KONTROVERSI ASURANSI UNIT LINK [Bagian 4]

Pada artikel sebelumnya, saya sudah menjelaskan mengenai kontroversi unit link, yaitu masalah BIAYA yang terlalu besar yang harus ditanggung pemegang polis untuk sebuah manfaat ke-PRAKTIS-an. Dan pada tulisan kali ini, saya ingin share salah satu alternatif yang bisa dipilih untuk mengalaki masalah biaya tsb.

ALTERNATIF UNIT LINK

unit_link_4

Membicarakan unit link memang menarik. Produk ini dibuat dalam kemasan yang UNIK dan MENARIK, dan juga PRAKTIS. Namun sayangnya ke-praktis-an ini harus dibayar “mahal” oleh pembayar premi.

Sebenarnya istilah MAHAL tidak cocok dipakai dalam industri jasa, sebab ada harga ada kualitas pelayanan. Lebih tepat kalau disebut KURANG MAXIMAL.

Kembali lagi ke definisi unit link

UNIT LINK = ASURANSI + INVESTASI (+ PRAKTIS)

Menurut pemikiran saya, jika kita mau repot sedikit dan mengabaikan unsur praktis, kemudian ambil asuransi dan investasi secara terpisah, tentu kita bisa mendapatkan harga yang bagus untuk suatu produk yg mirip unit link. Anggap saja kita membuat suatu rekening asuransi + investasi tanpa menggunakan JASA CALO.

PERTAMA, mengenai asuransi.

Sebagai seorang pedagang, saya sangat perhatian dengan masalah HARGA. Yang saya inginkan adalah sebuah produk asuransi yang preminya murah tapi manfaatnya besar (uang santunan besar). Maka asuransi yang cocok untuk kebutuhan ini adalah TERM LIFE.

KEDUA, mengenai investasi.

Sebagai seorang pedagang, saya sebenarnya sudah memiliki investasi utama, yaitu usaha saya sendiri. Namun namanya jiwa pedagang, tak pernah ada kata cukup untuk masalah uang. Sebagai manusia biasa, kemampuan saya dalam mengelola usaha juga terbatas. Maka dari itu saya butuh usaha sampingan yang tidak membutuhkan konsentrasi penuh untuk menghasilkan uang.

Dan satu hal yang perlu diingat, INVESTASI adalah MEMBELANJAKAN UANG YANG LEBIH UNTUK MENGHASILKAN LEBIH BANYAK UANG LAGI. Dengan kata lain uang bisa beranak cucu. Jadi harus diperhatikan baik-baik hal ini, jangan sampai menggunakan uang operasional/asset untuk dipakai buat investasi. Uang nganggur ini contohnya tabungan dibawah bantal atau deposito.

Investasi yang gampang, praktis, murah, dan hasilnya maximal adalah investasi ke instrument REKSADANA (mutual fund).

Apa itu Reksadana?

Bayangkan saja ada suatu ARISAN, tempat berkumpulnya orang-orang yg punya sejumlah uang di tabungan tapi mereka ingin uangnya terus bertambah tiap tahun. Semua peserta arisan ini kecewa dengan bunga bank dan deposito yang nilainya sangat kecil, maka mereka berkumpul bersama untuk menginvestasikan uang mereka.

Instrument investasi yang bisa menghasilkan banyak uang tanpa harus bekerja tentu saja membeli sejumlah saham dari perusahaan-perusahaan bonafit. Karena tiap tahun perusahaan tsb akan membagikan dividen dan ada benefit dari kenaikan harga saham.

Maka semua peserta arisan itu mengumpulkan uangnya sesuai dengan kemampuan, dan mempercayakan pengelolaan uang itu kepada Fund Manager (bendahara). Tugas Fund Manager ini adalah memilih saham yang hendak dibeli dan tau kapan harus jual ketika saham mengalami kerugian. Dan dari jasa pengelolaan tsb, si Bendahara mendapatkan sejumlah komisi.

Itulah sekilas tentang cara kerja reksadana (dana bersama).

Dan kembali lagi ke pembahasan Alternatif Unit Link. Dengan sedikit repot untuk MEMBELI ASURANSI dan INVESTASI SECARA TERPISAH, kita bisa mendapatkan hasil yang maximal. Dimana uang pertanggungan besar dan hasil investasi juga banyak.

Untuk mendukung pernyataan diatas, saya membuat perhitungan matematis yang sederhana yang membandingkan produk Term Life + Reksadana vs Unit Link.

ASUMSI yang digunakan sbb:

– Usia berjalan: 29 Tahun

– Jenis kelamin: Laki-Laki/Tidak Merokok

– Budget Tahunan: Rp 12.000.000

– Masa Pertanggungan: 30 Tahun

– Suku Bunga Investasi: 15%

– Biaya Setoran Reksadana: 1.5%

– Biaya Pengelolaan Tahunan Reksadana: 1.5%

– Masa setoran Unit Link: 10 tahun (total setor 120 juta)

– Masa setoran Term Life: 30 tahun (total setor 307 juta)

HASIL PERBANDINGAN adalah sbb:

Manfaat Meninggal (sampai usia 59 tahun)

Unit Link: Rp. 960.000.000 (berdasarkan ilustrasi perusahaan P)

Term Life: Rp. 1.200.000.000 (berdasarkan ilustrasi perusahaan M)

Manfaat Nilai Tunai (uang yg bisa ditarik ketika usia 59 tahun)

Unit Link: Rp 1.555.616.000 (berdasarkan ilustrasi perusahaan P)

Reksadana: Rp 2.228.347.000 (berdasarkan perhitungan excel)

Untuk detail perhitungan dalam formal EXCEL, bisa didownload di lokasi berikut:

http://www.4shared.com/document/BR6tB5xi/unitlink-vs-terpisah-3.html

Pada perhitungan diatas, saya menggunakan data diri saya sendiri sebagai patokan. Saat artikel ini ditulis, usia berjalan saya 29 Tahun. Dan untuk MERENCANAKAN KEUANGAN MASA DEPAN, saya butuh waktu 30 tahun (usia pensiun 60). Dan diatas 60 tahun, saya sudah tidak membutuhkan asuransi lagi, karena saya berasumsi pada saat itu saya sudah tidak ada beban keuangan.

KESIMPULAN, dengan mengabaikan faktor praktis maka kita bisa memperoleh manfaat yang maximal dari asuransi dan investasi.

–  Ada selisih hampir 250 juta dari manfaat Asuransi.

–  Ada selisih hampir 700 juta dari manfaat Investasi.

Menurut saya, uang 250 juta dan 700 juta adalah sebuah jumlah yang sangat besar. Bahkan untuk ukuran 30 tahun mendatang. Sekarang kembali lagi ke masing-masing individu, apakah lebih mengutamakan unsur praktis atau lebih mengutamakan manfaat yang maximal??

Dan sebagai akhir kata dari saya.

Sebagus apapun saya jelaskan mengenai manfaat membeli asuransi dan investasi secara terpisah, saya yakin sebagian dari pembaca tetap membeli Unit Link karena faktor KENYAMANAN TERHADAP AGEN penjual Unit Link (biasanya teman atau saudara) dan juga alasan PRAKTIS (orang Indonesia tidak suka repot).

Disclaimer

Penulis tidak berafiliasi dengan perusahaan asuransi apapun ataupun agen asuransi manapun. Semua tulisan diatas murni PENDAPAT PRIBADI dari penulis, mohon maaf sebesar-besarnya jika ada pihak-pihak yang tersinggung.

Salam,

Tito Zheng (Pedagang Komputer di Mangga Dua)

Categories: Unit Link 4 | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “KONTROVERSI ASURANSI UNIT LINK [Bagian 4]

  1. rio

    hmm bukannya konsep reksadaan sama dengan konsep yang ada di investasi unit link? investasi untung nasabah untung perusahaan reksadana tetap untung,sebaliknya investasi jatuh nasabah nilai duitnya jatuh perusahaan reksadana tetap untung is that right? trus apa bedanya berinvestasi di reksadana dan berinvestasi di fund manager milik perusahaan asuransi? klo soal returnnya emangnya di reksadana dijamin? enggak kan? sama dong kyk di fund manager perusahaan asuransi,return tidak dijamin (karna pada hakikatny tidak ada investasi yg returnnya dijamin,deposito itu dijamin tapi deposito bukanlah instrumen investasi dalam tataran perencanaan keuangan)

    • Yup, konsepnya sama.
      Bahkan ada perusahaan asuransi tertentu yg produk unitlink dana investasinya dikelola oleh fund manager reksadana juga.

      Yang ditekankan disini adalah, dengan beli terpisah, nasabah tidak dibebankan oleh biaya akuisisi yang tinggi. Sebagaimana kita tau bahwa biaya akuisisi itu fungsi utamanya digunakan untuk bayar komisi agen. Dengan kata lain, si agen asuransi sering kali overpaid padahal belum tentu pelananannya kepada nasabah bagus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: