AWAL YANG BARU

AWAL YANG BARU

Adolf Hitler dituntut hukuman penjara 5 tahun atas tuduhan kudeta, tapi dia hanya menjalani masa hukuman selama 9 bulan. Artinya Hitler mendapatkan REMISI 4 tahun, 3 bulan. Hal yang tidak biasa pada waktu itu. Dan memang Hitler juga bukan orang biasa.

Dalam masa tahanan 9 bulan, Hitler selain menyelesaikan buku Mein Kampf, dia juga banyak merenungkan kesalahan kudetanya. Hitler menyadari, sebesar apapun Partai Nazi, mereka tidak mungkin bisa menggulingkan pemerintahan tanpa dukungan dari Angkatan Bersenjata dan elemen-elemen pemerintahan yang terkait. Dan Hitler sudah mempunyai RENCANA BARU untuk itu.

Sebelum Hitler bisa melaksanakan rencana besarnya, dia harus membereskan beberapa masalah terlebih dahulu. Pertama adalah masalah dari pemerintahan provinsi Bavaria. Setelah kegagalan kudeta dan beberapa pentolan Nazi ditangkap, Partai Nazi dilarang existensinya untuk muncul di surat kabar atau pamflet-pamflet politik. Partai Nazi juga dilarang untuk melakukan kegiatan pengumpulan massa. Maka Hitler secara pribadi menemui gubernur Bavaria dan meyakinkan dia bahwa Partai Nazi akan berkelakuan baik, mendukung pemerintahan, dan menuruti peraturan demokrasi yang berlaku.

Maka pemerintah Bavaria memberikan sedikit kelonggaran, Partai Nazi diijinkan untuk melakukan konferensi internal saja, tapi belum diperbolehkan untuk melakukan propaganda dan aksi pengumpulan massa. HITLER JUGA DILARANG UNTUK BERPIDATO DI DEPAN PUBLIK SELAMA 2 TAHUN. Untuk meyakinkan pemerintah, pada tangal 26 February 1925, Adolf Hitler menuliskan sebuah artikel editorial yang panjang pada surat kabar Nazi, yang berisikan aturan main yang baru bagi Partai Nazi.

Kedua adalah masalah dari internal, akibat kehilangan Adolf Hitler pimpinan absolut, Partai Nazi bagaikan anak ayam kehilangan induknya. Sesama petinggi partai sering terlibat konflik horizontal karena perbedaan pendapat. Maka dalam konferensi Partai Nazi yang pertama setelah Hitler bebas dari penjara, dia langsung mengumumkan bahwa dirinya kembali mengambil alih kekuasaan absolut dalam tubuh partai.

Dan karena aktivitas partai dibatasi oleh pemerintah hanya sebatas kegiatan internal, maka Hitler mengambil waktu tersebut untuk membenahi internal partai. Hitler kemudian membagi partai Nazi menjadi dua sub-organisasi besar.

Organisasi yang pertama bertujuan untuk merencakan ambil alih kekuasaan. Organisasi ini bertanggung jawab terhadap propaganda politik Nazi, dan bertanggung jawab untuk memenangkan Hitler dalam pemilihan umum. Sehingga Adolf Hitler dan Partai Nazi bisa mengambil alih kekuasaan negara secara legal.

Organisasi yang kedua bertujuan mengambil alih fungsi pemerintahan. Organisasi yang kedua ini kemudian dipecah lagi menjadi lembaga-lembaga kecil yang mirip dengan susunan lembaga negara. Ada Lembaga Hukum dan Peradilan, Lembaga Pertanian, Lembaga Ekonomi, Lembaga Propaganda, bahkan Lembaga Kebudayaan. Bisa dikatakan organisasi yang kedua ini adalah miniatur dari pemerintahan suatu negara. Dan ketika dalam proses mendirikan organisasi ini, Hitler menemukan seorang anak muda berbakat yang bernama Joseph Goebbels. Orang ini memiliki gelar Doktor, dia pandai menuliskan naskah pidato, cakap dalam berorganisasi, dan sangat fasih dalam di media massa. Kelak Goebbels ini yang menjadi orang kepercayaan Hitler dan menjadi Menteri Propaganda paling terkenal sepanjang masa.

Pada sub-organisasi yang pertama, Hitler mendirikan sebuah LEMBAGA KEPEMUDAAN yang terdiri dari anak muda Jerman berusia 10-18 tahun. Dari pengalamannya, Adolf Hitler menyadari bahwa masa remaja adalah masa yang paling penting dalam membentuk karakter seseorang. Maka Hitler hendak mengarahkan anak-anak muda tersebut dengan ideologinya agar kelak bisa menjadi kader partai yang setia dan tangguh.

Selain itu, Hitler juga mendirikan LEMBAGA KEWANITAAN yang anggotanya terdiri dari kaum wanita simpatisan partai Nazi. Adolf Hitler tau, jika dia bisa menempatkan wanita dalam kesejajaran politik, maka dia bisa meningkatkan popularitasnya. Dan pada waktu itu, merupakan pertama kalinya wanita mendapatkan hak yang sejajar dalam dunia politik. Organisasi ini mendapatkan banyak respon positif dari kaum wanita.

Setelah kudeta yang gagal, Partai Nazi sering mendapat perlakuan buruk dari partai oposisi. Maka Hitler mengorganisir kembali pasukan SA. Mereka diberikan seragam warna coklat, sepatu boot, simbol swatika di lengan, memakai lencana pengenal dan topi. Pasukan SA ini bertugas untuk mengamankan setiap aktivitas partai dan sering ditugaskan untuk berpatroli di kota. Seragam yang mencolok membuat SA gampang dikenali dan menjadikan mereka sebagai iklan berjalan seolah mengatakan kepada masyarakat bahwa “Partai Nazi masih hidup”.

Dari anggota pasukan SA, beberapa orang yang terbaik dipilih dan dijadikan bodyguard pribadi Adolf Hitler. Regu ini dinamakan Schutzstaffel, atau disingkat menjadi SS. Mereka mengenakan seragam warna hitam, dan semakin berkembang dibawah pimpinan Heinrich Himmler. Pasukan SS ini yang kelak menjadi simbol teror bagi masyarakat di Eropa karena kekejamannya pada Perang Dunia II dan yang bertanggung jawab terhadap eksekusi jutaan orang Yahudi.

Partai Nazi didirikan untuk mengubah Jerman menjadi negara yang lebih baik setelah Perang Dunia I. Namun sebelum Partai Nazi sempat berunjuk gigi di pentas pemilihan umum nasional, kondisi negara Jerman mulai membaik. Dan hal ini kurang menguntungkan bagi Nazi yang beroposisi dengan pemerintah.

Pihak sekutu mulai melunakan tuntutan ganti rugi Perang Dunia I. Sementara itu Amerika sebagai negara paling makmur pada waktu itu mulai melakukan investasi besar-besaran terhadap Jerman. Investasi itu sangat membantu Jerman dalam mengembangkan sektor industri yang menyerap banyak tenaga kerja, maka otomatis pengangguran semakin berkurang.

Sementara itu, pihak Angkatan Bersenjata mulai berdamai dengan pemerintahan yang berkuasa. Seorang Perwira tinggi veteran Perang Dunia I, Paul von Hindenburg, terpilih menjadi presiden baru. Pemerintahan Hindenburg didukung oleh beberapa partai yang berkuasa, sehingga banyak usaha kudeta yang serupa dengan Nazi bisa dipatahkan sebelum sempat beraksi. Oleh karena itu, negara sedang dalam kondisi stabil.

Seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dan stabilnya pemerintahan, rakyat Jerman mulai santai dan menikmati hidup. Seruan-seruan untuk reformasi yang sering dikumandangan oleh Partai Nazi mulai dilupakan orang. Bahkan karena Hitler sudah lama tidak muncul membawakan pidato di depan publik, orang mulai melupakan sosok Adolf Hitler. Orang-orang malah lebih mengenal karakter pelawak dari Inggris, Charlie Chaplin, yang kumis dan gerak tubuhnya mirip dengan Adolf Hitler.

Hitler pernah mengatakan, bahwa tahun 1926 – 1929 merupakan masa paling damai dalam hidupnya. Dia bisa jalan-jalan bertamasya keling Jerman, dan sambil menikmati pemandangan yang asri di pedesaan. Dia membayangkan alangkah bahagianya jika Jerman memiliki tanah yang luas, sehingga setiap rakyat Jerman bisa menikmati kesenangan yang dia rasakan ketika tahun-tahun tenang tersebut.

Pada saat-saat tenang ini, Adolf Hitler juga menemukan KEKASIH HATI. Yaitu keponakannya sendiri, Geli, anak perempuan dari kakak tirinya, Angela (baca Bagian I). Saat itu Hitler berusia 39 tahun, sedangkan Geli berusia 20 tahun. Pada tahun itu Hitler menemukan masa-masa paling BAHAGIA bersama Geli. Mereka sering terlihat shopping bersama, nongkrong di kafe, nonton teater, konser, bahkan Geli sering diikut sertakan menemani Hitler dalam berbagai pertemuan penting.

Karena popularitas Partai Nazi mulai menurun, perlahan-lahan timbul rasa ketidakpuasan dalam anggota Partai Nazi, terutama anggota dari generasi awal. Beberapa pengurus partai sempat menemui Hitler di masa liburnya dan mendesak Hitler untuk mengambil tindakan revolusi seperti sebelumnya, Hitler tetap menolak, dan memilih untuk tetap mengikuti peraturan yang berlaku.

Adolf Hitler menyadari, bahwa keadaan stabil dan nyaman ini hanya bersifat sementara. Sebab pemerintahan sekarang hidup dari waktu dan uang yang dipinjam dari luar. Sementara kesenjangan ekonomi antara orang Yahudi dan orang Jerman masih sangat kentara, karena orang Yahudi banyak mendapat dukungan dari Amerika dan sekutu.

Adolf Hitler saat ini hanya sedang menunggu. Dia tau bahwa ketika masa-masa damai ini berlalu dan kesenjangan mulai memuncak, itulah saatnya bagi dirinya untuk tampil kembali. Dan momen itu ternyata tiba lebih cepat dari yang diperkirakan olehnya.

Adolf Hitler mengetahui bahwa sekarang merupakan saat baginya untuk BERGERAK.

Categories: ROH Part 09 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: