ASAL USUL PERAYAAN NATAL

BOLEHKAH ORANG KRISTEN MERAYAKAN NATAL??

 

Pada mulanya, orang Kristen tidak mengenal perayaan Natal. Kristen pada zaman dulu hanya merayakan hari raya penampakan Tuhan menjadi manusia, yang disebut Epifani, yaitu peristiwa ketika 3 pendeta Zoroaster dari Arab/Persia mengunjungi bayi Yesus di Bethlehem. Peristiwa ini diperingati pada tanggal 6 Januari (kalender Julian. Peringatan ini baru dimulai sekitar tahun 200 Masehi, sebagai wujud dari UCAPAN SYUKUR AKAN KEDATANGAN SANG JURU SELAMAT.

 

Sebenarnya tanggal pasti kelahiran Yesus orang zaman dulu juga tidak ada tau. Orang zaman dulu hanya berasumsi tgl 1 Januari adalah hari lahir Yesus. Maka dari itu ada istilah Sebelum Masehi (Before Christ) dan Tahun Masehi (Anno Domini).

 

Pada Alkitab sendiri tidak dituliskan Yesus dan teman-temannya memperingati hari ulang tahun-Nya. Dan YESUS TIDAK PERNAH MEMINTA PENGIKUTNYA UNTUK MEMPERINGATI HARI LAHIRNYA, yang ada hanya mengenang peristiwa wafat dan kebangkitan.

 

Tidak ada catatan yang pasti, yang mencatat tanggal kelahiran Kristus. Di Alkitab hanya dikatakan bahwa saat itu para gembala sedang menggembalakan ternak di malam hari. Dan di Al-quran dikatakan bahwa suatu saat, ketika Maria sedang dalam perjalanan dan beristirahat dibawah pohon kurma. Dia mengalami kesakitan dan kelelahan karena sebentar lagi akan melahirkan, malaikat Gabriel turun dan menyerukan Maria untuk menggoyangkan pohon kurma itu maka pohon kurma akan menjatuhkan buah yang masak untuk dimakan.

 

Dari kedua sumber itu, bisa ditafsirkan bahwa YESUS DILAHIRKAN DI MUSIM PANAS, ketika gembala bisa menggembalakan ternak di malam hari, dan ketika pohon kurma sedang panen.

 

Jadi, ada satu kontroversi mengenai hari lahir Yesus. Baik  pada tanggal 1 Januari atau 25 Desember, di daerah Yudea/Palestina sedang MUSIM DINGIN, walaupun tidak turun salju tapi suhu udara di malam hari dibawah nol, jadi tidak mungkin gembala bisa menggembalakan ternak di malam hari. Jadi, menetapkan 1 Januari 25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus adalah hal yang mustahil.

 

 

Lalu kenapa Natal bisa berubah menjadi tanggal 25 Desember?

 

Kita kembali dulu ke waktu sekitar tahun 4000 SM, di Kerajaan Babilonia.

 

Pada waktu itu ada seorang bernama NIMROD, yang merupakan pendiri sistem kehidupan manusia dan raja manusia yang pertama. Menurut cerita, Nimrod adalah seorang pemburu yang sakti dan perkasa, mungkin sebanding dengan Hercules atau Gatot Kaca. Dia mampu melindungi rakyat Babilonia dari serangan hewan buas dan ancaman lainnya. Dia merupakan pendiri beberapa kota besar yang terkenal di peradaban kuno, misalnya Babel, Akad, Asyur, Niniwe.

 

Diceritakan Nimrod menikah dengan seorang wanita bernama SEMIRAMIS. Wanita ini selain cantik luar biasa, dia juga sangat pintar. Pasangan yang serasi dengan Nimrod Yang Perkasa. Babilonia mengalami masa keemasan dibawah pasangan ini. Namun pada suatu ketika, Nimrod meninggal secara misterius.

 

Setelah Nimrod meninggal, otomatis kekuasaan Semiramis menjadi terancam karena tidak ada figur pelindung lagi bagi Kerajaan Babilonia. Beberapa saat setelah kematian Nimrod, secara misterius Semiramis HAMIL TANPA SUAMI dan kemudian melahirkan seorang anak yang diberi nama Tammuz (beberapa sumber menyebutnya bernama Nimrod juga).

 

Semiramis mengatakan kepada rakyat Babilonia bahwa Nimrod tidak meninggal, melainkan Nimrod meninggalkan kehidupan duniawi dan Roh Nimrod sekarang menjadi DEWA MATAHARI Penguasa Langit. Beberapa saat setelah Nimrod meninggal, Roh Nimrod menghampiri Semiramis dan membuatnya hamil. Dan anak yang dikandung itu merupakan reinkarnasi dari jiwa Nimrod dan menjadi pelindung rakyat Babilonia.

 

Mengingat kesaktian Nimrod, maka rakyat Babilonia percaya dengan ajaran tersebut. Dan pada waktu itu juga untuk pertama kalinya, manusia mulai menyembah berhala, Dewa Matahari. Sedangkan Semiramis dianggap sebagai Ratu Langit dan Tammuz adalah Putera Langit. Semiramis selain disembah sebagai Ratu Langit, dia juga dikenal sebagai Dewi Kesuburan. Dan pada masa itu pula, kerajaan Babilonia menjadi Kerajaan Agama yang pertama di dunia.

 

Tapi sayangnya Tamuz tidak berumur panjang, dia meninggal di usia muda. Dan sekali lagi Semiramis berada dalam posisi yang kurang menguntungkan. Maka Semiramis menciptakan ajaran baru, bahwa Tammuz sudah bergabung dengan Bapa-Nya di Langit tapi terus menjaga Babilonia dalam wujud ROH YANG BERSEMAYAM DI POHON CEMARA. Setiap tanggal kelahiran Tammuz/Nimrod, Rohnya akan turun dari langit dan bersemayam di puncak pohon cemara.

 

Kenapa pohon cemara?

Kemungkinan Semiramis memilih pohon karena tunas cemara bisa tumbuh dari pohon tua yang sudah mati, melambangkan reinkarnasi. Dan cemara dikenal sebagai pohon yang daunnya selalu hijau sepanjang tahun, melambangkan Nimrod terus menjaga Babilonia sepanjang Tahun.

 

Tampaknya ajaran ini bisa diterima rakyat Babilonia dan pemujaan kepada dewa matahari ini semakin berkembang menjadi suatu kepercayaan yang besar dibawah kepemimpinan Semiramis. Setiap menjelang ulang tahun Nimrod, rakyat Babilonia menebang puncak pohon cemara dan menaruhnya dirumah kemudian dihiasi dengan topeng-topeng. Sebagai persiapan kedatangan Roh Nimrod.

 

Melalui perjalanan sejarah (peristiwa Babel), ajaran “Pemujaan Ibu dan Anak” ini kemudian terpencar ke segala penjuru dunia dan diadaptasi di berbagai negara.

– Di Mesir dikenal cerita Dewi Isis dan Dewa Horus

– Di Romawi dikenal dengan Dewi Fortuna dan Dewa Jupiter

– Di India dikenal dengan Devaki dan Khrisna

 

Dan menurut catatan sejarah, hari lahir Nimrod adalah tgl 25 Desember (kalender Julian). Maka dari itu ada kesamaan yang serupa di berbagai negara di dunia dalam hal pemujaan hari lahirnya Dewa Matahari.

 

Tradisi ini terus dilestarikan selama ribuan tahun, bahkan termasuk setelah Romawi menguasai sebagian dunia. Orang Romawi setiap menjelang 25 Desember, mereka menghiasi rumah dengan hijau-hijauan, memasak masakan istimewa, dan saling memberikan hadiah sebagai ucapan syukur dalam menyambut Matahari Baru yang mengakhiri musim dingin. Sebagai catatan tambahan, setiap 22 Desember (kalender Gregorian) merupakan peristiwa Titik Balik Matahari, dimana siang menjadi lebih lama daripada malam.

 

Sebelum Kaisar Konstantin memeluk agama Kristen, Kristen dianggap agama sesat karena hanya menyembah satu Tuhan, dan pengikutnya diburu dan dibunuh dengan keji. Tapi setelah Kaisar Konstanti memeluk agama Kristen, barulah orang-orang romawi mulai ikut ajaran Kristen. Meskipun sudah memeluk agama Kristen, kebiasaan merayakan pesta 25 Desember sulit dihilangkan dari adat Romawi.

 

Dan hal ini sedikit menimbulkan kekacauan, karena perayaan 25 Desember ini berdasarkan pemujaan kepada Dewa Matahari, sedangkan Kristen sangat menentang penyembahan kepada berhala.

 

Maka pada konsili di Nikea pada tahun 325M, dicari win-win solution dan diputuskan bahwa tgl 25 Desember adalah peringatan hari lahir Yesus Kristus, Matahari dan Cahaya Baru bagi dunia. Dan juga hari minggu merupakan hari sabat menggantikan hari sabtu. Karena hari minggu merupakan hari pemujaan kepada Dewa Matahari.

 

Dan sejak itulah orang Kristen mulai merayakan Natal pada tanggal 25 Desember dan melakukan Ibadah pada hari minggu. Karena Yesus sudah datang ke dunia sebagai MATAHARI BARU dan JURU SELAMAT.

 

 

Asal Usul Sinterklas

 

Sinterklas adalah sebuah tokoh fiktif karangan Uskup Nicholas, seorang uskup di daerah Myra (kota kecil di Turki). Salah satu karyanya yang terkenal adalah sering diam-diam memberikan hadiah kepada anak-anak.

 

Dia bercerita kepada anak-anak jika seorang anak bertingkah laku baik dan sopan, maka Sinterklas akan memberikan hadiah sebelum Natal. Dan setelah Uskup Nicholas meninggal, tradisi ini terus dilakukan para orang tua untuk anaknya.

 

 

Asal usul Pohon Natal

 

Dalam ajaran pemujaan kepada Dewa Matahari, pohon cemara dianggap sebagai tempat bersemayamnya Roh Nimrod, Sang Dewa Matahari.

 

Dalam ajaran Kristen, menghiasi rumah dengan pohon natal dianggap sebagai simbol mengucap syukur atas karunia Tuhan yang kekal. Dan juga sebagai simbol kehidupan kerohanian kita selalu hijau seperti pohon cemara. (Yesaya 60:13: Kemuliaan Libanon, yaitu pohon sanobar, pohon berangan dan pohon cemara, akan dibawa bersama-sama kepadamu, untuk mempersemarak tempat bait kudus-Ku, sebab Aku hendak memuliakan tempat kaki-Ku berjejak).

 

 

Kado Natal

 

Dalam perayaan panen, rakyat Romawi saling memberikan hadiah kepada orang disekitarnya sebagai bentuk ucapan syukur.

 

Beberapa ajaran Kristen mengatakan, pemberian hadiah natal ini terinspirasi dari 3 Pendeta dari Timur yang memberikan hadiah kepada bayi Yesus. Tapi yang perlu digaris bawahi, 3 Pendeta itu memberikan hadiah SETELAH Yesus lahir, bukan sebelum Yesus lahir.

 

Dan juga ada yang lucu tentang kado Natal. Misalnya Natal adalah perayaan hari ulang tahun Yesus, trus yang hadir pada perayaan itu adalah teman-teman Yesus. Tapi kemudian kado ulang tahun itu bukan diberikan kepada Yesus, melainkan kepada teman-teman yang hadir. Bagaimana perasaan Yesus?

 

Terlepas dari kontroversi kado Natal. Ada hal baik tentang kado Natal ini. Yaitu pada saat menjelang Natal, orang-orang jadi banyak berbelanja. Dan artinya turut menggerakkan roda perekonomian.

 

 

=====================================================

 

Cerita diatas hanya merupakan suatu referensi tentang asal-usul perayaan Natal. Mengenai boleh tidaknya umat Kristen merayakan Natal, kembali lagi ke diri masing-masing. Maka dari itu ada beberapa Gereja Kristen yang memperingati hari kelahiran Yesus bukan 25 Desember, misalnya ada yang merayakan pada hari minggu kedua bulan Desember. Atau ada sebagian lagi yang tetap mengikuti tradisi lama pada tanggal 6 Januari (tgl 2-8 Januari, diambil hari Minggu nya).

 

Bagi saya pribadi, Hari Natal merupakan Hari Libur Terakhir dalam 1 tahun dan waktu untuk berkumpul bersama teman dan keluarga, untuk mensyukuri rejeki yang sudah diperoleh selama 1 tahun. Natal juga sebagai pengganti dari Hari Festival Dongzhi (sembayang ronde) dalam tradisi tionghua.

Categories: Natal dan Asal Usulnya | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: