PARTAI NAZI

BERDIRINYA PARTAI NAZI

Hitler pada dasarnya bukan tipe orang yang pekerja keras, masa mudanya lebih banyak dihabiskan dengan bersantai-santai dan bermalas-malasan. Tapi sejak bergabung dengan Partai Buruh Jerman, Hitler menunjukan sisi yang berbeda dengan kehidupan sebelumnya.

Partai Buruh Jerman, awalnya hanya terdiri dari anggota yang kurang dari 50 orang (entah bagaimana pada waktu itu organisasi ini bisa dianggap partai). Pengurus partai hanya terdiri dari 7 orang, termasuk Hitler.

Pada mulanya, cara partai ini merekrut anggota adalah melalui cara MEMBER-GET-MEMBER. Jadi awalnya para pengurus partai hanya mengundang orang-orang yang dikenal dan teman-teman untuk menghadiri pertemuan bulanan. Yang terkumpul hanya sedikit orang, dan pada waktu itu salah satunya Hitler yang sedang dalam misi mata-mata militer.

Kemudian mereka mulai menyebarkan undangan secara tercetak, dan disebarkan melalui anggota partai, masih cara member-get-member. Saat itu Hitler menerima kartu pos untuk menghadiri pertemuan bulanan. Saat Hitler bergabung, cara ini masih terus dilakukan. Yang hadir masih tidak mencapai 50 orang.

Kemudian Hitler mengusulkan ide untuk memasang iklan di salah satu koran yang anti-semit. Dan respon dari iklan tersebut, jumlah yang hadir menjadi lebih dari 100an orang. Pada kesempatan ini, untuk PERTAMA kalinya Hitler dijadwalkan menjadi seorang pembicara politik bagi Partai. Hitler diberikan kesempatan sebagai pembicara kedua.

Pada pertemuan yg dihadiri 100 orang itu, situasi agak kurang terkendali. Para partisipan lebih banyak yg sibuk ngobrol sendiri dengan temannya daripada mendengarkan pidator politik. Tapi KETIKA HITLER BERPIDATO, semua partisipan terpukau diam dan terpengaruh secara emosional. Mereka diam ketika Hitler berbicara, tapi berteriak histeris dan bertepuk tangan ketika Hitler memberi kesempatan jeda sesaat.

Setelah pidato politik Hitler yang pertama itu, Partai Buruh menerima sumbangan sebesar 300 Mark, jumlah yang cukup besar pada waktu itu mengingat Jerman sedang mengalami resesi ekonomi pasca Perang Dunia I. Uang sumbangan itu kemudian digunakan untuk mencetak lebih banyak iklan dan menerbitkan pamflet politik.

Setelah pertemuan itu, Hitler ditugaskan sebagai pembicara utama dan Hitler mengambil peran sebagai JURU PROPAGANDA Partai Buruh. Tema yang diangkat berkisar seputar Penolakan Atas Perjanjian Versailles, Isu Anti-Semit dan Anti-Marxisme, dan Perbaikan Nasib Buruh di Jerman. Perlahan tapi pasti, pada akhir 1919, jumlah anggota Partai Buruh Jerman sudah ratusan orang.

Peran penting Hitler lainnya dalam perkembangan Partai Buruh adalah merekrut beberapa anggota staff militer dan ex-staff militer yang pernah dikenalnya ketika bertugas sebagai prajurit. Salah satunya adalah Kapten Ernst Rohm, yang kelak akan banyak membantu Hitler dalam mengembangkan kekuasaan Nazi. Dan kemudian banyak prajurit dan ex-prajurit yang merasa dirugikan oleh Perjanjian Versailles turut serta bergabung dengan Partai Buruh.

Saat itu bukan hanya Partai Buruh saja yang mengalami pertumbuhan, tapi ada Partai Komunis Jerman (PKJ) yang berhaluan Marxisme juga bertumbuh dengan cepat dan menjadi salah satu partai besar di Jerman yang hampir sejajar dengan partai mayoritas, Partai Sosial Demokrat.

Partai Buruh mengalami pertumbuhan yang sangat pesat berkat peran dari Hitler. Dan pada awal Februari 1920, Partai Buruh Jerman melakukan suatu KONGRES AKBAR di Munich yang dihadiri sekitar 2000 orang. Gagasan untuk melakukan kongres akbar ini juga atas desakan dari Adolf Hitler. Pada awalnya para pengurus partai menentang usul ini, karena merasa mereka masih partai kecil yang prematur dan belum siap ber-oposisi melawan PKJ yang berhaluan Marxisme. Tapi Hitler percaya dan meyakinkan para pengurus bahwa Partai Buruh sanggup ber-oposisi.

Hitler menyadari bahwa suatu partai politik yang mengambil langkah oposisi secara langsung dan terang-terangan melawan partai mayoritas akan mendapatkan dukungan dari banyak orang yang tidak puas dengan keadaan sekarang. Apalagi sebagian masyarakat Jerman khawatir akan terjadinya revolusi Komunisme terhadap tatanan negara Jerman.

Pada kongres akbar itu, Hitler awalnya cukup shock dengan banyaknya peserta yang hadir dan membuat Balai Pertemuan kota Munich penuh sesak. Beberapa delegasi dari Partai Komunis juga turut hadir dalam kongres tersebut.

Dalam beberapa menit pertama pidato Hitler, suasana langsung jadi panas. Pidato Hitler terpotong karena ada insiden kecil. Delegasi dari Partai Komunis terpancing emosinya oleh pidato Hitler dan menimbulkan keributan dengan beberapa anggota Partai Buruh. Keributan itu cepat diatasi, dan Hitler kembali melanjutkan pidatonya yang berapi-api dan disambut dengan tepuk tangan para peserta.

Pada Kongres Akbar itu, Partai Buruh mendeklarasikan 25 point JANJI POLITIK bagi rakyat Jerman. Secara garis besar janji itu antara lain perbaikan politik Jerman, perbaikan sistem pendidikan, perbaikan sistem upah dan penghasilan, menolak Perjanjian Versailes dan mengambil kembali wilayah Jerman, Kebebasan Beragama, dan menyingkirkan dominasi kaum minoritas Yahudi terhadap kehidupan negara Jerman.

Setiap Hitler selesai membacakan tiap-tiap point itu, dia langsung melempar ke publik untuk menanyakan persetujuan. Dan tentu saja publik menyambut dengan antusias tiap point yang dilempar oleh Hitler. Dan ini adalah bukti bahwa Hitler memang seorang orator alami. Dia mampu MENANGKAP EMOSI dari partisipan dan menciptakan suatu pidato yang ada INTERAKSI dengan partisipan. Kongres itu merupakan suatu langkah politik yang SUKSES BESAR.

Tapi ada satu kekurangan dari Partai Buruh, yaitu tidak ada bendera/panji yang menunjukkan identitas partai supaya lebih dikenal oleh orang. Maka Hitler memilih suatu simbol yang sudah dikenalnya sejak kecil dan menjadi simbol paling terkenal di dunia, SWASTIKA.

Sebenarnya simbol swastika adalah suatu simbol keagaamaan kuno yang biasa dan tidak menarik sama sekali, yang artinya “Semoga Dalam Keadaan Baik”. Tapi Hitler yang seorang seniman memadukan simbol itu dengan lingkaran putih dan warna latar merah, menjadikannya sebuah simbol yang menarik dan gampang dikenali dan membantu Partai Buruh meraih popularitas.

Ketika rapat pengurus dalam membahas bendera partai, Hitler menjelaskan sebagai berikut: “Dalam warna, terdapat ide pergerakan. Dalam warna putih, kita melihat semangat nasionalisme. Dan lambang swastika mencerminkan kreativitas misi perjuangan ras Arya mencapai kemenangan yang Anti-Semit dan selamanya tetap Anti-Semit”.

Dan karena berhaluan sosial nasionalis, Hitler juga mengusulkan untuk menambahkan ke dalam nama partai. Maka sekarang Partai Buruh berganti nama menjadi Partai Buruh Nasional Sosialis Jerman. Dalam bahasa Jerman Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP), yang kemudian disingkat dengan sebutan NAZI.

Setahun setelah bergabungnya Hitler, jumlah anggota Partai Nazi bertumbuh menjadi 3000 orang.

ADOLF HITLER MENJADI KETUA PARTAI NAZI

Pada awal tahun 1921, Hitler berbicara di hadapan lebih dari 6000 orang di Munich. Suatu penggalangan massa dengan keramaian yang luar biasa dan pertama kalinya di kota Munich.

Cara Hitler untuk mengumpulkan massa sangat KREATIF untuk masanya. Dia menyiapkan dua truk supporter yang dihiasi oleh Bendera Nazi. Kemudian truk itu berpawai keliling kota untuk menarik perhatian masyarakat, kemudian mereka sambil menyebarkan pamflet politik mengenai pertemuan akbar tersebut. Untuk pertama kalinya didunia kampanye politik semacam ini diadakan.

Partai Nazi berpusat di kota Munich, sekarang menjadi pusat perhatian dunia politik Jerman karena bergerak sebagai partai oposisi melawan koalisi partai mayoritas pada waktu itu. Tapi dia mendapatkan dukungan dari pihak Angkatan Bersenjata yang memang berniat menghancurkan Marxisme dan juga pihak-pihak Anti-Semit.

Di Berlin, banyak pihak juga mulai melirik Hitler sebagai pioner gerakan nasionalis Jerman. Dan Hitler juga mulai sadar kalau Nazi sedang membutuhkan pergerakan yang lebih besar. Maka dia berangkat ke Berlin untuk menemui beberapa tokoh nasionalis.

Tapi selama Hitler absen di Munich, terjadi konflik yang tidak mengenakan di dalam tubuh partai. Sebagian pengurus partai termasuk dewan komisaris merasa sepak terjang Hitler sudah melewati wewenang dan cenderung diktatoral. Dan kemudian mereka membentuk suatu aliansi yang bertujuan untuk melemahkan peran Hitler dalam partai.

Setelah mendapatkan kabar tersebut, Hitler menjadi berang dan bergegas kembali ke Munich. Dia menghadap semua pengurus partai dan dewa komisaris, menyerahkan surat pengunduran diri.

Namun dewan komisaris dan para pengurus menyadari satu hal, mundurnya Adolf Hitler berarti akhir dari Partai Nazi. Dan Hitler yang pandai membaca emosi orang langsung MEMANFAATKAN kesempatan tersebut. Dia meminta posisi sebagai ketua partai dan diberikan wewenang sepenuhnya dalam organisasi.

Tentu saja permohonan ini menerima banyak perlawanan, termasuk Anton Drexler, pendiri Partai Nazi. Maka untuk menyelesaikan konflik ini, dilakukan pemungutan suara. Dan hasilnya 543 suara mendukung Hitler sebagai ketua dan hanya 1 yang menentang.

Lalu pada pertemuan akbar berikutnya, masih pada tahun 1921, Adolf Hitler diperkenalkan sebagai ketua yang baru untuk Partai Nazi, untuk pertama kalinya diperkenalkan sebutan FUHRER bagi Adolf Hitler.


HEIL FUHRER!!!

Categories: ROH Part 06 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: