KANSELIR ADOLF HITLER

JERMAN MENYAMBUT KANSELIR ADOLF HITLER

 

“Bagaikan sebuah mimpi, sebuah cerita dongeng, era pemerintahan baru telah lahir. Keringat dan air mata kami selama 14 tahun sudah terbayar oleh kemenangan ini. REVOLUSI JERMAN TELAH DIMULAI”, tulis Joseph Goebbels dalam buku diary nya.

 

Revolusi apa yang dimaksudkan? Nanti akan diceritakan lebih lanjut.

 

Banyak orang yang berusaha menjegal Hitler dalam langkahnya menuju posisi Kanselir. Mulai dari Presiden Hindenburg sendiri, mantan kanselir Heinrich Bruening, Jenderal Kurt von Schleicher, dan sejumlah pemimpin lain yg namanya tak disebutkan, bahkan Franz von Papen sendiri pernah memiliki agenda untuk menjegal Hitler. Tapi semuanya gagal dan memiliki satu kesamaan, yaitu MEREMEHKAN ADOLF HITLER. Mereka semua mengira Hitler adalah anak kemarin sore yang cepat muncul, cepat pula tenggelam. Tapi sebenarnya mereka hanya melihat “Puncak Gunung Es” saja.

 

Sejak kegagalan pada revolusi di Munich pada tahun 1923 silam, Hitler banyak menghabiskan waktunya untuk berpikir dan menyusun rencana yang hati-hati untuk bangkit lagi. Saat itu Partai Nazi dan Pasukan SA hampir bubar, tapi dengan perlahan dibina kembali menjadi partai terbesar di Jerman.

 

Selain keahlian Hitler, dia juga mendapat banyak dukungan dari teman-teman yang setia. Sebut saja Joseph Goebbels, yang ahli propaganda. Kapten Ernst Rohm yang memimpin Pasukan SA. Hermann Goring, tangan kanan Hitler yang mantan pilot angkatan bersenjata, memiliki banyak koneksi dengan petinggi militer dan kaum bangsawan. Dan Henrich Himmler, kepala SS yang bertugas mengamankan Hitler dari berbagai usaha pembunuhan dari lawan politik.

 

Dan satu hal penting lagi yang membuat Hitler sukses, adalah dia mencapai puncak prestasi tanpa ada campur tangan dari negara luar yang menghalangi. Padahal sejak diterbitkan buku Mein Kampf, sudah banyak pengamat politik diluar Jerman yang memprediksi bahaya dari Adolf Hitler. Tapi saat itu semua pemimpin negara sibuk dengan urusan negara masing-masing setelah terjadi KRISIS EKONOMI GLOBAL.

 

Dan bencana krisis ekonomi ini juga yang membuat rakyat Jerman berpaling kepada Hitler, karena saat itu pemerintah koalisi tidak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan Hitler dengan energi yang meluap-luap sangguh menghipnotis setiap orang yang mendengarkan pidatonya. Yah, pada dasarnya manusia adalah makhluk yang lemah dan suka menyembah sesuatu. Terutama sesuatu yang disembah itu memberikan harapan yang baik di masa depan.

 

Ketika Hitler diangkat jadi Kanselir, Nazi hanya menempati 3 kabinet dalam pemerintahan. Hermann Goring menjadi Menteri Tanpa Portofolio (Menteri negara yang tidak mengepalai dapartemen) dan sekaligus menjadi Menteri Pemerintahan Provinsi Prussia (provinsi ibukota Berlin). Dengan kekuasaannya Goring banyak merombak anggota kepolisian Jerman dengan orang-orang yang setia kepada Nazi. Dan juga kelak bertanggung jawab terhadap pembentukan GESTAPO, polisi rahasia Jerman yang meneror seluruh Eropa bersama-sama pasukan SS. Peran Gestapo bukan mata-mata, melainkan melakukan investigasi dan interogasi musuh negara, mirip FBI di Amerika.

 

Dan Kementrian lainnya yang diberikan untuk Nazi adalah Menteri Dalam Negeri, yang dikepalai oleh Wilhelm Frick. Dan Frick ini yang kelak bertanggung jawab atas pengesahan Undang-Undang yang rasial dan membatasi hak orang Yahudi, pembatasan parpol, dan pengesahan dokumen yang mengirimkan banyak lawan politik Hitler ke kamp konsentrasi.

 

Presiden Hindenburg sengaja hanya memberikan 3 posisi kepada Hitler, supaya Nazi tetap dibawah kendali. Dan untuk itu, Papen sebagai orang kepercayaan Hindenburg, diangkat menjadi Wakil Kanselir untuk mengawasi gerak gerik politik Hitler. Tapi Papen punya agenda sendiri dengan mendukung Hitler, yaitu mengembalikan KEJAYAAN KAUM BANGSAWAN di Jerman. Kaum bangsawan melihat Hitler sebagai peluang untuk mengembalikan pemerintahan Jerman kembali ke Monarki, dan mengembalikan hak-hak kaum bangsawan. Kaum bangsawan tahu bahwa Hitler akan meruntuhkan pemerintahan Republik, dan dalam situasi politik yang kacau, kaum bangsawan bisa menempatkan orang pilihan mereka sebagai kepala negara pengganti Kaiser terdahulu.

 

Sementara itu kaum industrialis dan bankir juga punya agenda tersendiri atas kesuksesan Hitler. Karena dalam propaganda Nazi, Hitler menjamin kebebasan dan peluang BISNIS. Nazi akan memberantas kaum Komunis, sehingga persekutuan dagang bisa berjalan.

 

Kalangan militer juga berharap banyak atas kesuksesan Hitler. Mereka percaya Hitler akan mengoyakan Perjanjian Versailles, dimana pemerintahan Republik tidak melakukannya, dan militer bisa melakukan expansi kekuatan sehingga Jerman bisa kembali berjaya sebagai negara superpower seperti ketika sebelum PD I.

 

Pertanyaan klasik. Kenapa Hitler bisa mendapat dukungan dari begitu banyak kalangan?

Sudah pernah diceritakan sebelumnya, Hitler mempunyai keahlian untuk mendengarkan (listening) keinginan orang lain dan mampu menyampaikan kata-kata yang ingin didengarkan oleh orang lain.

 

Demikian sekilas latar belakang kesuksesan Hitler, sekarang kita kembali kepada perayaan Adolf Hitler menjadi Kanselir.

 

Pada sore hari, 30 Januari 1933, kota Berlin dimeriahkan oleh barisan Pasukan SA dan SS yang menyambut kemenangan Hitler. Mereka berbaris rapi menuju istana kepresidenan melalui Wilhelmstrasse, sebuah jalanan utama kota Berlin, sambil memegang obor. Sepanjang jalan terdengar suara gegap gempita langkah sepatu boot yang serempak, diiringi oleh Marching Band yang memainkan lagu-lagu nasionalis. Biasanya Pasukan SA paling sering bentrok dengan kepolisian, namun pada sore itu polisi membantu mengamankan rute perjalanan dan sepanjang jalan tersenyum dan melambaikan tangan kepada barisan panjang itu.

 

Ketika sampai ke istana presiden, Pasukan SA dan SS memberikan hormat kepada Presiden Hindenburg yang muncul di balkon istana. Sementara itu Hitler masih belum menampakan diri, dan hari sudah mulai gelap. Ratusan ribu tangan memegang obor yang menyala-nyala, memancarkan cahaya yang berkedip-kedip, membuat bendera dan banner Nazi yang berwarna merah dan kuning keemasan terlihat sangat mencolok. Sementara itu anggota Marching Band memainkan musik dengan nada yang rendah.

 

Para pendukung Hitler, pria, wanita, dan anak-anak turut berkumpul meramaikan lapangan istana kepresidenan. Mereka menunggu kemunculan Hitler di balkon istana. Suasana tegang dan menunggu ini memang dirancang oleh Joseph Goebbels, untuk memberikan kesan yang dramatis atas kemunculan Adolf Hitler. Sementara di luar Berlin, semua rakyat Jerman hanya bisa mendengarkan dari siaran radio, suara marching band yang pelan, suara sahut-sahutan orang yang memanggil Hitler karena sudah tidak sabaran menunggu.

 

Dan ketika ketegangan dirasa sudah mencapai puncaknya, Hitler akhirnya keluar ke balkon menyambut para pendukungnya. Kemunculan Hitler langsung disambut lampu sorot dan teriakan histeris para pendukung. Adolf Hitler dielu-elukan para pendukung, suatu euforia yang belum pernah disaksikan di Jerman, bahkan ketika zaman Raja Frederick Yang Agung, atau masa Otto von Bismark, maupun Kaiser Wilhem.

 

Dalam beberapa minggu berikutnya, setelah parade perayaan Hitler menjadi Kanselir, masa depan Jerman akan mengalami perubahan drastis. Pembakaran gedung Reichstag, pembatasan hak-hak orang Yahudi, peresmian kamp konsentrasi di Dachau, dan pembasmian besar-besaran terhadap musuh politik Nazi, dan gejolak mencapai puncaknya ketika musim panas tahun 1939 Jerman menyerang Polandia dan sebagai tanda awal dari Perang Dunia II.

Categories: ROH Part 14 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: