MASA SURAM ADOLF HITLER

MASA-MASA SURAM ADOLF HITLER

Pada usia yang ke 18, Hitler bertekad untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang seniman. Dengan berbekal sejumlah uang, dia berangkat dan menetap di kota Vienna. Padahal saat itu Ibunya sedang sakit kanker payudara. Tapi tekadnya sudah bulat dan tidak ingin menunda lagi impiannya lebih lama. Sebagai orang tua yang sayang anak, ibunya juga merestui kepergian anak kesayangannya itu.

Adolf Hitler muda mendaftar di Vienna Academy of Fine Arts, dan dia menjalani ujian saringan masuk selama 2 hari. Dia sangat percaya diri dengan kemampuan melukisnya dan pasti akan diterima oleh sekolah tersebut.

Tapi para dosen berkata lain, semua hasil karya Adolf Hitler DITOLAK. Karena tidak menerima penolakan tersebut, Adolf Hitler menemui para penulai dan menanyakan alasan penolakan. Menurut penilaian para dosen, Adolf Hitler tidak memiliki bakat di bidang seni lukis. Semua lukisannya tidak hidup dan kurang manusiawi. Mereka menyarankan Adolf Hitler untuk mengambil jurusan ARSITEKTUR karena kepiawaian Hitler dalam melukis detail bangunan.

Namun Hitler ingin menjadi seorang seniman, bukan seorang pegawai teknik sipil. Dan juga Hitler tidak memiliki diploma yang menjadi persyaratan untuk masuk ke perguruan tinggi teknik sipil. Maka Adolf Hitler muda sangat terpukul oleh kenyataan itu. Namun ada kabar buruk dari rumah, yaitu kondisi ibunya yang semakin buruk.

Maka Adolf Hitler bergegas kembali ke kota Linz, untuk menengok ibunya. Dia tidak berani memberitahukan ibunya bahwa dia gagal dalam ujian. Adolf Hitler membawa Ibunya untuk menemui dokter langganan mereka, dr Edward Bloch, seorang Yahudi. Oleh dokter itu, Ibunya disarakan untuk dioperasi dan menjalani terapi yang berat.

Meskipun payudara sudah diangkat, namun sel kankernya sudah terlalu ganas dan mulai menjalar ke jaringan lainnya. Ibunya sering terbangun kesakitan di tengah malam, dan Adolf Hitler sangat sedih melihat kondisi ibunya. Menurut pengakuan dr. Edward, Hitler sering datang untuk memanggilnya ke rumah sambil menangis. Adolf Hitler MENGERJAKAN SEMUA PEKERJAAN, mulai dari mengepel sampai masak-masak.

Akhirnya pada bulan Desember 1907, Klara Hitler meninggal karena sakit. Menurut pengakuan dr. Edward, dia baru pertama kali melihat ada orang yang menangis sehebat Hitler ketika kepergian ibunya. Bahkan emosinya itu seakan membuat dr. Edward juga turut ingin menangis. Dan memang Adolf Hitler adalah sosok yang bisa menggerakan orang lain dengan kharismanya.

Setelah pemakaman Ibunya yang disamping kuburan adiknya Edward, dan disamping ayahnya Alois, Hitler bersama adiknya menemui dr. Edward untuk menyelesaikan tagihan pengobatan. Dr. Edward bersimpati kepada keluarga Hitler, dia meringankan biaya pengobatan. Adolf Hitler sangat terkesan oleh kebaikan dokter itu dan berkata semumur hidup berhutang budi kepadanya.

Beberapa bulan kemudian, Hitler bertekad untuk KEMBALI MEWUJUDKAN IMPIANNYA. Dia berpisah dengan saudara-saudaranya dan dia kembali memperjuangkan mimpinya di kota Vienna. Kali ini dia bertemu dengan sahabatnya August Kubizek yang bercita-cita jadi seorang musisi. Mereka tinggal bersama di satu apartemen sederhana.

Dari pengakuan Kubizek, saat itu Hitler tiap hari hidupnya hanya bermalas-malasan, sangat kontras dengan ayahnya yang seorang pekerja keras, tidak mempunyai keinginan untuk mencari pekerjaan tetap. Bangun siang, tidur larut malam, dan jalan-jalan melihat kota. Namun Adolf Hitler sering membagikan ide dan pemikirannya dalam mengubah tatanan kota. Dari tatanan sosial, administrasi kota, sampai tatanan fungsi kota. Pemikiran yang sangat mengesankan untuk orang pemalas seperti Adolf Hitler muda.

Kubizek juga mengatakan bahwa Hitler sangat ketat dalam menjalankan tradisi Katolik yang berkenaan dengan hubungan pria dan wanita. Kota-kota besar biasanya menawarkan daya tarik kehidupan malam, namun Hitler tetap memegang prinsip, NO SEX BEFORE MARIAGE.

Beginilah suasana kota Vienna pada waktu itu, dan gambar dibawah ini adalah gedung opera yang sering dikunjungi oleh Adolf Hitler muda.

Pada bulan Oktober 1908, Hitler muda sekali lagi mencoba ujian masuk ke Vienna Academy of Fine Art, namun sekali lagi dia ditolak. Sebaliknya temannya Kubizek berhasil masuk ke sekolah musik dan dia belajar musik di sana.

Akhirnya Hitler bepisah dengan temannya. Kubizek tinggal di asrama sekolah sedangkan Hitler luntang lantung nasibnya. Adolf Hitler menjadi seorang GELANDANGAN, dia sering tidur di kursi taman, depan emperan toko, mengemis makanan, dan akhirnya dia ditampung di sebuah panti sosial yang menampung orang-orang miskin terlantar. Panti sosial itu dikelola oleh Kesusteran kota Vienna yang dibiayai oleh komunitas Yahudi.

Setelah 2 tahun luntang lantung di panti sosial, pada usianya yang ke-20, Hitler pindah ke rumah miskin di kawasan kumuh kota Vienna. Rumah miskin itu mirip komplek asrama, yang ditinggali oleh kaum papah. Hitler menghidupi diri dengan bekerja sebagai buruh harian, mengangkat koper-koper di stasiun kereta, membersihkan halaman rumah orang, dan pekerjaan-pekerjaan kasar lainnya.

Kemudian Hitler menemukan pekerjaan yang cocok dengan dirinya, yaitu MELUKIS TEMPAT-TEMPAT TERKENAL di kota Vienna. Dia juga kadang-kadang melukis poster toko sebagai banner iklan.

Yang bertindak sebagai agen pemasaran adalah salah seorang temannya yang juga tinggal di rumah kumuh, bernama Reinhold Hanish. Menurut pengakuan Hanish pada sebuah media, Adolf Hitler orangnya tidak bisa mengontrol emosi dan sifatnya moody, tidak disiplin. Dia sering berkumpul bersama para tetangga dan berpidato hal-hal yang menurut Hanish adalah omong kosong. Pernah sekali, mereka terlibat pertengkarang hebat dan Adolf Hitler mengeluarkan tuduhan palsu bahwa Hanish mencuri barang miliknya. Akibatnya Hanish dipenjara selama 8 hari. Akibat testimoni ini Hanish terbunuh pada tahun 1938, yang menurut beberapa sumber, perintah itu langsung dari Hitler.

Setelah putus kerjasama dengan Hanish, Adolf Hitler kemudian berteman baik dengan seorang Yahudi yang bernama Josef Neuman. Temannya ini yang kemudian lebih banyak berperan memantu Adolf dalam memasarkan hasil karyanya.

Jadi sebenarnya, Hitler ketika muda dia BUKAN ANTI-SEMIT seperti yang kita pelajari di buku-buku sejarah. Dia sangat berterimah kasih kepada kaum Yahudi yang banyak berperan dalam masa mudanya. Misalnya dr Edward, panti sosial yg dibiayai oleh kaum Yahudi, dan temannya Josef Neumann. Bahkan bertahun-tahun setelahnya, Adolf Hitler tidak pernah sekalipun mengungkit kejelekan orang Yahudi terhadap dirinya. Walaupun menurut beberapa testimonial mengatakan, ketika Hitler muda hidup miskin di kota Vienna, dia beberapa kali dicurangi oleh orang Yahudi.

Walaupun hidup dalam kemiskinan, kesukaan Hitler akan MEMBACA selalu ada. Dia suka membaca koran harian, meminjam buku di perpustakaan, dan bahkan pamflet-pamflt politik. Perlahan-lahan, beberapa filosifi yang populer di masa itu mulai mempengaruhi mindset Hitler. Misalnya karya-karya Nietzsche, Hegel, Fichte, Treitschke. Dan karena Hitler muda hidup dalam kemiskinan, maka terbentuk karakter yang gampang bertahan hidup dan tahan banting.

“Saya sangat berhutang pada masa-masa muda ketika miskin, pengalaman itu membuatku mampu menjadi seorang keras”, kutipan dari kata-kata Hitler di bukunya MEIN KAMPF

Di masa kecil dan remajanya, Hitler jarang berinteraksi dengan komunitas Yahudi. Namun Adolf Hitler muda banyak menggantungkan hidup dengan orang Yahudi. Apalagi tempat tinggalnya yang kumuh dekat dengan pemukiman orang Yahudi. Namun tidak ada penjelasan yang logis kenapa kelak Adolf Hitler berubah menjadi seorang anti-semit.

Pada saat itu memang ada seorang walikota yang bernama Karl Lueger, yang sering mengeluarkan pamflet politik propaganda anti-semit. Dan Adolf Hitler mengaku sangat mengagumi sosok itu. Namun hal itu tidak mempengaruhi Hitler karena dia tetap berhubungan baik dengan para Yahudi. Saat itu Adolf Hitler berusia 21 tahun, dan dia mulai tertarik dengan pergolakan politik.

Para ahli sejarah percaya, saat itu pemikiran anti-Semit sudah mulai mempengaruhi midset Adolf Hitler. Dan pemikiran itu kemudian mulai berkembang setelah terjadi suatu TRAGEDI BESAR yang kelak mengubah hidup Adolf Hitler.

Categories: ROH Part 03 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: