EVA BRAUN, SISI LAIN KEHIDUPAN HITLER

EVA BRAUN – LIFE WITH HITLER

 

Adolf Hitler menjadi seorang Kanselir Jerman, setelah 14 tahun memulai karir politiknya, suatu prestasi yang luar biasa mengingat latar belakang Hitler yang pernah menjadi seorang gelandangan, bahkan sempat ada isu tentang kewarganegaraannya. Foto Hitler terpampang dengan berbagai pose yang berwibawa dan berkharisma di berbagai surat kabar seantero Jerman. Orang selalu mengatakan “Dibelakang seorang pria yang sukses, terdapat seorang wanita yang hebat”. Namun sejak kematian Geli Raubal, tidak pernah terlihat ada wanita disisinya. Hitler selalu menghadiri pesta dan berbagai perjamuan seorang diri, tentu saja disertai oleh beberapa pengawal pribadi. Padahal dalam perjamuan atau pertemuan informal, setiap pria yang berpengaruh selalu membawa pasangannya untuk ikut bersosialisasi.

 

Apakah tidak ada wanita yang suka kepada Hitler?

Tentu saja banyak, dan dalam sehari Hitler menerima ribuan surat cinta dari para penggemarnya. Hitler seorang pria mapan yang berada di puncak karir, penampilan berwibawa dan berkharisma. Punya dukungan dana yang kuat, punya kuasa yang hampir tidak terbatas, ramah terhadap para pendukung, membela hak wanita dan dekat dengan anak-anak. Kriteria seorang pria idaman wanita.

 

Salah satu penggemar Hitler yang paling terkenal dalam sejarah adalah EVA BRAUN. Dia adalah kekasih gelap Hitler yang kemudian dinikahi sehari sebelum menjelang ajal. Walaupun hidup sebagai kekasih gelap, cinta dan kesetiaan Eva kepada Hitler sangat besar. Cinta tanpa syarat ini ditunjukan Eva ketika turut menemani Hitler bunuh diri setelah Tentara Merah sudah mulai memasuki kota Berlin. Banyak ahli sejarah yang turut bersimpati atas kematian Eva Braun ini, mereka mengatakan Eva Braun adalah seorang wanita yang bodoh karena jatuh cinta pada Iblis sehingga nasibnya berakhir dengan tragis.

 

Seperti apa hubungan Eva Braun dengan Adolf Hitler, sehingga wanita pirang ini bersedia mendampingin Hitler sampai pada detik-detik terakhir.  Dari berbagai sumber yang menuliskan hubungan Eva dan Hitler, semua mengatakan hal yang serupa. Kehidupan cinta Eva tidak bahagia karena lebih sering ditinggal sendirian oleh Hitler, bahkan Hitler terkesan tidak perduli sama sekali kepadanya. Dan Eva Braun pernah mencoba untuk bunuh diri sebanyak dua kali.

 

Eva Anna Paula Braun dilahirkan pada tanggal 6 Februari 1912. Jadi usia gadis ini 23 tahun lebih muda dari Hitler. Awal pertemuan Eva dan Hitler adalah ketika Eva berusia 17 tahun. Pada waktu itu dia bekerja sebagai asisten pribadi Heinrich Hoffmann, seorang fotografer pribadi Adolf Hitler. Namun pada waktu itu Eva hanya seorang SECRET ADMIRER, karena pada saat itu Hitler sedang bersama Geli Raubal.

 

Sebagai asisten fotografer, Eva dan Hitler sering berhubungan. Bahkan pernah sekali Hitler, ketika masih bersama Geli, dia membawa Eva menaiki mobil Mercedez Benz pribadinya. Dan kejadian ini sempat menimbulkan pertengkaran hebat antara Hitler dengan Geli. Bahkan akibat pertengkaran ini ada isu yang mengatakan Geli bukan bunuh diri, melainkan karena dibunuh oleh orang suruhan Hitler. Tapi waktu itu Hitler adalah orang yang berpengaruh, maka tidak ada penyelidikan lebih lanjut tentang sebab kematian Geli.

 

Pada tahun 1931, setelah Geli bunuh diri, Hitler jadi sering berhubungan dengan Eva dan mulai tertarik kepadanya. Bagi Hitler, Eva adalah sosok wanita muda yang menarik, cocok sebagai penghias seorang pria mapan dan berpengaruh sepertinya. Namun kenyataannya Hitler tidak pernah membawa Eva keluar untuk mendampinginya dalam berbagai pertemuan. Hitler lebih suka pergi sendiri dan Eva dibiarkan menunggunya pulang, tapi Hitler terlalu sibuk dan sering mengabaikannya ketika sudah sampai di rumah.

 

Hitler dan Eva tidak pernah mempublikasikan hubungan mereka, lagipula tidak ada yang bisa dipublikasikan. Hitler sendiri tidak pernah menjelaskan kepada Eva mengenai status hubungan mereka. Bagi orang lain yang melihatnya, hubungan mereka hanya terlihat sebagai hubungan teman, atau seorang paman dengan ponakan karena perbedaan usia yang sangat mencolok.

 

Dalam romantisme yang tidak jelas ini, Hitler tetap menyediakan berbagai keperluan untuk Eva. Mulai dari tempat tinggal, sampai sopir pribadi. Namun Hitler tidak pernah menyentuh Eva secara romantis ataupun tidur dengannya. Bagi Hitler, Eva hanya pemuas kebutuhan secara emosional, seperti seorang anak kecil yang puas melihat sirkus.

 

Pernah sekali Eva ingin mencoba lebih dekat dengan Hitler, dia mencoba mendapatkan perhatian Hitler dengan menjadi perokok dan menggodanya dengan pose menarik. Namun respon Hitler tetap biasa saja, tidak menunjukkan perhatian dan ketertarikan sama sekali.

 

Hitler pernah berkata kepada salah seorang supir pribadinya, Heinz Linge, “Eva hanya seorang gadis muda. Beban sebagai pendamping seorang yang posisi seperti saya terlalu berat baginya. Tapi dia satu-satunya wanita untukku. Dan kami menjalankan sebagaimana adanya saja…”

 

Pada tahun 1932, ayah Eva meninggal dunia. Kejadian ini membawa kesedihan bagi Eva. Tapi Hitler tetap tidak perduli kepadanya, dan sebaliknya Hitler sibuk dengan agenda kampanye untuk menjadikan Partai Nazi sebagai suara mayoritas dalam Reichstag.

 

Tidak kuat menahan kesedihan dan kesepian, Eva mencoba bunuh diri dengan menembak pistol ke lehernya. Namun nyawa Eva bisa diselamatkan, dan Hitler membatalkan jadwal kampanye dan memilih menemani Eva di rumah sakit. Kejadian ini membuat Nazi kehilangan dua juta suara dan 34 kursi di Reichstag. Sebenarnya pada waktu itu emosi Eva juga dipengaruhi oleh rasa cemburu, sebab pada saat itu ada seorang bintang film wanita yang juga dekat dengan Hitler, bernama Renate Mueller.

 

Tentu saja kejadian ini cukup mempengaruhi Hitler, karena sebelumnya Hitler sudah mengalami trauma atas kematian seorang wanita yang dekat dengannya, Geli Raubal. Setelah itu Hitler semakin menunjukan perhatian lebih untuk Eva. Hitler jadi sering mengajak Eva berjalan-jalan dan kadang menonton teater. Namun hubungan Hitler dan Eva dimata orang lain masih sebatas paman dan ponakan, tidak ada sisi romantisme sama sekali. Bahkan pernah sekali ketika menemani Hitler makan malam di hotel bersama teman-temannya, Eva tidak diperhatikan sama sekali dan tidak diajak bicara sepatah katapun.

 

Namun saat-saat bahagia Eva ketika mendapatkan perhatian Hitler hanya berlangsung beberapa minggu saja. Setelah itu Hitler kembali sibuk dengan urusan politiknya. Dalam seminggu mereka hanya sempat bertatap muka 3-4 jam saja.

 

Partai Nazi sendiri memang berusaha menutup rapat-rapat masalah hubungan Adolf Hitler dengan Eva Braun. Karena dalam beberapa pidatonya, Hitler mengklaim dirinya tidak akan menikah karena dia sudah menikah dengan “rakyat Jerman”, dan semua anak-anak Jerman adalah anak Hitler juga. Setelah Perang Dunia I, banyak wanita di Jerman yang menjadi janda, dan anak-anak menjadi yatim. Status bujangan Hitler yang berpenampilan unik dan berkharisma membawa daya tarik tersendiri bagi para wanita Jerman, dan menambah jumlah suara dalam pemilihan umum. Dan ini salah satu sebab Eva Braun tidak pernah tampil didepan publik bersama Hitler.

 

Pernah sekali, ada seorang fotografer yang diam-diam mengambil foto Hitler ketika mencium tangan Eva Braun, dan kemudian diterbitkan di salah satu surat kabar di Jerman. Menurut Nazi, foto tersebut terlihat sangat intim dan keesokan harinya fotografer itu ditemukan sudah tidak bernyawa.

 

Pada tahun 1935, Eva Braun kembali berusaha bunuh diri. Dia menelan obat tidur dalam jumlah banyak, tapi berhasil tertolong oleh dokter pibadi Hitler.

 

Dalam surat yang ditulis sebelum bunuh diri, tertulis “Seandainya saja pada waktu itu saya tidak menatap matanya…”

 

Setelah kejadian itu, Hitler menjadi semakin dekat dengan Eva. Hitler kemudian semakin sering terlihat bersama Eva. Dan dalam memperkenalkan kepada tamunya, Hitler selalu berkata “dia sekretaris pribadiku”.

 

Meskipun sering dikecewakan Hitler karena kurang perhatian kepadanya, Eva Braun setia kepada Hitler sampai akhir hayatnya. Ketika perang sudah hampir mencapai akhir dan Tentara Merah sudah mencapai kota Berlin, Eva Braun memilih untuk tinggal bersama Hitler dalam bunker pertahanan, meskipun saat itu Hitler sudah mengusirnya pergi demi keselamatannya.

 

Dan penantian Eva selama 16 tahun bersama Hitler membuahkan hasil. Pagi hari jam 04:00, tanggal 29 April 1945, Adolf Hitler menghargai kesetiaan Eva Braun dengan menikah secara resmi disaksikan oleh Joseph Goebbels dan Martin Bormann, sekretaris Hitler pada waktu itu. Surat nikah mereka tertulis atas nama Adolf Hitler dan Eva Hitler, terlahir sebagai Braun. Setelah itu mereka menghabiskan waktu seharian di kamar pribadi Hitler. Tapi mereka hanya menikmati hidup sebagai suami istri selama 36 Jam.

 

Pada tanggal 30 April 1945, setelah makan siang jam 13:00, Adolf Hitler menyampaikan salam perpisahan secara personal dengan orang-orang dalam bunker, termasuk keluarga Goebbels dan Martin Bormann. Kemudian Hitler dan Eva masuk kedalam ruang belajar dalam bunker.  Sekitar jam 15:30 terdengar suara letusan pistol dari kamar Hitler. Sopir pribadi Hitler, Heinz Linge, menemukan Hitler sudah tidak bernyawa dengan lubang peluru di kepala. Sedangkan Eva tergeletak disisinya setelah menelan pil sianida.

 

Sebelum mengakhiri hidupnya, Eva sempat menuliskan sepucuk surat kepada kakaknya:

“Saya harus menuliskan surat ini untukmu, supaya kamu tidak sedih atas akhir nasib yang akan menimpa kami (Eva dan Hitler) di bunker. Sebaliknya kami yang merasa bersedih kepadamu karena harus melewati hari yang penuh kekacauan setelah kejadian ini. Diriku sendiri sangat senang bisa menemani Fuhrerku sampai akhir hayatnya.

 

Apa lagi yang akan ditawarkan dunia kepadaku? Saya sudah merasa hidupku sangat sempurna. Hidup sudah memberikan yang terbaik bagiku. Dan saya tidak merasa harus melanjutkan hidup. Sekarang saat yang tepat untuk mengakhiri hidup. Bersama Fuhrer, saya sudah memiliki segalanya dan sangat bahagia bisa menemani disampingnya.

 

Hiduplah dengan bahagia selama kamu bisa. Jangan meneteskan air mata ataupun menyayangkan kematian kami. Ini adalah suatu akhir yang baik dan sempurna, dan kami sudah mengambil keputusan. Ini adalah akhir yang tepat bagi seorang Wanita Jerman

 

Salam,

Eva Hitler”

 

Sejak perjumpaan pertama, saya sudah bersumpah untuk mengikutimu kemanapun kau pergi, bahkan sampai kematian. Saya hidup hanya untuk mencintaimuisi surat Eva Braun kepada Adolf Hitler

Categories: ROH Part 15 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: