AKTIVASI OTAK TENGAH (Masih Kontroversi)

Dalam suatu ruangan, ada sebuah meja persegi empat dan ada 4 orang duduk saling hadap-hadapan di tiap sisi meja. Diantara 4 orang itu terlihat ada seorang anak kecil dengan MATA TERTUTUP sedang bermain BLACK JACK dengan 3 orang dewasa yang matanya tidak ditutup. Namun keterbatasan penghilatan tidak menghalangi anak kecil itu untuk selalu menang melawan orang-orang dewasa. Karena anak kecil dengan mata tertutup itu tau persis kartu yang sedang dipegang olehnya dan para lawan mainnya.

Gambaran cerita diatas terdengar seperti PERMAINAN SULAP. Tapi rupanya BUKAN SULAP BUKAN SIHIR, melainkan kemampuan anak kecil ini adalah KEMAMPUAN OTAK TENGAH manusia. Fungsi utama otak tengah adalah :
– Meningkatkan Konsentrasi
– Mengendalikan indera Perasa dan Peraba
– Daya Ingat
– Meningkatkan Kreativitas
– Mengendalikan Emosi
– Mengembangkan Bakat

Manusia saat ini diketahui hanya dapat memaksimalkan fungsi otaknya 1-5 % saja. Bahkan Albert Eistein, ilmuwan yang jenius itu kabarnya hanya menggunakan 10 % dari keseluruhan fungsi otaknya. Maka ada 90% lagi misteri fungsi otak yang akan menarik untuk dieksplor lebih lanjut.

Tulisan kali ini 100% FAKTA, bukan mengenai TRIK SULAP. Karena penelitian tentang fungsi otak tengah sudah dilakukan bertahun-tahun dan saat ini sangat populer di Jepang. Saking menariknya kemampuan otak tengah, manusia yg sudah diaktivasi kemampuan otak tengahnya ini seolah-olah memiliki kemampuan supernatural seperti trik sulap.

Ya, kata kuncinya adalah AKTIVASI KEMAMPUAN OTAK TENGAH. Namun sayangnya, aktivasi kemampuan otak tengah ini HANYA bisa dilakukan KETIKA anak-anak masih berusia 5-15 tahun. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum di aktivasi. Dan kelak anak-anak ini akan tumbuh menjadi orang dewasa yang sejenius Galileo Galilei atau Albert Einstein.

Aktivasi otak tengah ini bukan hal yg bersifat magis, melainkan sangat ilmiah. Metode yang digunakan adalah merangsang Gelombang Alpha pada otak. Gelombang Alpha ini dipancarkan otak ketika kita sedang santai, terutama sesaat menjelang tidur atau pertama kali bangun tidur. Atau bahkan ketika “bertapa” di toilet. Jadi jangan heran kalau banyak orang menemukan ide-ide kreatif justru ketika sedang di toilet.

Dari sumber-sumber informasi yang saya peroleh, metode pelatihan ini biasanya hanya berlangsung 2 hari. Dimana anak kecil ditempatkan disatu ruangan dan diperdengarkan musik yang membuatnya rileks secara terus menerus. Tahap ini akan membantu aktivasi kemampuan otak tengah.

Setelah kemampuan otak tengah sudah diaktivasi, maka anak akan diberikan pelatihan. Salah satunya adalah anak diberikan setumpuk kartu remi, dan disuruh untuk meraba dan mengingat bentuknya. Kemudian mata anak itu ditutup dengan rapat, dan anak disuruh untuk mengenali angka dan motif dari setiap kartu yg dipilih secara acak. Cara mengenali kartu tsb bisa dengan hanya meraba, ataupun mendengar suara kartu tsb. Intinya adalah MENINGKATKAN INDERA PERABA/PERASA, DAYA INGAT dan DAYA KONSENTRASI pada anak.

Pada latihan tingkat lanjut, anak yang matanya tertutup bisa bersepeda dan menghindari lubang-lubang maupun penghalan dijalan. Kemudian anak bisa mengenali orang tuanya dari kerumunan orang tanpa melihat ataupun mendengar suaranya.

Dengan melakukan pelatihan terus-menerus, pada tingkatan paling akhir, anak yang otak tengahnya sudah pernah diaktivasi, maka dia bisa memprediksi benda dibalik tembok/kotak tertutup, bisa membaca dokumen dalam posisi tertutup, dan bahkan BISA MEMPREDISI ISI SMS YANG MASUK TANPA HARUS MEMBACA DARI LAYAR PONSEL. Dan mungkin film James Bond terbaru akan menampilkan agen rahasia yg punya kemampuan seperti ini (^_^).

Oke..trus ada pertanyaan populer, “Mengapa orang dewasa dan anak diusia diatas 15 tahun tidak bisa dilatih lagi otak tengahnya?“. Jawabannya simple aja, karena semakin bertambah usia, maka makin banyak hal yg masuk ke otak dan membuat manusia makin sulit untuk berkonsentrasi. Bahkan para trainer dari Jepang juga menemukan kesulitan untuk mengaktivasi anak yg usia sudah diatas 12 tahun. Jadi bisa dibilang pelatihan ini LEBIH EFEKTIF untuk anak-anak yang MASIH POLOS.

Pada dasarnya otak tengah yang sudah teraktivasi akan memancarkan gelombang seperti RADAR. Dan gelombang ini dipancarkan sedikit dibawah hidung seperti menghembuskan napas. Jadi pada mulanya anak hanya dapat mendeteksi segala sesuatu yg dibawah hidung dan didepan mata dalam jarak yg dekat. Namun dengan latihan yang teratur dan terus menerus anak kemudian bisa mendeteksi benda di segala arah dan jangkauan ‘RADAR’-nya makin jauh. Jadi nanti seperti di film-film kungfu ada jagoan bisa menghindari lemparan pisau dari belakang (^_^).

Jika teman-teman yang punya anak dan akan punya anak, maka sangat disarankan untuk mengikutkan anaknya agar kemampuan otak tengah bisa di-AKTIVASI, supaya generasi penerus kita bisa lebih jenius dan memaksimalkan potensi mereka.

Untuk pelatihan Otak Tengah, saya masih belum menemukan sumber yang benar-benar valid, dan ada bukti ilmiah pendukungnya. Jadi anggapan saya ini hanya sekedar akal-akalan bisnis saja.

Categories: Misteri Otak Tengah | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: