KONTROVERSI ASURANSI UNIT LINK [Bagian 3]

Pada artikel sebelumnya, sudah saya jelaskan macam-macam asuransi yang dijual di pasaran. Dan yang paling populer saat ini untuk polis asuransi jiwa individu adalah jenis Unit Link. Pada artikel kali ini saya ingin membagikan sudut pandang saya sebagai PEDAGANG mengenai unit link dan kontroversi mengenai hal ini.

 

Bagi penjual (agen), produk unit link lebih gampang dijual dan menjanjikan komisi yang lebih tinggi daripada jual produk tradisional. Bagi pembeli (nasabah), produk unit link sangat praktis dan flexible. Bahkan orang yang awam sama sekali di bidang asuransi juga dengan gampang bisa mengerti manfaat dari produk asuransi unit link ini melalui cerita ilustrasi “tabungan 2-in-1”.

 

PRODUK UNIT LINK SANGAT COCOK BAGI ORANG YANG AWAM DI BIDANG ASURANSI DAN MUDAH UNTUK DIPASARKAN.

 

Tapi bukan berarti saya merekomendasikan teman-teman untuk membeli asuransi unit link. Sebelum anda memutuskan, sebaiknya Anda baca dulu artikel dibawah ini. INGAT, saya hanya mengemukakan pendapat pribadi yang sifatnya subjektif.

 

 

KONTROVERSI ASURANSI UNIT LINK

 

unit_link_3

 

Jika dilihat dari berbagai kemudahan dan nilai plus yang ditawarkan oleh asuransi unit link, produk ini memang menawarkan banyak KEUNTUNGAN. Maka tidak heran salah satu perusahaan pionir yang menjual asuransi jenis ini selalu menempati posisi sebagai Perusahaan Asuransi No.1 di Indonesia selama beberapa tahun berturut-turut.

 

Premi untuk asuransi unit link memang layak dikatakan MAHAL dibandingkan asuransi jenis lainnya, karena nasabah asuransi harus menyetorkan premi untuk dua elemen, yaitu premi asuransi dan premi investasi. Karena setoran premi bersifat rutin dan ada uang yang bisa diambil setelah jangka waktu tertentu, agen asuransi biasanya menjelaskan dengan istilah MENABUNG.

 

Istilah MENABUNG di asuransi ini menjadi sangat populer, dan  menimbulkan beberapa kontroversi pro dan contra. Tapi yang pasti, BERKAT ADANYA ASURANSI UNIT LINK, MAKA JUMLAH PEMEGANG POLIS ASURANSI JIWA JUGA SEMAKIN BERTAMBAH. Dengan kata lain, jumlah keluarga yang suatu saat terbantu oleh manfaat asuransi menjadi semakin banyak. Dan bisa dikatakan bahwa pekerjaan sebagai agen asuransi merupakan PEKERJAAN YANG MULIA, karena membawakan “kabar keselamatan” bagi banyak orang.

 

Semakin banyak orang yang memiliki polis asuransi, otomatis semakin banyak pula orang-orang yang mulai mencari tahu berbagai informasi tentang asuransi (termasuk penulis). MENURUT SUDUT PANDANG PENULIS SEBAGAI SEORANG PEDAGANG, produk unit link bukanlah sebuah produk yang menguntungkan. Dibalik fasilitas-fasilitas yang luar biasa dari unit link, ternyata nasabah dibebankan sejumlah biaya yang sangat tinggi.

 

Biaya apa saja itu? Ada 3 biaya utama yang mempengaruhi nilai tunai unit link:

1. Biaya Akuisisi

Sebelum nasabah menerima manfaat dari unit link, nasabah sudah ditagihkan biaya akuisisi di awal setoran premi. Biaya ini jumlahnya sangat BESAR di tahun ke-1 dan tahun ke-2. Dan mulai tahun ke-3 dan seterusnya, biaya ini mulai jadi kecil.

 

Maka jangan heran jika Anda melihat ilustrasi dari produk unit link, di tahun ke-1 dan ke-2, nilai tunai (duit yang bisa ditarik) jumlahnya sangat kecil dan bahkan mungkin NOL jika Anda mengambil paket yang prioritas FULL PROTEKSI. Nilai tunai yang terbentuk baru bisa mulai terlihat besar ketika memasuki tahun ke-4 atau ke-5.

 

Biaya ini ditagihkan ke nasabah karena ketika polis sudah jadi, perusahaan harus membayar KOMISI KEPADA MARKETING.  Apalagi beberapa perusahaan asuransi menggunakan sistem MLM dalam sistem penjualannya, maka otomatis komisi yang harus dibayarkan jadi lebih banyak lagi, dan semua biaya komisi itu dibebankan kepada nasabah.

 

Jika masih kurang jelas, saya pakai cerita belanja madu di perusahaan MLM karena saya seorang penggemar madu dan sering membeli madu.

 

————————————————————

Saya membeli sebotol madu 250ml merk X dari sebuah perusahaan MLM dari seorang agen, harganya 135.000. Agen itu mengantarkan madu pesanan saya sampai ke rumah, dan ada jaminan uang kembali jika ternyata madu itu rasanya pahit atau tidak. Tapi ternyata madu itu rasanya manis dan kental, setelah di tes dengan lidah rasanya memang madu asli.

 

Tapi setelah saya telusuri sumber madu itu akhirnya saya sampai di sebuah pasar lokal yang ada jual madu. Dan saya tertarik untuk mencicipinya. Dan ternyata setelah dicicipi rasanya sama dengan madu dari perusahaan MLM, maka saya pun menanyakan harganya ke penjual. Ternyata harganya hanya 65.000 saja.

 

Dengan demikian madu yang sama/mirip itu dikenakan biaya over sebesar 70.000. Dan biaya ini digunakan untuk membayar komisi agen dan upline-upline sponsor agen tsb. Biaya ini yang disebut BIAYA AKUISISI.

————————————————————

 

Dari sudut pandang seorang Pedagang, saya merasa cengli-cengli saja kalo biaya marketing dibebankan ke harga barang. Misalnya saja sepatu merk Nike, Adidas, Rebook, dan sebagainya, harganya mahal bukan karena biaya produksi tinggi, melainkan karena biaya marketingnya yang tinggi dan mungkin juga produk mahal tsb mengalami quality kontrol yang ketat.

 

 

2. Biaya Asuransi

Dalam dunia DAGANG, biaya asuransi inilah yang merupakan biaya produksi sebenarnya (harga modal).

 

Dalam bisnis asuransi, biaya asuransi ini adalah biaya yang ditimbulkan dari pengalihan resiko. Biaya ini biasanya semakin besar jumlah dari tahun ke tahun mengikuti usia dari nasabah/tertanggung.

 

Perlu diketahui bahwa, setoran premi bulanan/tahunan pada asuransi unit link bukanlah biaya asuransi. Tetapi biaya asuransi sudah dihitung dan dimasukan dalam setoran premi bulanan/tahunan. Untuk mengetahui besarnya biaya ini, biasanya tercantum dengan jelas pada ilustrasi/proposal asuransi. Untuk asuransi yang syariah, namanya Kontribusi Iuran Tabbaru.

 

 

3. Biaya Administrasi

Dalam dunia DAGANG, biaya administrasi ini dikenal sebagai biaya distribusi.

 

Biaya distribusi ya misalnya uang bensin, jasa instalasi, dsb. Intinya ini adalah margin keuntungan untuk operasional perusahaan. Besarnya biaya ini relatif sama dari tahun ke tahun, kecuali ada kebijakan baru dari perusahaan yang menaikan biaya administrasi.

 

 

Ketika uang setoran nasabah masuk ke rekening perusahaan, uang setorang itu dipotong dengan berbagai biaya yang timbul, baru kemudian sisanya menjadi nilai tunai. Jika dituliskan dengan hitung-hitungan seorang PEDAGANG maka jadi sebagai berikut.

 

Setoran Premi – Biaya Akuisisi – Biaya Asuransi – Biaya Administrasi = NILAI TUNAI

 

Dalam proposal asuransi unit link, biasanya agen asuransi menawarkan opsi setoran premi mau dialokasikan menjadi FULL PROTEKSI atau DIINVESTASI SEBAGIAN. Untuk pilihan full proteksi, otomatis manfaat asuransi lebih diutamakan dan uang santunan besar. Sedangkan untuk pilihan kedua, hasilnya tergantung dari porsi alokasi premi. Tapi perhitungan nilai tunai tetap mengikuti pola diatas.

 

Untuk perusahaan asuransi tertentu, biaya asuransi dan biaya administrasi pada tahun ke-1 dan ke-2 tidak langsung ditagihkan kepada nasabah ketika dia menyetorkan premi. Hal ini dikarenakan perusahaan tsb ingin fokus MENGEMBANGKAN nilai tunai nasabah terlebih dahulu di tahun awal (terdengar sangat baik).

 

Kenapa demikian?

Karena di tahun ke-1 dan ke-2 ada biaya akuisisi yang jumlahnya sangat BESAR. Jika di tahun awal biaya asuransi dan biaya administrasi langsung ditagihkan juga kepada nasabah, maka otomatis nilai tunai yang terbentuk akan menjadi sangat kecil. Ilustrasi nilai tunai yg menjadi kecil ini bisa dilihat pada proposal asuransi unit link yang SYARIAH.

 

Mungkin ada yang bertanya: KENAPA BIAYA AKUISISI BESAR?

Pada polis unit link, ada tercantum bahwa biaya akuisisi ini dipergunakan untuk membayar komisi agen, penerbitan polis, atau biaya medical check-up (jika ada). Namun komponen terbesar dari biaya akuisisi ini adalah untuk MEBAYAR KOMISI AGEN.

 

Apapun alasan dari biaya akuisisi itu, saya merasa keberatan dengan biaya ini. Oleh karena itu saya jarang sekali menggunakan barang-barang yg bermerek atau membeli produk dari perusahaan MLM. Bagi saya yang penting nyaman digunakan dan cocok bagi saya itu udah cukup.

 

Jika di tahun awal tidak ditagihkan biaya-biaya diatas, bukan berarti nasabah dibebaskan dari biaya asuransi dan biaya administrasi, hanya saja bentuknya jadi HUTANG ASURANSI. Dan hutang ini mulai ditagihkan pada tahun ke-3 dan seterusnya. Jadi jangan heran kalo nilai tunai pada tahun ke-3 juga masih tetap kecil, karena ada biaya yang masih terhutang.

 

Ada beberapa kasus yang komplain demikian: SAYA MENUTUP POLIS ASURANSI PADA AWAL TAHUN KE-3 TAPI KENAPA DANA YANG CAIR TIDAK SESUAI DENGAN PERHITUNGAN NILAI TUNAI DI TAHUN KE-2?

 

Hal ini kemungkinan dikarenakan HUTANG ASURANSI yang belum lunas tadi. Tapi ada faktor lain juga misalnya hasil investasi pada 2 tahun pertama tidak sesuai dengan ilustrasi alias investasi sedang lesu atau sedang terjadi krisis ekonomi seperti tahun 1997 atau 2009 yang lalu.

 

Jika kita membicarakan masalah investasi, maka kita harus paham satu hal mengenai investasi yaitu HIGH RISK HIGH RETURN. Pada produk Unit Link, biasanya nasabah ditawarkan 4 macam jenis investasi

1. Equity Fund (investasi di portofolio SAHAM)

2. Fixed Income Fund (investasi di portofolio Obligasi/Surat Hutang Negara)

3. Cash Fund (investasi di portofolio Suku Bunga Bank/Deposito)

4. Managed Fund (campuran dari 3 portofolio diatas)

 

Investasi paling menguntungkan adalah portofolio saham, tapi tentu resikonya juga paling besar. Jika kondisi ekonomi sedang goyang, otomatis harga saham juga turun dan hasil investasi juga kecil, bahkan bisa saja menjadi MINUS untuk tahun tertentu.

 

Sedangkan investasi paling aman tentu saja portofolio suku bunga bank, tapi hasil investasinya kecil. Saking kecilnya, hasil investasi tidak mampu menutup biaya-biaya yang dijelaskan diatas. Maka di ilustrasi proposal kita bisa melihat nilai tunai yang semakin berkurang jika nasabah stop setor di tahun ke-10.

 

Perlu diperhatikan juga masalah investasi ini. UANG YANG DIGUNAKAN UNTUK INVESTASI ADALAH UANG NASABAH. Dengan kata lain, nasabah mempercayakan uangnya untuk dikelola oleh perusahaan asuransi. Dan perusahaan asuransi mengenakan BIAYA PENGELOLAAN DANA 0.5% – 1.75% dari total dana yang dikelola pertahun. Ini merupakan salah satu biaya yang harus diperhatikan juga dari unit link.

 

Jika hasil investasi UNTUNG, maka NASABAH menikmati untung besar, PERUSAHAAN juga untung besar dari biaya pengelolaan.

Jika hasil investasi RUGI, maka NASABAH menanggung kerugian, tapi PERUSAHAAN tetap menikmati untung dari biaya pengelolaan.

 

Menurut anda TIDAK FAIR??

Memang yang namanya asuransi unit link cara kerjanya demikian. Nilai PLUS dari unit link justru semua serba transparant dan flexible. Jika hasil investasi untung banyak, maka anda menikmati banyak. Jika hasil investasi rugi, maka anda turut menanggung rugi. Perusahaan asuransi kerjanya hanya mengelola keuangan dan resiko saja.

 

Jika Anda menginginkan asuransi yang PASTI UNTUNG DAN NILAI TUNAI TERJAMIN, maka Anda harus beli asuransi jenis Whole Life atau Endowment.

 

SEBELUM TANDA TANGAN PROPOSAL, SETIAP CALON PEMEGANG POLIS DISARANKAN UNTUK MEMBACA DENGAN TELITI PROPOSAL ASURANSI.

 

Mungkin bahasa yang dipergunakan dalam proposal asuransi memang rumit dan menggunakan istilah-istilah yang kurang dimengerti. Oleh karena itu WAJIB BERTANYA kepada agen asuransi Anda. Sebab agen asuransi dibayar mahal untuk menjelaskan sejelas-jelasnya kepada calon nasabah. Dan AGEN ASURANSI JUGA MEMBUTUHKAN FEEDBACK DARI ANDA UNTUK BELAJAR DAN BERKEMBANG.

 

Jadi, jangan salahkan perusahaan asuransi atau agen asuransi Anda jika suatu saat merasa tertipu atau sebagainya. Lebih baik semuanya sejak awal diperjelas sejelas-jelasnya sampai ke titik koma dan gambar-gambar pada proposal.

 

Asuransi unit link memang menawarkan fasilitas transparan, praktis dan fleksibel, tapi unit link bukan produk asuransi paling sempurna. Kelemahan dari unit link adalah biaya akuisisi yang besar, uang pertanggungan kurang maximal, dan hasil investasi yang juga kurang maximal.

 

Memang masalah besarnya biaya dan hasil yang kurang maximal ini menimbulkan kontroversi bagi orang-orang seperti saya. Tapi saya tidak mengatakan bahwa unit link jelek dan jangan dibeli. Saya malah mengatakan: KARENA BERBAGAI KEMUDAHAN DARI ASURANSI UNIT LINK, MAKA UNIT LINK PADA DASARNYA SANGAT COCOK BAGI ORANG YANG AWAM DI BIDANG ASURANSI. Jika Anda orang yang punya prinsip: SAYA PUNYA DUIT, SAYA BERSEDIA BAYAR, SAYA TIDAK MAU PUSING, MAKA UNIT LINK COCOK BUAT ANDA.

 

Tapi karena unit link hasilnya kurang maximal, seharusnya ada produk tandingannya juga donk. Dimana biaya akuisisi rendah, uang pertanggungan MAXIMAL, hasil investasi juga MAXIMAL. Jika dibandingkan apple-to-apple memang tidak ada produk yang sebagus fasilitas yang ditawarkan Unit Link. Tapi ada produk yang mirip dengan unit link.

 

Produk ini akan saya bahas di artikel selanjutnya.

(To be continue…)

 

Disclaimer

Penulis tidak berafiliasi dengan perusahaan asuransi apapun ataupun agen asuransi manapun. Semua tulisan diatas murni PENDAPAT PRIBADI dari penulis, mohon maaf sebesar-besarnya jika ada pihak-pihak yang tersinggung.

 

Salam,

Tito Zheng (Pedagang Komputer di Mangga Dua)

Categories: Unit Link 3 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: