SENJA KALA PEMERINTAHAN REPUBLIK

SENJA KALA PEMERINTAHAN REPUBLIK

 

Pemilihan Presiden sudah usai, dan berakhir dengan kemenangan Presiden Hindenburg. Namun demikian, Hitler tetap menjadi tokoh yang ditakuti oleh para lawan politiknya. Sebab, Pasukan SA dari Nazi ada disetiap kota dengan seragam yang sangat mencolok. Beberapa tokoh pemerintahan merasa SA sebagai ancaman serius bagi pemerintahan Jerman. Sebab pada tahun 1932 saja, pasukan yang dikomando oleh Ernst Rohm itu sudah berjumlah lebih dari 400.000 anggota, sedangkan kekuatan Angkatan Bersenjata Jerman hanya sejumlah 100.000 orang. Sebenarnya tertara Jerman jauh lebih dari itu, tapi karena terikat dalam Perjanjian Versailles, maka tentara resmi yang terdaftar hanya sejumlah itu.

 

Sejumlah tokoh politik khawatir Hitler dan Nazi akan mengambil alih kekuasaan di Jerman dengan cara kekuatan. Tapi Hitler selalu berusaha meyakinkan mereka bahwa dia tidak akan melakukan hal itu.

 

Di satu sisi, Pasukan SA juga sangat percaya diri mereka bisa menjadi tentara revolusi yang bisa membawa Hitler menjadi pemimpin Jerman. Tapi Hitler selalu berusaha untuk meyakinkan pasukan SA ini bahwa dia tidak mau melakukan hal itu. Untuk menjadi pemimpin Jerman yang absolut, Hitler membutuhkan dukungan yang legal dari berbagai elemen negara, termasuk dukungan dari para Jendral dan beberapa tokoh politik yang berpengaruh.

 

Isu mengenai SA ini mencapai puncaknya ketika pada tahun 1932, Kanselir Heinrich Bruening mengeluarkan Dekrit no 48, tentang pembatasan operasional Pasukan SA. Dan otomatis dekrit ini menimbulkan kemarahan besar terhadap Pasukan SA. Mereka mendesak Hitler melawan dekrit itu dan segera mengambil alih kekuasaan. Tapi Hitler tetap BERKEPALA DINGIN, dia mengetahui pemerintahan Republik sudah diujung tanduk. Hitler tidak keberatan dengan dekrit itu, dan dia kemudian berhasil membujuk semua pasukan SA untuk berkeliaran di jalan dengan seragam yang mencolok. Sebagai gantinya mereka berpakaian sipil sehingga tidak dikenali orang.

 

Dan sikap Hitler ini sedikit menimbulkan rasa tidak senang di dalam Pasukan SA, termasuk Rohm sendiri. Menurut mereka Sekarang sudah saat yang tepat untuk menguasai Jerman. Tapi Hitler selalu menolak menggunakan cara ini. Kelak perselisihan Hitler dan Rohm ini menimbulkan masalah besar bagi Hitler, dan akan diceritakan kemudian.

 

Salah satu tokoh pemerintahan yang sangat senang dengan dekrit tersebut adalah Jenderal Kurt von Schleicher. Dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengambil simpati koalisi pemerintahan dan menggantikan Hindenburg yang sudah tua. Scheicher ini sebenarnya salah seorang kenalan Hitler di Angkatan Bersenjata, dan sudah pernah berperan untuk mempertemukan Hitler dan Hindenburg untuk pertama kalinya, dan pertemuan itu tidak menguntungkan bagi Hitler.

 

Maka  Schleicher mulai memainkan intriknya.

 

PERTAMA, Schleicher pergi menemui Hitler dan menanyakan Hitler apakah akan mendukung pemerintahannya ketika dia menjadi seorang Kanselir. Sebagai gantinya, dekrit yang membatasi pergerakan SA dan SS akan dicabut. Dan Hitler menjawb, “IYA”.

 

Langkah yang KEDUA, menyingkirkan pendukung dari Hindenburg yaitu Jendral Wilhelm Groener. Groener ini merupakan salah satu orang yang mendukung Kanselir Bruening untuk menerbitkan Dekrit 48 yang membatasi pergerakan SA. Maka Schleicher membeberkan semua aib dari Groener sehingga dalam setiap persidangan di Reichstag, Groener selalu dipermalukan oleh Herman Goring dan teman-teman Nazinya.

 

“Kami mempermalukan Groener sedemikian rupa, sehingga setiap persidangan selalu berakhir dengan tawa. Dan setiap anggota dewan hanya bisa turut prihatin kepadanya. Orang ini sudah tamat reputasinya”, tulis Joseph Goebbels dalam diary nya.

 

Dan karena sering dipermalukan dan sudah kehilangan reputasinya, Schleicher berhasil meyakinkan Groener untuk mengundurkan diri. Dan Hindenburg juga tidak mampu menahan kepergiannya.

 

Langkah yang KETIGA, menyingkirkan Kanselir Heinrich Bruening. Satu satunya orang yang paling berpengaruh dalam menyingkirkan Hitler dalam roda politik. Sebenarnya Bruening sudah bekerja keras untuk memulihkan kondisi politik dan ekonomi di Jerman. Tapi kebijakannya selalu tidak menghasilkan sesuatu yg memuaskan, dan akibatnya banyak pengangguran dan rakyat yang kepalaran. Sehingga Bruening disebut sebagai “KANSELIR KELAPARAN”.

 

Schleicher sering secara diam-diam menemui Presiden Hindenburg dan memprovokasi hubungan Hindenburg dengan Bruening. Pada mulanya memang Hindenburg sudah kurang menyukai Bruening, karena orang ini yang bertanggung jawab terhadap pemilihan ulang dirinya yang sudah berusia 85 tahun, dan harus melawan “KOPRAL KAMPUNGAN” Adolf Hitler yang berasal dari Austria. Sesuatu yang menurutnya sangat tidak elegan.

 

Dan salah satu kesalahan besar Bruening juga diungkit, yaitu estate milik salah seorang bangsawan yang bangkrut dilelang oleh dia, kemudian hasilnya dibagikan kepada orang miskin. Tindakan ini terdengar sangat Marxisme. Kemudian Bruening juga pernah melakukan koleksi dana yang cukup besar terhadap para bangsawan dan kaum industrialis, kemudian dana itu dibelikan sebuah rumah peristirahatan yang mewah untuk Hindenburg. Dan selama liburan musim panas, Hindenburg harus mendengarkan komplainan dari mereka yang merasa diperas oleh Bruening.

 

Akhirnya pada tanggal 29 Mei 1929, Hindenburg terprovokasi juga oleh Schleicher. Dia memanggil Bruening dan menyuruhnya untuk mengundurkan diri.

 

Sekarang Schleicher yang mengambil alih politik. Untuk menggantikan posisi Bruening, dia memperkenalkan seorang bangsawan yang kurang ternama, bernama Franz von Papen. Walaupun Papen seorang bangsawan, tapi dia kurang percaya diri untuk menduduki jabatan yang tinggi semacam itu. Tapi Hindenburg menyukai kepribadian Papen yang polos dan penurut. Hindenburg meyakinkan Papen untuk memikul tanggung jawab itu.

 

Maka Papen segera merombak kabinet dan memilih teman-teman bangsawannya untuk menjadi menteri. Tapi bagaimanapun juga karakter seseorang dibentuk oleh lingkugan sekitar, maka orang-orang yang duduk di kementrian adalah orang-orang yang kurang cakap seperti dirinya. Dan tentu saja hal ini semakin menimbulkan kekacauan dalam pemerintahan.

 

Ketika Hitler dipanggil oleh Hindenburg dan ditanya, apakah Hitler dan partai Nazi akan mendukung Papen. Hitler tanpa ragu menjawab “IYA”.

 

Pada bulan Juni 1932, Reichstag dirombak dan anggota dewan akan dipilih ulang melalui pemilihan umum. Dan Schleicher meyakinkan semua anggota dewan untuk mencabut Dekrit 48, karena dekrit itu bersifat subjektif dan emosi sesaat dari Bruening. Dengan demikian Schleicher sudah memenuhi janji politiknya kepada Partai Nazi.

 

Maka bagaikan ikan yang baru lepas dari jala, Pasukan SA langsung unjuk gigi di jalanan kota-kota besar di Jerman sambil bernyanyi “Blut muss fliessen, Blut muss fliessen! Blut muss fliessen Knuppelhageldick! Haut’se doch zusammen, haut’se doch zusammen! Diese gotverdammte Juden Republik!” (Darah harus ditumpahkan! Darah harus ditumpahkan! Hancurkan, musnahkan Republik Yahudi”

 

Aksi pasukan SA ini menimbulkan kepanikan yang luar biasa di seluruh Jerman. Ketika bertemu dengan orang Komunis, perkelahian selalu tidak terelakan. Dan kedua kubu ini sering terlibat baku tembak. Korban pun berjatuhan di kedua belah pihak. Puncaknya terjadi pada tanggal 17 Juli 1932, Pasukan SA menyerbu markas Partai Komunis di kota Hamburg yang berada di provinsi Prussia. korban tewas 19 orang, dan lebih dari 300 orang terluka.

 

Dan kemudian Papen kembali menurunkan Dekrit 48 dan memberlakukan hukum darurat sipil di provinsi Prussia. Tindakan ini membuat Hitler merasa Papen adalah sebuah batu sandungan.

 

Lalu pada akhir Juli, Jerman melalukan pemilihan umum untuk mendukung partai yang akan jadi wakil rakyat di Reichstag. Nazi merasa inilah saatnya kemenangan bagi mereka. Hitler selalu berbicara di hadapan lebih dari 100.000 orang di tiap kota yang dikunjunginya. DAYA TARIK Hitler ini juga menjadi incaran kaum industrialis dan pebisnis. Mereka yakin Hitler adalah masa depan mereka. Dan hasil dari pemilu Juli ini luar biasa. Partai Nazi memperoleh 37% suara dan menempatkan 230 orang di Reichstag.  Sekarang Partai Nazi menjadi partai terbesar dan paling berkuasa di Jerman.

 

Setelah itu, Hitler menemui Schleicher dan menuntut hak dia untuk menjadi Kanselir dan mendapatkan dukungan kekuasaan. Hitler ingin orang Nazi menempati tiga jabatan Kementrian, yaitu Mentri Dalam Negeri, Menteri Pertahanan yang akan diserahkan kepada Schleicher, dan menciptakan Kementrian Propaganda.

 

Schleicher tidak memberikan jawaban kepada Hitler. Tapi Hitler berharap dengan antusias jika Schleicher akan mendukung permintaannya, bahkan Hitler sudah menyuruh orang untuk membuat sebuah batu memorial yang akan menandakan hari penting itu.

 

Sementara itu Pasukan SA mulai mencium kekuasaan dan mereka berbaris dalam rombongan yang besar dan menyolok menuju Berlin tanpa memperdulikan Dekrit 48 tersebut. Tapi impian Hitler dan Pasukan SA harus kandas. Presiden Hindenburg tetap menolak Hitler sebagai Kanselir, apalagi setelah insiden buruk yang dilakukan Pasukan SA.

 

Lalu pada tanggal 13 Agustus, Papen dan Schleicher bertemu dengan Hitler dan memberikan sebuah kabar yang sedikit ‘menghibur’. Nazi memperoleh sebuah kabinet di Kementrian Dalam Negeri. Dan mendapatkan kabar itu Hitler menjadi frustasi. Dia memaki Papen dan Schleicher sampai keduanya diam seribu bahasa. Hitler mengancam akan melepaskan Pasukan SA berkeliaran di seluruh Jerman sehingga menimbulkan kekacauan.

 

Dan pada hari yang sama, Hitler dipanggil oleh Hindeburg. Dan kali ini Hitler kembali menuntut kedudukan Kanselir kepada Ksatria Tua itu, tapi jawaban tetap “TIDAK”. Pertaruhan Hitler untuk kemanangan sudah gagal. Dia menemui Pasukan SA dan mengistirahatkan mereka selama dua minggu. Sementara itu Hitler pergi ke Berchtesgaden untuk berlibur dan menenangkan dirinya.

 

“Tunggu lah beberapa saat lagi, waktu untuk kita segera tiba”, demikian pesan Hitler kepada Pasukan SA sebelum dirinya pergi berlibur.

 

Pada tanggal 12 September, Reichstag yang berada dibawah kendali Hermann Goring melakukan sidang dan menyatakan tidak percaya dengan pemerintahan Papen dan harus segera diganti. Tapi Papen yang polos tidak takut kepada Goring dan dia membubarkan Reichstag dan melakukan pemilihan umum ulang.

 

Dan pemilu ulang ini menjadi masalah baru bagi Nazi. Rakyat Jerman sudah lelah untuk melakukan pemilihan umum yang berulang-ulang namun tidak ada hasil yang memuaskan. Dan Goebbels dan Hittler harus mengeluarkan tenaga yang ekstra untuk propaganda kali ini, karena dana yang tersisa sangat terbatas.

 

Dan selama masa kampanye, terjadi satu peristiwa yang mengalihkan Hitler. Yaitu kekasihnya EVA BRAUN mencoba aksi bunuh diri dengan menembak dirinya dengan pistol. Tapi usaha itu gagal dan Eva dirawat di rumah sakit. Eva jatuh cinta kepada Hitler, tapi cintanya tidak mendapatkan respon dari Hitler, oleh karena itu dia memilih untuk mengakhiri hidupnya. Hitler yang masih trauma dengan kematian keponakannya tercinta beberapa tahun yang lalu, segera meninggalkan kampanye dan banyak menghabiskan waktu bersama Eva di rumah sakit. Kisah Adolf Hitler dan Eva Braun ini akan diceritakan kemudian.

 

Pengalihan perhatian ini membawa pengaruh terhadap usaha kampanye Nazi. Keadaan diperparah dengan beberapa insiden berdarah dengan Komunis dan juga publikasi aksi brutal oleh pasukan SA. Dan akhirnya Partai Nazi kehilangan 2 juta suara dan 34 kursi di Reichstag. Hasil ini membuat Hitler sedih, namun demikian Partai Nazi masih tetap menjadi yang terbesar.

 

Sementara itu di Berlin, koalisi pemerintahan yang berjalan masih kacau. Schleicher menjalankan intriknya dibalik panggung untuk melemahkan posisi Papen. Dan akhirnya dibawah terkanan tanggung jawab yang besar dan posisinya yang kurang menguntungkan, Papen menemui Hindenburg dan menyatakan untuk mengundurkan diri.

 

Dua hari setelahnya, Hitler kembali menemui Hindenburg dan menuntut jabatan Kanselir dan meminta 3 posisi Kementrian untuk Nazi. Kali ini Hindenburg mulai melunak, dia menyetujui permintaan Hitler dengan syarat Hitler harus berkoalisi dengan partai lain. Dan Hitler menolak.

 

Beberapa hari kemudian, Hitler kembali menemui Hindenburg dan mencoba cara pendekatan yang berbeda. Dia menguratakan beberapa data dan fakta bahwa pemerintahan republik sudah gagal, dan paham komunisme semakin menyebar di Jerman. Yang bisa mengatasi semua masalah di Jerman hanya Partai Nazi. Tapi lagi-lagi Hindenburg mengajukan syarat yang sama.

 

Karena tidak ada kesepakatan antara partai mayoritas dengan pemerintahan yang berjalan, maka pemerintahan republik seakan tidak berjalan.

 

Sementara itu Hitler masih memiliki amunisi lain untuk mendesak Hindenburg untuk menyetujui permintaannya. Berbagai kalangan bangsawan dan industrialis yang mendukung Hitler mengirimkan surat kepada Presiden Hindenburg dan menyarakan agar Hitler diangkat sebagai Kanselir. Sebab dalam pandangan mereka Hitler adalah masa depan bagi Jerman.

 

Hindenburg mulai dilanda kebingungan. Dia kemudian memanggil Papen dan Schleicher untuk mendiskusikan masalah ini. Papen menyarankan sebuah ide gila untuk mengambil alih kekuasaan absolut secara militer dan membubarkan Reichstag. Jerman kembali menjadi negara monarki dimana kaum bangsawan yang akan berkuasa. Partai politik akan ditekan dan dibubarkan oleh kepolisian.

 

Schleicher tidak setuju dengan ide perubahan sistem pemerintahan ini. Dia menyarankan dirinya diangkat menjadi Kanselir dan dia yakin bisa melemahkan Nazi dengan memecah kekuatan Nazi dalam Reichstag melalui Gregor Strasser, salah seorang pemimpin Nazi dan pendiri partai.

 

Tapi bagaikan pepatah Cina mengatakan “Makin Tua Jahe Makin Pedas”, Hindenburg yang sudah kenyang pengalaman mencium gelagat haus kekuasaan dari Schleicher. Dia memilih menjalankan ide Papen.

 

Setelah ditinggalkan oleh Hindenburg, Schleicher dan Papen terlibat pertengkaran hebat dalam ruangan. Schleicher mengatakan ide Papen akan menimbulkan kekacauan besar. Dan juga Angkatan Bersenjata tidak akan mendukung ide ini. Papen tidak percaya dan menemui Mayor Jendral Ott untuk meminta dukungan. Hasilnya seperti yang dikatakan oleh Schleicher.

 

Maka keesokan harinya Papen menemui Hindenburg dengan berlinang air mata. Dia mengatakan tidak ada pilihan lain selain membuat Schleicher menjadi seorang Kanselir. Maka terpaksa Hindenburg mempertaruhkan keberuntungan pemerintahan republik kepada pemerintahan Schleicher.

 

Pada tanggal 2 Deseber 1932, Kurt von Schleicher diangkat menjadi Kanselir Jerman. Dan sesuai dengan janjinya, dia langsung melakukan berbagai intrik untuk melemahkan Hitler dan Partai Nazi.

 

Schleicher lalu mengadakan suatu pertemua rahasia dengan Strasser. Dia menawarkan Strasser posisi sebagai wakil Kanselir dan departemen Kementrian Dalam Negeri. Dan tentu saja tawaran ini sangat menggiurkan bagi Strasser.

 

Schleicher memanasi Strasser bahwa taktik yang dipakai Hitler tidak bisa sukses untuk jangka waktu panjang. Saat ini Nazi kehilangan banyak suara dan sedang menghadapi masalah keuangan. Apalagi dengan seringnya pulikasi mengenai kelakuan buruk Pasukan SA, maka Nazi sudah mulai redup cahayanya.

 

Semua perkataan Schleicher sangat meyakinkan bagi Strasser. Apalagi sejak awal dia sudah kurang sreg dengan Hitler yang dulu memaksakan kehendak supaya diangkat menjadi ketua absolut Partai Nazi (baca bagian 6).

 

Dan entah bagaimana Papen bisa mendapatkan informasi ini dan mengabarkan ke Hitler. Maka pada pertemuan para pengurus Nazi di Hotel Berlin, pada tanggal 5 Desember, Hitler marah besar terhadap Strasser.  Tapi Strasser malah menuduh Hitler membawa Nazi menuju ambang kehancuran dan bersikeras bahwa Nazi harus bekerja sama dengan Schleicher. Dalam perundingan itu Hitler, Goebbels, Goring dan sebagian pengurus menolak ide Strasser.

 

Akhirnya Strasser terpaksa mengundurkan diri, beberapa orang pengurus yang setia kepada Strasser mengikuti jejaknya.  Hitler cukup terpukul karenanya, karena Strasser merupakan salah seorang pengurus partai yang sangat berpengaruh. Sebelum Strasser meninggalkan ruangan, Hitler sempat mengancam untuk menembak ditempat. Tapi Strasser tetap berlalu dan kemudian dia pindah ke Italia.

 

Lalu kemudian Hitler mengangkat sekretarisnya Rudolf Heis, yang sudah membantunya menulis Mein Kampf, untuk menempati posisi yang ditinggalkan Strasser. Dan tahun 1932 berakhir dengan kesuraman bagi Hitler dan partainya. Sejumlah pengamat politik dan orang-orang di pemerintahan menganggap ancaman Hitler sudah berlalu.

 

Namun pada awal tahun 1933, Hitler masih memiliki sedikit harapan. Para bankir dan kaum industrialis yang berpengaruh tetap mengajukan surat petisi kepada Hindenburg supaya mengangkat Hitler menjadi kepala pemerintahan. Dan secara mengejutkan pada tanggal 4 Januari 1933, Papen menemui Hitler secara rahasia dan mendukung Hitler untuk menjadi Kanselir.

 

Tapi informasi ini segera diketahui Schleicher, dan di segera menemui Hindenburg dan menuduh Papen melakukan penghianatan. Tapi Hindenburg percaya kepada Papen dan tidak menghiraukan Schleicher.

 

Sementara itu dlm pemerintahan republik, posisi Schleicher semakin buruk. Dia tidak bisa menggerakan pemerintahan karena orang-orang dari koalisi tidak mempercayainya. Presiden Hindenburg yang mulai kehilangan kesabaran lalu memanggil Papen dan mempercayakan kepadanya untuk bernegosiasi dengan Hitler.

 

Tanggal 15 Januari, di propinsi Lippe, diadakan pemilihan daerah. Dan KESEMPATAN ini dimanfaatkan dengan baik oleh Hitler dan Nazi sebagai amunisi terakhir. Hitler melakukan propaganda besar-besaran dan mereka akhirnya mendapatkan suara mayoritas. Dan kemenangan ini kemudian dimuat di berbagai surat kabar yang mendukung bendera Nazi lalu diedarkan ke seluruh Jerman. Efek dari pemberitaan ini seolah menunjukkan kepada Jerman bahwa Hitler dan Nazi merupakan harapan masa depan Jerman. Dan trik popaganda semacam ini merupakan yang PERTAMA KALINYA di dunia dan dimainkan dengan sangat piawai oleh Joseph Goebbels.

 

Pemberitaan ini berhasil dengan baik, dan membuat Presiden Hindenburg terkesan.

 

Schleicher yang mulai terancam kedudukannya tidak putus asa, dia kembali menemui Hindenburg dan menyerahkan sebuah proposal yang menyatakan negara dalam keadaan darurat. Reicstag akan dirombak dan pemilu akan ditiadakan. Tapi Hindenburg menolak. Dan entah bagaimana informasi mengenai proposal ini tersebar keluar dan menimbulkan kemarahan semua partai.

 

Karena ditekan oleh Nazi dan partai koalisi, akhirnya Schleicher mengundurkan diri.

 

Maka berikutnya, Papen, Oskar von Hindenburg anak dari Hindenburg, dan Hitler menemui Hindenburg dan mereka berdua mendukung Hitler menjadi kanselir. Ksatria Tua ini tampaknya sudah mulai lelah dengan berbagai intrik politik yang terjadi belakangan ini. Dan Hitler bisa merasakan kelemahannya. Maka tanpa ragu Hitler menambahkan permintaannya tentang 4 Kementrian di bawah Nazi dan Papen akan menduduki salah satu Kementrian.

 

Ksatria Tua yang sangat berpengalaman ini mencium gelagat tidak baik dan mulai meragu. Tapi pada tanggal 29 Januari, tersebar isu bahwa Schleicher akan menggunakan kekuatan untuk menahan keluarga Hindenburg dan mengambil alih pemerintahan. Dan isu ini meyakinkan Presiden Paul von Hindenburg untuk mengangkat Hitler menjadi Kanselir.

 

Dan pada akhirnya, siang hari pada tanggal 30 Januari 1933, Adolf Hitler berlari keluar dari istana kepresidenan sambil BERLINANG AIR MATA. Dia berlari menuju mobilnya yang dikerumi sejumlah penggemarnya sambil berseru dengan lantang: “KITA BERHASIL!! KITA BERHASIL…!!”

 

Presiden Paul von Hindenburg menolak ide Bruening dan Papen untuk membenah pemerintahan dengan cara mengambil alih secara militer. Tapi dia malah mengangkat Hitler yang bekas orang militer sebagai kepala pemerintahan baru. Jika waktu itu Hindenburg masih hidup sampai Perang Dunia II, tentu dia akan menangis darah sampai mati karena mengetahui dirinya melakukan kesalahan besar dalam mengambil keputusan.

 

HEIL HITLER!!

Categories: ROH Part 13 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: