MASA REMAJA ADOLF HITLER

MASA REMAJA ADOLF HITLER

Pada suatu pagi, ketika Adi (panggilan Adolf Hitler) berusia 13 tahun, dia menangis diatas tubuh ayahnya yang membujur kaku dan tak bernapas lagi. Ayahnya meninggal di usia 65 tahun. Ayah Adi seorang pensiunan pegawai sipil yang cukup dihormati dan disegani, banyak yang berkabung dan hadir di pemakamannya.

Setelah ayahnya meninggal, maka otomatis Adolf Hitler menjadi KEPALA KELUARGA Hitler, karena dia lelaki satu-satunya di keluarga mereka. Dia mewarisi sebagian gaji pensiunan dari ayahnya, dan sebagian lagi untuk ibunya. Tapi masalah harta dan warisan bukan sesuatu yang penting bagi anak remaja 13 tahun. Yang penting adalah di rumahnya Adi sudah tidak perlu menerima perlakuan yang otoriter dan kata-kata kasar dari ayahnya. Dan yang penting lagi tidak ada yang menghalangi Adi untuk menjadi seorang seniman.

Dan bagaikan seekor ikan yang baru dilepas kembali ke air, Adi merasakan kebebasan yang sebenarnya dan bahkan KEBABLASAN. Di sekolah dia sering bertingkah semaunya dan banyak menimbulkan rasa tidak senang bagi para guru, kecuali guru sejarahnya. Banyak guru yang berharap Adolf Hitler bisa dikeluarkan dari sekolah.

Meskipun Adolf Hitler anak remaja yang susah diatur dan nakal, tapi dia gemar membaca dan mengoleksi berbagai buku yang berguna, dan kelak semua pengetahuan dari buku-buku yang dia baca menjadikan Adolf Hitler seorang PEMIMPIN YANG MEMPUNYAI VISI DAN MISI YANG BRILIAN.

Pada usianya yang ke-15, Adolf Hitler pindah sekolah (mungkin dikeluarkan?) ke kota Styr yang jaraknya 25 mil dari tempat tinggalnya, kota Linz. Di sekolahnya yang baru, Adi juga mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran. Tapi dia berhasil menyelesaikan ujian kenaikan tingkat setelah gagal setahun.

Untuk merayakan kenaikan tingkat, Adi berpesta mabuk-mabukan bersama teman-temannya. Dan keesokan harinya dia terbangun tergeletak berantakan di pinggir jalan. Dan sejak peristiwa itu, Adolf Hitler BERHENTI KONSUMSI ALKOHOL seumur hidupnya.

Namun Adolf Hitler tidak pernah lulus untuk mendapatkan gelar diplomanya di sekolah menengah. Dia menggunakan alasan kesehatan untuk mengundurkan diri dari sekolah. Setelah keluar dari sekolah, dia tetap rajin membaca, dan menginterpretasikan apa yang dia baca dengan pengetahuan dan pengalaman pribadi. Dia mulai hidup dalam MIMPI dan membangun imajinasi dan KEBENARAN menurut versinya sendiri berdasarkan buku-buku yang dia baca.

Saat itu dia berusia 16 tahun.

IMPIAN SEORANG SENIMAN

Setelah mengundurkan diri dari sekolah menengah, Hitler remaja menjadi pengangguran. Dia menghabiskan hari-harinya dengan santai. Berjalan keliling kota Linz di Austria, mengunjungi museum, menonton opera, dan kadang-kadang hanya duduk seharian di tepian sungai Danube, merenungkan IMPIAN menjadi seorang seniman.

Setelah kematian ayahnya, tidak ada lagi orang yang bisa mengekang kebebasan Hitler remaja. Dia tidur malam dan bangun siang-siang. Tiap hari berpakaian rapi dan jalan-jalan keliling kota. Menurut Adolf Hitler, masa-masa tersebut adalah masa terindah dan masa paling bebas dalam hidupnya.

Walaupun demikian, dia masih terus bermimpi untuk menjadi seorang seniman. Siang hari dia mencari inspirasi, dan malam harinya dia melukiskan imajinasinya. Contoh LUKISAN KARYA ADOLF HITLER sebagai berikut:

Hitler remaja tidak punya banyak teman. Sahabat dia satu-satunya bernama August Kubizek, seorang lelaki yang bercita-cita jadi musisi. Hitler bertemu dengan pemuda ini di salah satu opera. Mereka berdua sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendiskusikan mimpi-mimpi mereka untuk menjadi seorang seniman.

Hitler remaja juga TIDAK MEMILIKI PACAR, tapi dia pernah menjadi seorang secret admirer terhadap seorang gadis yang bernama Stephanie. Hitler suka menatapnya ketika gadis itu berjalan, kadang mengikutinya dari jarak tertentu. Kadang Hitler remaja juga suka menulis puisi yang ditujukan kepada gadis itu. Namun semua perasaannya tak pernah diungkapkan kepada gadis itu, dan puisinya hanya disimpan pribadi. Kisah ini hanya diceritakan kepada sahabatnya Kubizek.

Bertahun-tahun kemudian, ketika Hitler sudah terkenal, Stephanie baru mengetahui cerita ini dari salah satu surat kabar. Dan dia sangat terkejut karena mempunyai seorang secret admirer yang ternyata seorang Fuhrer di negaranya.

Ketika berusia 17 tahun, pada tahun 1906, Hitler bertekad untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang seniman. Adolf Hitler remaja berangkat ke kota Vienna, Ibukota Austria, untuk pertama kalinya. Sebuah kota yang menjadi pusat seni di Eropa. Dan sebagai seorang seniman, Adolf Hitler terpukau dan terkagum oleh kota tersebut.

Dan setahun kemudian, ketika berusia 18 tahun, Adolf Hitler memutuskan berangkat ke Vienna untuk tinggal dan bersekolah di sana. Padahal saat itu ibunya Klara sedang sakit-sakitan karena menderita kanker payudara. Namun TEKAD dan AMBISI yang besar dari Hitler membuatnya tidak keberatan untuk berpisah dengan seorang ibu yang sangat dicintainya.

Dan ternyata, inilah awal dari sebuah TRAGEDI BESAR yang kelak mempengaruhi masa depan seluruh dunia.

Categories: ROH Part 02 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: