nasabah terpaksa harus meneruskan setoran premi. Sebab, walaupun sudah bebas setor premi, tapi tiap tahun tetap ada BIAYA YANG HARUS DIBAYAR dan biaya itu otomatis dipotong dari nilai tunai yang terbentuk.

 

Biaya apa? Masalah ini akan saya bahas di artikel selanjutnya.

(To be continue…)

 

 

Disclaimer

Penulis tidak berafiliasi dengan perusahaan asuransi apapun ataupun agen asuransi manapun. Semua tulisan diatas murni PENDAPAT PRIBADI dari penulis, mohon maaf sebesar-besarnya jika ada pihak-pihak yang tersinggung.

 

Salam,

Tito Zheng (Pedagang Komputer di Mangga Dua)

Categories: Unit Link 2 | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “KONTROVERSI ASURANSI UNIT LINK [Bagian 2]

  1. Yang terpenting klaim asuransinya gampang ngga berbelit-belit deh….

  2. Wow that was odd. I just wrote an really long comment but after
    I clicked submit my comment didn’t show up.
    Grrrr… well I’m not writing all that over again. Regardless, just
    wanted to say superb blog!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: