PEMBERONTAKAN PARTAI NAZI

PEMBERONTAKAN PARTAI NAZI

Kondisi negara Jerman pada tahun 1921-1923 sangat kacau. Politik demokrasi kebablasan dan krisis moneter yang parah. Seluruh cadangan devisa Jerman dikuras oleh Inggris dan Prancis sebagaimana sesuai Peranjian Versailles, bahwa Jerman menanggung ganti rugi kerusakan akibat Perang Dunia I. Tagihan yang dibebankan ke Jerman adalah 33 Miliar Dollar.

Angka itu kurang lebih 2.5 Triliun Dollar kalo menurut nilai mata uang sekarang dengan asumsi inflasi 5% pertahun. Pada tahun 2009, China yang disebut sebagai negara dengan cadangan devisa terbesar hanya memiliki 2.2 Triliun.

Maka dari itu, mata uang Jerman pada waktu itu, MARK, jadi tidak ada nilainya. Para buruh dibayar dengan uang yang tidak ada nilainya, harga bahan pokok melambung selangit. Kelaparan melanda Jerman dan rusuh terjadi di mana-mana.

Sementara itu di Munich, Partai Nazi dibawah kepemimpinan Hitler bertumbuh dasyat bagaikan ledakan bom. Semakin tinggi suatu pohon, maka semakin kencang juga angin yang menerpa. Pertumbuhan Partai Nazi yang sangat pesan itu menimbulkan kecemburuan dari banyak organisasi politik lainnya. Maka dari itu faktor keamanan menjadi isu penting dalam perkembangan partai selanjutnya, dan Hitler sangat menyadari hal itu.

Maka Adolf Hitler bersama temannya Kapten Ernst Rohm, mendirikan satu sub-organisasi dibawah Nazi yang bertanggung jawab terhadap masalah keamanan. Organisasi itu dinamakan Sturmabteilung (SA). Organisasi inilah yang kelak berperan penting dalam mengembangkan kekuasaan Adolf Hitler.

Pada awalnya organisasi ini terdiri dari anggota partai yang ex-militer dan militer. Tapi kemudian, dibawah kepemimpinan Rohm, banyak anak muda simpatisan yang turut serta bergabung dan menjadikan SA suatu organisasi para militan yang cukup disegani. Mereka bertugas mengalamankan Adolf Hitler dan para pimpinan partai. Kadang mereka juga bertanggung jawab dalam teror kepada pihak oposisi.

Sedangkan dari pihak pebisnis dan kaum industrialis, melihat Adolf Hitler sebagai sosok anak muda yang memiliki masa depan menjanjikan. Cocok dijadikan investasi. Maka berkat dukungan dari kalangan penggerak ekonomi dan kekuatan militan, Adolf Hitler sudah melihat tangga kekuasaan ada di hadapannya.

Pada tahun 1923, Partai Nazi sudah memiliki 55.000 anggota. Menjadikan Partai Nazi sebagai organisasi terbesar, terkuat, dan terbaik di Munich. Salah seorang Jendral veteran perang dunia pertama Erich Ludendorff, juga tertarik dengan Adolf Hitler dan kemudian bersekutu dengannya.

Krisis moneter yang parah di Jerman menimbulkan ketikdakpuasan di kalangan berbagai pihak. Mereka memprotes kebijakan Berlin yang menyetujui pembayaran ganti rugi perang. Adolf Hitler melihat kekacauan ini adalah kesempatan untuk mengambil alih Jerman dan memperbaiki keadaan. Maka Hitler bersama Ludendorff merencanakan kudeta untuk menggulingkan kekuasaan di Berlin.

Dan secara kebetulan, dalam waktu yang berdekatan, akan diadakan pertemuan akbar antara pemimpin provinsi Bavaria dengan para pengusaha untuk mendiskusikan masalah perbaikan perekonomian. Langkah awal kudeta ini dimulai dulu dengan mengambil alih pemerintahan provinsi Bavaria, kemudian langkah selanjutnya adalah memproklamirkan ke seluruh Jerman bahwa saatnya untuk menggantikan kekuasaan Berlin.

Maka pada malam pertemuan itu, 8 November 1923, semua partisipan dikejutkan oleh Adolf Hitler bersama pasukan SA nya yang dipimpin oleh Herman Goring, tiba-tiba masuk ke dalam balai pertemuan dan Hitler menyerukan “REVOLUSI NASIONAL DIMULAI”, kemudian Hitler menembakan pistolnya ke atap gedung. Semua orang dilanda kebingungan dan ketegangan, semua terdiam.

Sebelum para partisipan menyadari apa yang sedang terjadi, Hitler langsung maju ke podium dan mengamankan 3 orang penting, yaitu Gustav von Kahr (gubernur Bavaria), Kolonel Hans von Seisser (kapolda Bavaria), dan Jendral Otto von Lossow (kepala prajurit Bavaria).

Hitler berseru: “Tidak ada orang yang boleh meninggalkan ruangan, atau senapan mesin diluar akan menyambut Anda. Pemerintahan provinsi Bavaria sudah digulingkan dan kekuasaan sudah berpindah tangan. Kepolisian dan Tentara sudah diambil alih oleh Nazi, dan sedang berbaris menuju kemari dengan bendera swastika”

Tidak ada bukti nyata dari perkataan Hitler tersebut, semua itu hanya GERTAK SAMBAL. Namun ketakutan dan ketegangan membuat logika semua orang tumpul dan mereka percaya saja. Dan juga orang-orang di balai pertemuan tidak ada informasi situasi diluar.

Hitler segera menggiring ketiga tawanannya ke ruang belakang untuk membujuk mereka menyerah. Namun ternyata Hitler ditentang oleh ketiganya. Hitler berang dan langsung mengacungkan pistol kepada mereka sambil berseru: “Ada 4 peluru dalam pistol ini, masing-masing untuk kepala kalian, dan yang terakhir untuk diriku sendiri.” Namun ketiganya diam dan pasrah.

Hitler gagal membujuk ketiganya, dia memainkan kartu yang lain. Hitler bergegas kembali ke podium dan berseru: “Pemerintahan November Criminal dan Presiden yang berkuasa dinyatakan untuk digantikan kekuasaannya. Pemerintahan nasional Jerman dibentuk hari ini juga. Tentara Nasional Jerman akan dibentuk segera, dan kemudian akan berbaris menuju kota Berlin dan menyelamatkan rakyat Jerman. Besok, kita akan menjumpai Pemerintahan Jerman Baru atau kami yang akan mati”

Para hadirin di pertemuan itu tidak mengetahui apa yang terjadi dibalik tembok, dan mereka berasumsi ketiganya sudah dibujuk oleh Hitler dan turut serta dalam kudeta. Para SA langsung bersorak girang diikuti oleh para hadirin yang bersorak dan bertepuk tangan.

Jendral Ludendorff kemudian tiba di balai pertemuan dan berdiskusi dengan Hitler. Dia meyakinkan Hitler bahwa dirinya bisa meyakinkan ketiga orang penting di Bavaria itu bersedia mendengarkannya. Dan ketiganya akhirnya setuju bergabung dengan Adolf Hitler. Ketiganya kembali ke podium dan menyatakan dukungannya kepada Nazi.

Hitler berpidato secara emosional tapi singkat: “Sekarang aku akan memenuhi sumpah yang aku buat 5 tahun lalu, ketika saya terbaring buta di rumah sakit militer. Saya tidak akan merasa damai atau beristirahat, sampai bisa menggulingkan pemerintahan November Criminal, mengembalikan kejayaan Jerman dalam kekuatan, dan memberikan kebebasan kepada rakyat Jerman”

Semua hadirin bersorak setelah mendengarkan pidato Hitler tersebut. Semua lalu menyanyikan lagu kebangsaan “Deutschland Uber Alles”. Hitler merasa malam itu adalah awal kejayaan dia, dia membayangkan bahwa hari esok dirinya menjadi pemimpin baru Jerman.

Tapi kemudian terjadi hal yang diluar perencanaan.

Hitler mendapat kabar bahwa pasukan SA gagal mengambil alih barak tertara. Hitler bergegas menuju ke lokasi untuk menyelesaikan masalah. Tapi sayang, ketika Hitler absen, ketiga tawanan Hitler juga berhasil mengecoh penjaga dan kabur dari Balai Pertemuan.

Hitler ternyata gagal membujuk para tentara untuk menyerah, dia putus asa dan bergegas kembali ke Balai Pertemuan untuk menjalankan rencana selanjutnya. Tapi dia menemukan ketiga tawanannya dan para hadirin sudah sudah meninggalkan lokasi. Dunia serasa berputar di kepala Hitler.

Satu-satunya gedung yang berhasil diambil alih oleh SA adalah Gedung Menteri Perang.

Keesokan harinya, gubernur Gustav von Kahr mengumumkan bahwa penyataan dia semalam tentang dukungan kepada Nazi adalah tidak benar. Dia dipaksa berkata demikian dibawan ancaman todongan pistol. Dia mengumumkan bahwa kudeta merupakan omong kosong, bukan hal yang baik, malah membuat Jerman makin kacau.

Kahr juga menyerukan agar Nazi dibubarkan. Sementara itu Jendral Lassow juga mengingkari pernyataan setianya kepada Hitler. Dia bersama tentaranya bergegas menuju Munich untuk membubarkan Nazi dan mengambil alih gedung Menteri Perang. Di sana dia menahan sejumlah pasukan SA termasuk Ernst Rohm.

Semalaman, Hitler memutar otak mencari solusi mengatasi kekacauan ini. Jendral Ludenhorff menyarankan Hitler agar mengumpulkan anggota partai kemudian berbaris menuju Balai Kota dan langsung mengambil alih kekuasaan. Sebab saat itu Nazi sudah dianggap berkuasa atas Munich. Ide itu terdengar sangat masuk akal.

Maka pagi hari 9 November 1923, barisan Nazi berangkat berjalan menuju balai kota. Pada BARISAN DEPAN terdapat Adolf Hitler, Jendral Ludendorff, dan Herman Goring yang memimpin barisan. Mereka kemudian dihadang oleh blokade polisi.

Hitler menyerukan para polisi untuk menyerah, namun mereka tidak. Maka terjadilah aksi dorong mendorong antara barisan Nazi dengan pasukan kepolisian yang hanya berjumlah 100 lebih. Karena terdesak, kemudian polisi melepaskan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan oleh Hitler dan rombongannya. Maka terjadilah aksi kekerasan antara satuan kepolisian dengan Nazi.

Keadaan kacau, Nazi mengorbankan 16 orang anggotanya, dan korban jiwa di kepolisian 3 orang. Hitler terluka para oleh tembakan polisi dan berhasil dibawa pergi oleh para pengawalnya. Hitler dilarikan ke rumah salah seorang teman Hitler, kediaman Hanfstaengls.

Herman Goring tertembak dan ditangkap oleh kepolisian. Sedangkan Jendral Ludendorff dengan sosoknya yang gagah menerobos kedepan diantara hujan peluru, tapi kemudian berhasil ditangkap juga. Banyak anggota Nazi yang berhasil ditahan oleh kepolisian, sisanya terpencar menyelamatkan jiwa masing-masing.

Hitler menyembunyikan diri di lotong rumah Hanfstaengls. Tapi pada hari ketiga, polisi berhasil melacak keberadaan Hitler dan kemudian Hitler digiring ke kantor polisi untuk ditahan. Hitler kemudian dibawa ke penjara di kota Landsberg, dan diancam mengalami tuntutan publik. Mendengar hal itu, Hitler merasa separuh jiwanya melayang. Karir politiknya tamat dan akhir dari Partai Nazi yang dibanggakannya. Semua kejadian yang dialaminya dirasakan sebagai KEKONYOLAN HIDUP.

Tapi, MASA DEPAN berkata lain. Justru pengadilan tuntutan publik ini yang akan menjadi jilid kedua kehidupan Adolf Hitler. Dan inilah awal yang sebenarnya dari karir politik Adolf Hitler.

Categories: ROH Part 07 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: