KETIKA KITA JATUH

Pada olimpiade musim panas tahun 1992 di Barcelona, Spanyol, terjadi sebuah peristiwa yang menarik perhatian dunia di arena lomba lari. Tepuk tangan dan sorak sorai paling meriah bukan diberikan kepada peserta yang menjadi pemenang utama, melainkan kepada peserta yang sampai paling akhir ke garis finish. Begini ceritanya…

**************************************************

Ketika Derek Redman melangkah menuju arena, dia membayangkan kemenangan yang akan diraihnya. Inilah saat yang telah dinantikannya, seumur hidupnya. Dalam hatinya, ia tahu, bahwa inilah perlombaan yang telah Tuhan tetapkan baginya, sejak semula ia diciptakan. Pada menit terakhir sebelum perlombaan itu dimulai, ia memandang ke arah deretan kursi penonton, mencari-cari wajah ayahnya. Memang ia ingin meraih kemenangan dalam lomba itu untuk dirinya. Tetapi, lebih dari itu ia ingin memenangkan lomba itu demi ayahnya. Ayahnya, yang telah memberikan dan mengorbankan begitu banyak banyak hal, agar ia dapat masuk menjadi peserta olimpiade itu.

Sekarang ia memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu sebagai tanda balas budi kepada ayahnya. Inilah saatnya untuk membuat ayahnya bangga padanya. Lalu tembakan ke udara tanda mulai berbunyi. Derek berlari, mengerahkan seluruh kekuatannya. Segalanya tampak baik sampai akhirnya Derek memasuki putaran terakhir. Tiba-tiba terjatuh di tengah lintasan larinya. Ia mengalami cedera pada kakinya. Rasa nyeri yang hebat mencengkeramnya. Dia berusaha untuk berdiri; berusaha untuk melompat; namun rasa nyeri itu terlalu menyakitkan baginya. Detik demi detik berlalu, bagai berjam-jam baginya, saat dia rebah menggeliat kesakitan. Dia tidak percaya, beginilah akhir dari perjalanannya selama ini.

Mungkin dia khawatir tentang apa yang dipikirkan ayahnya saat itu, apakah ayahnya merasa malu? Apakah ayahnya akan berpaling darinya dan meninggalkannya? Mungkinkah ayahnya berpikir: Oh, bagus sekali. Jadi selama ini waktu terbuang percuma hanya untuk seorang yang bahkan tidak dapat menyelesaikan pertandingan sama sekali?

Ternyata sama sekali bukan itu yang sedang dipikirkan oleh ayahnya. Jauh diatas sana, di antara kursi-kursi penonton, ayahnya melompat berdiri. Segera ia menyelusup di antara kerumunan penonton. Saat itu ada ribuan penonton yang sedang berdiri, melihat anaknya, dan terkejut melihat anaknya sedang menderita di dalam arena. Akhirnya sang ayah berhasil mencapai garis batas lintasan lari itu.

Seorang penjaga keamanan menghentikannya, dan berkata, “Tidak seorangpun diijinkan masuk ke dalam arena.”

Ayah Derek menjawab, “Itu anak saya.”

Maka penjaga itu tidak menghalanginya lagi. Dia melewati para penjaga itu dan masuk ke dalam lintasan lari. Dia kemudian langsung memapah anaknya untuk berjalan sampai ke garis finish. Dan ribuan orang bersorak riuh rendah pada ayah anak itu.

**************************************************

Hidup kita di dunia juga seperti cerita diatas. Kita mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik untuk berlomba dan menjadi pemenang di bidang yang kita tekuni. Ada kalanya KITA JATUH dan KESAKITAN, sehingga ketinggalan lomba.

Namun kita sering lupa pada 2 hal penting dalam perlombaan hidup :

1. Kita ikut perlombaan bukan untuk menang melawan orang lain, melainkan menang thd diri sendiri.

2. Walaupun jatuh dan kesakitan, tetap kita harus bangun menyelesaikan perlombaan. Dan yang membantu kita bangun dan memapah sampai garis finish adalah AYAH yang ada di Surga.

WINNER NEVER QUIT AND QUITTER NEVER WIN. DO YOUR BEST AND LET GOD DO THE REST.

GBU My Friends….

Categories: Ketika Anda Jatuh | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: