KRISIS EKONOMI GLOBAL

KRISIS EKONOMI GLOBAL

 

Pada tanggal 29 Oktober 1929, bursa saham Wall Street di Amerika anjlok. Dan dampak sistematik dari anjloknya bursa saham ini adalah krisis ekonomi besar-besaran di Amerika. Peristiwa ini lebih dikenal dengan sebutan BLACK TUESDAY.

 

Penyebab dari krisis tersebut masih sering diperdebatkan sampai sekarang, ada yang berpendapat dikarenakan krisis perbankan ada pula yang mengatakan karena beberapa negara menolak mata uang Dollar Amerika sebagai pembayaran international, dan beralih ke Emas. Apapun penyebabnya, yang jelas peristiwa ini berakibat pada peta ekonomi dunia.

 

Pada tahun 1920, Amerika merupakan negara yang superpower dibidang Ekonomi. Kaum industrialis dan para bankir melakukan expansi bisnis besar-besaran ke seluruh dunia, termasuk investasi ke Jerman. Karena terjadi krisis di Amerika, maka otomatis kucuran dana dari Amerika juga terhenti. Kemudian krisis ekonomi ini juga melanda ke negara-negara maju di Eropa yang kebanyakan menjadi pangsa pasar export produk barang dari industri Jerman.

 

Tidak ada bantuan dana, dan tidak bisa menjual produk ke luar, maka perekonomian Jerman menjadi lumpuh. Akibatnya terjadi pengangguran dan terjadi inflasi besar-besaran. Masyarakat dari kaum menengah terpaksa menjual harta benda mereka untuk menutupi biaya hidup.

 

Jerman dilanda wabah kemiskinan, dan setiap orang yang ingin bertahan hidup mencari semua cara untuk bisa bertahan, SEGALA CARA, termasuk mendengarkan Adolf Hitler.

 

Adolf Hitler menyadari, waktunya untuk muncul kembali sudah tiba.

 

Pada waktu itu, Partai Nazi hanya partai kecil yang beranggotakan 100.000 orang, sedangkan populasi Jerman pada waktu itu sekitar 60 juta jiwa. Tapi walaupun Nazi adalah partai kecil yang tidak ada artinya, dibawah kendali Hitler partai ini menjadi partai yang sangat teroganisir dan disiplin. Anggota memang hanya 100.000 tapi semua adalah kaum fanatic yang siap untuk meledak ketika kesempatan datang.

 

Hitler adalah orang yang selalu belajar dari pengalaman. Dari kegagalannya terdahulu dia menyadari satu hal, yaitu “KEBERUNTUNGAN adalah kombinasi dari KESIAPAN dan KESEMPATAN”.

 

Sejak kegagalan di revolusi terdahulu, Hitler belajar bahwa revolusi dengan cara bergumul di jalan tidak membawa kesuksesan. Tapi Hitler selalu menjaga impiannya untuk melakukan perubahan terhadap Jerman. Dia mempersiapkan partainya untuk berkuasa secara legal, yaitu memenangkan pemilu.

 

Di masa-masa damai, yaitu tahun 1926-1929, Hitler sudah mempersiapkan pemerintahan bayangan dalam Partai Nazi, yang suatu saat akan menggantikan pemerintahan yang berkuasa. Kemudian selama masa itu juga Hitler banyak meluangkan waktu untuk bertemu dengan kaum industrialis dan para petinggi militer.

 

Sebab untuk menguasai pemerintahan, Hitler membutuhkan dukungan dana dan juga dukungan militer. Dan Hitler memanfaatkan keahliannya untuk mendapatkan dukungan mereka, yaitu KEMAMPUAN UNTUK MERASAKAN DAN BERBICARA TTG HAL YANG INGIN ORANG LAIN DENGAR.

 

Sementara itu di pusat pemerintahan, kota Berlin, terjadi perpecahan dalam Reichstag (DPR/MPR Jerman). Kanselir Jerman pada waktu itu, Heinrich Bruening, mendesak Presiden Hindenburg untuk mengambil alih kekuasaan absolut agar tidak terjadi perpecahan dalam pemerintahan.

 

Tentu saja saran itu ditentang oleh partai oposisi. Maka untuk mencegah terjadinya konflik lebih lanjut, pada tahun 1930, Presiden Hindenburg mengadakan pemilihan umum, untuk merombak susunan dalam Reichstag.

 

Waktunya Nazi untuk unjuk gigi sudah dimulai.

 

Berbeda dengan metode kampanye partai-partai pada waktu itu, Adolf Hitler dan temannya Joseph Goebbels merancang kampanye yang paling sensasional di Jerman untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hitler terbang dari satu kota ke kota lainnya untuk melakukan pidato, bertemu dengan orang-orang berpengaruh, jabat tangan dengan para simpatisan, berfoto bersama dengan para penggemar, bermain dengan anak-anak sekolah, menghadiri pertemuan ibu-ibu, dan hal-hal lain yang pada waktu itu dianggap konyol.

 

 

Popularitas Hitler meroket dengan tajam selama masa kampanye. Tidak jarang hal ini menimbulkan kecemburuan diantara partai oposisi, tapi pasukan SA yang sudah terlatih selalu bisa mengendalikan situasi.

 

Hitler menggunakan metode berkampanye yang sama di semua kota yang dikunjunginya. Para simpatisan sengaja dibiarkan menunggu kedatangan Hitler yang telat. Ketika suasana mulai panas, para simpatisan disuguhkan atraksi pasukan SA yang berbaris rapi sambil mengangkat bendera Swastika yang sangat menarik perhatian, dan diiringi dengan lagu-lagu nasionalis Jerman.

 

Setelah para hadirin sudah mulai tenang, Hitler pun mulai memasuki arena, dan pasukan SA secara serentak memberi hormat ala Nazi, sambil berseru “HEIL”.

 

Hitler selalu mulai berpidato dengan kata-kata yang pelan dan lembut sambil mengamati emosi para hadirin. Kemudian secara perlahan dia mulai menaikan gaya pidatonya dengan suara yang keras, sambil dibarengi dengan gerak tubuh yang emosional dan menarik perhatian. Orang-orang senang mendengarkan Hitler berpidato. Emosi para pendengar dimainkan dengan piawai oleh Hitler. Pidatonya selalu diakhiri dengan sorak-sorai, bahkan kadang dielu-elukan oleh para simpatisan, seolah menyambut seorang NABI.

 

Hitler memberikan janji politik kepada setiap golongan Jerman. Pengangguran mendapat kerjaan, kesempatan kepada bisnisman, keuntungan kepada industrialis, dan expansani kepada angkatan bersenjata Jerman. Hitler juga menjanjikan berakhirnya pembayaran utang kepada sekutu dan menolak perjanjian Versailles. Jerman akan jaya kembali, pendidikan ditingkatkan, korupsi dihapuskan, Marxisme dibasmi, dan orang Yahudi dibatasi.

 

Semua pimpinan Nazi bekerja keras mengikuti program propaganda yang dirancang oleh Hitler dan Goebbels agar setiap ide dari Nazi bisa disampaikan kepada setiap orang Jerman.

 

Dan akhirnya, kerja keras para pengurus Nazi membuahkan hasil. Pada pemilu bulan November 1930, Nazi memperoleh suara 6.371.000, yang berarti 18 persen dari total pendapatan suara. Partai Nazi mendapatkan 107 kursi di Reichstag, menjadikan Nazi sebagai partai terbesar kedua dalam pendapatan suara. Yang mendapatkan suara terbanyak tetap Partai Sosial Demokrat yang mengusung Presiden Hindenburg.

 

Popularitas Partai Nazi yang melejit dalam semalam itu menimbulkan rasa penasaran kalangan pers, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hitler dan para petinggi Partai Nazi pun disibukkan oleh jadwal wawancara. Ada dua pertanyaan populer yang sering ditanyakan wartawan dari luar berkenaan dengan politik luar negeri Hitler:

– Apa yang dimaksud dengan mengakhiri pembayaran utang kepada sekutu dan menolak perjanjian Versailles?

– Apa yang dimaksud dengan Jerman tidak bertanggung jawab terhadap Perang Dunia I?

 

Setiap persidangan di Reichstag, anggota dewa dari Partai Nazi selalu memakai pakaian yang mencolok. Mereka semua memakai seragam coklat seperti seragam pasukan SA. Dan setiap kebijakan yang diusulkan oleh Partai Sosialis Demokrat sebagai partai berkuasa selalu ditentang oleh Nazi.

 

Ketika dilakukan voting, mereka selalu berdiri dan hormat ala Nazi, sambil berseru “HEIL HITLER!!” kemudian semua Walk Out. Sehingga voting tidak bisa mencapai kuota.

 

Partai Nazi sejak awal sudah tidak berniat berkoalisi dengan Partai Sosial Demokrat. Partai Nazi sengaja membiarkan situasi Jerman semakin parah. Dengan demikian, Hitler yang menjadi oposisi pemerintahan akan memperoleh popularitas yang lebih banyak di masyarakat.

 

Sementara itu dimasyarakat, beberapa pasukan SA menyamar sebagai penduduk sipil. Mereka ditugaskan untuk membuat kekacauan di toko-toko orang Yahudi dan menimbulkan kepanikan.

 

*Tik..tok..tik…tok…..*

Setiap detiknya, waktu semakin berpihak kepada Nazi dan Adolf Hitler. Menandakan akan dimulainya suatu revolusi yang membawa perubahan besar kepada masa depan Jerman.

Categories: ROH Part 10 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: