UJUNG GENTENG, Mutiara di Pesisir Selatan Jawa Barat 1

Apa yang Anda bayangkan tentang Ujung Genteng? Kebanyakan menjawab atap rumah dan tanah liat.

Tapi yang saya maksudkan disini adalah sebuah tempat di ujung pulau Jawa, tepatnya di Kab Sukabumi Selatan. Tidak banyak yang mengenal daerah ini karena memang jarang sekali terekspos oleh media.Tapi tempatnya sangat bagus jika ingin menikmati wisata alam.

Jalanan menuju sana juga sangat tidak menyenangkan, jalanan berkelok-kelok karena melewati gunung dan jalanan juga agak rusak. Perjalanan dengan mobil dari Jakarta menuju Ujung Genteng, memakan waktu sekitar 9 jam perjalanan…lumayan cape bagi yang tidak terbiasa melakukan perjalanan.

Tapi perjalanan bisa menjadi menyenangkan jika Anda tau cara menikmati perjalanan, misalnya sering berhenti di beberapa tempat. Rutenya gampang kalo menggunakan kendaraan pribadi, dan sangat disarankan BERANGKAT JAM 6 PAGI.

– Dari Jakarta masul tol ke Puncak (jagorawi)

– Keluar tol yang ada tulisan Sukabumi

– Lewati pasar Jagorawi menuju arah Sukabumi (tanya aja arah ke PELABUHAN RATU)

– Menuju Citarik -> Cibadak -> Warung Kiara -> Pelabuhan Ratu

Sebagai informasi tambahan, di Citarik ada camp untuk bermain rafting (arung jeram). Ketika saya masih bekerja di perusahaan asuransi, saya pernah mendapatkan fasilitas untuk bermain rafting di Citarik ini. Melalui Cherooke Adventure Club. Jika melewati daerah Citarik, akan melihat base camp mereka di sisi kiri jalan setelah terminal bus Citarik.

Kita bisa beristirahat di sini untuk makan siang, dan menikmati tantangan bermain ARUNG JERAM. Ambil rute yang sedang saja biar ga terlalu cape untuk melanjutkan perjalanan.

Di daerah Pelabuhan Ratu, kita bisa istirahat bermalam dan menikmati sunset pantai Pelabuhan Ratu yang terkenal itu. Siapa tau kalo lagi beruntung bisa berjumpa dengan NYI RORO KIDUL, Dewi Penguasa Laut Selatan. Setelah itu baru melanjutkan perjalanan.

Tapi sayangnya, kami tidak beristirahat dan memilih langsung melanjutkan perjalanan ke Ujung Genteng, karena estimasi kami sampai di tujuan sekitar jam 5 sore untuk menikmati sunset.

– Pelabuhan Ratu-> Kiara Dua -> Jampang Kulon -> Surade -> Ujung Genteng

Ketika sampai tujuan, ternyata hari sudah gelap dan sudah melewati sunset, bahkan agak hujan. Dan kami segera mencari penginapan yang harga terjangkau. Dan dapatlah sebuah rumah penduduk dekat daerah Pantai Cibuaya, yg menyediakan beberapa kamar untuk kami bermalam.

Keesokan harinya, subuh-subuh sekali, kami langsung ke Tempat Pelelangan Ikan, untuk menikmati matahari terbit. Matahari terbit sebenarnya biasa saja pemandangannya, tapi yang membuatnya berkesan adalah anda menikmati matahari terbit di lokasi tertentu dan bersama orang tertentu. Kita rasakan emosi dan kehangatan ketika matahari mulai muncul dari balik lautan dan menerangi langit timur….awesome!!!

Setelah langit mulai terang, saya menikmati pemandangan di sekitar pantai tempat pelelangan ikan. Di sepanjang garis pantai ada tanaman bakau yang menjadi pagar alam di sepanjang garis pantai, untuk mencegah erosi.

Selain dilindungi oleh pagar tanaman bakau itu, di sekitar garis pantai ada batu-batuan karang yang bentuknya sangat unik dan mencegah pasir pantai terkikis oleh air laut.

Dan disekitar akar pohon bakau, saya menemukan banyak habitat hewan pantai yang unik. Misalnya kepiting keong yang cangkangnya unik dan juga anak-anak kepiting batu.

Setelah agak siang, saya ke pasar ikan untuk membeli beberapa ikan segar buat lauk sarapan pagi. Kami membeli beberapa ikan tongkol dan kembali ke penginapan. Pemilik rumah yang baik membantu kami memasak ikan itu sebagai sarapan. Ikan tongkol goreng yang segar dimakan bersama sambal cobek memang nikmat, apalagi dimakan dengan nasi putih yang hangat…hmm, mantap!!!

Setelah selesai sarapan, kami berfoto sejenak dengan penduduk setempat yang menjadi pemandu kami selama di Ujung Genteng.

Kami bertolak menuju Pantai Cibuaya untuk bermain air, karena di pantai ini ombaknya relatif lebih tenang dibandingkan dengan tempat lain. Aman untuk berenang. Di batas luar pantai itu, gelombang laut yang menghantam pantai sudah terhalang oleh barisan batu karang.

Bagi orang yang punya hobi untuk melakukan selancar dan masih pemula, tempat ini bisa menjadi awal yang bagus untuk belajar bermain selancar. Di foto bawah ini terlihat  ada 2 wisatawan asing yang mencari ombak untuk bermain selancar.

Cukup lama kami bermain air di Pantai Cibuaya ini. Setelah itu kami kembali ke penginapan untuk menikmati makan siang. Rencana selanjutnya adalah menikmati AKUARIUM ALAMI. Apa itu akuarium alami? Baca di catatan perjalanan saya di bagian selanjutnya.

Categories: Ujung Genteng 1 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: