KISAH SECANGKIR KOPI NIKMAT

Seorang lelaki eksekutif muda sedang duduk santai di salah satu kedai kopi merk terkenal. Pakaiannya rapi tapi terkesan santai. Dia memakai baju kemeja lengan panjang warna putih dengan motif garis lurus, lengannya digulung setengah. Celana yg dipakai berwarna biru tua dengan bahan jeans yang lembut, dan kakinya mengenakan sepatu kerja berwarna hitam.

Rambutnya pendek dan diberi gel sehingga telihat rapi berdiri tegak semua. Sesekali ujung telunjuknya membetulkan posisi kacamata yang menyantol diatas hidungnya yang mancung. Dua pasang matanya yang tajam dan serius sedang memperhatikan layar notebook diatas meja.

Setelah mengamati lelaki itu, kemudian pelayan wanita dari kedai kopi itu membawa sebuah nampan yang berisi 2 potong muffin blueberry kepadanya.

 

“Silahkan dinikmati muffinnya, Pak. Masih ada yang bisa dibantu?”, tanya pelayan wanita itu.

“Iya, terima kasih”, jawab lelaki itu sambil tersenyum.
“Oh…Masih ada sedikit keperluan”

“Oh..silahkan Pak”

“Bantu tuliskan no telp Mbak yang bisa saya hubungi…saya suka senyuman manis Mbak”, kata pria itu dengan sedikit senyum menggoda.

Pelayan itu tertawa kecil dan tersipu malu, lalu dia beranjak dari meja lelaki itu. Dan lelaki itu kembali fokus kembali ke layar notebooknya. Tangan kanannya mengambil cangkir kopi hitam dan mendekatkan ke mulutnya.

Sebelum cairan hitam itu mengalir ke lidahnya, lelaki itu menikmati terlebih dahulu aroma harum dari minuman yang sering dipesannya itu. Kopi hitam, panas, tanpa krim, dan tanpa gula.

“Ah…kopi hitam memang harum dan nikmat”, kata lelaki itu dalam hati ketika dia menikmati tegukan pertama dari minumannya. Jari-jarinya mulai mengetikan sesuatu pada keyboard.

————————————————–

Teman-teman sekalian, tahukan Anda bahwa PROSES KEHIDUPAN MANUSIA bagaikan proses pembuatan minuman kopi nikmat yang diminum lelaki pada cerita diatas. Saya percaya setiap orang yang dilahirkan di dunia ini memiliki potensi untuk menjadi pribadi yang ‘nikmat’ untuk dinikmati dunia.

Proses Seleksi
Biji kopi yang telah dipanen berwarna agak kehijauan, dan masih belum memiliki aroma dan rasa kopi jika belum diolah. Sebelum diproses lebih lanjut, biji kopi ini harus dibersihkan terlebih dahulu dan dipisahkan dengan biji kopi yg rusak atau belum matang.

Jika Anda berkesempatan membaca tulisan saya ini, SELAMAT dan BERSYUKURLAH!! Anda merupakan salah satu biji kopi yang sudah diseleksi dengan baik. Sebab banyak orang diluar sana yang belum sempat hidup enak dan menikmati kemajuan teknologi yang disebut internet.

Proses Pengeringan
Biji kopi yang telah diseleksi, kemudian dijemur dengan alas tikar khusus setiap harinya hingga kering. Memakan waktu kurang lebih tiga minggu. Proses pengeringan ini untuk menghilangkan kadar air yang terkandung dalam biji kopi. Tapi pada tahap ini, Anda masih belum bisa mencium aroma kopi.

Anda yang membaca ini adalah orang-orang terseleksi. Selanjutnya Anda di-‘kering’-kan terlebih dahulu sebelum masuk ke proses lebih lanjut. Proses pengeringan ini dinamakan BEKERJA. Sebab dengan bekerja Anda menjadi berkeringat dan Anda mulai mengeluarkan semua ilmu yang dipelajari sebelum memasuki dunia kerja.

Proses Penggorengan
Setelah dikeringkan selama tiga minggu, biji kopi yang sudah dikeringkan tersebut digoreng tanpa minyak, atau dikenal dengan istilah sangrai. Proses ini bertujuan untuk membuat biji kopi menjadi benar-benar kering dan mengeluarkan minyaknya yang membuat biji kopi beraroma kopi. Biji kopi dimasukan dalam sebuah alat penggorengan yang berbentuk silinder, berukuran besar, dan ditutup rapat. Kemudian pipa silinder itu diputar diatas tungku api supaya proses penggorengan merata.

Setelah Anda memasuki lingkungan kerja atau bisnis, Anda akan mengalami berbagai masalah dan tekanan dari luar. Anda dipaksa untuk mengeluarkan ‘keringat’ terbaik dari dalam diri Anda.

Proses Penggilingan
Biji kopi yang telah digoreng, akan berwarna coklat kehitaman dan mulai tercium aroma harum. Namun akan ada beberapa biji kopi yang warna coklat agak kekuningan, itu merupakan biji kopi yang tidak bisa mengeluarkan minyak kopi. Biji kopi coklat kekuningan ini akan dibuang karena bila tercampur dengan yg lain akan mengurangi rasa enak dari kopi.

Setelah disortir ulang, biji kopi tersebut kemudian akan dihancurkan dalam mesin giling hingga menjadi kopi bubuk. Bubuk kopi ini kemudian disimpan dalam kemasan kedap udara yang sering kita seduh dan nikmati setiap hari.

Setelah mengalami berbagai tekanan dan menghadapi banyak masalah, manusia biasanya akan jatuh bahkan hancur lebur menjadi seperti bubuk kopi. Tapi KABAR BAIKNYA, sejak masih bayi sampai lulus sekolah, kita semua sudah belajar untuk jatuh dan bangun lagi. Maka merupakan hal yang biasa jika orang juga mengalami jatuh bangun berkali-kali dalam hidupnya. JIKA ANDA MEMBACA NOTE INI, PASTIKAN ANDA JUGA ORANG YANG SELALU BISA BANGUN KETIKA JATUH BERKALI-KALI.

Proses Penyajian
Banyak orang suka menikmati kopi, tapi tidak mengerti cara menyajikan minuman kopi yang enak dan nikmat. Demikian cara penyajian yang baik dan benar
– masukan satu sendok bubuk kopi kedalam cangkir, tambahkan gula sesuai selera
– seduh dengan AIR MENDIDIH yang baru dipanaskan (untuk seduh kopi, air makin panas makin bagus)
– aduk sebentar hingga merata, kemudian tutup cangkir kopi selama 5 menit.
– buka tutup cangkir, dan silahkan dinikmati sejenak keharuman dari kopi sebelum dimasukan ke mulut (boleh tambahkan krimer dan susu sesuai selera)

Dalam menjalani hidup, kita sering dengar orang berkata SUDAH JATUH KETIMPA TANGGA. Orang selalu bisa bangun ketika jatuh merupakan hal biasa, maka orang yang bisa bangun ketika jatuh dan ketimpa tangga adalah orang yang LUAR BIASA. JIKA ANDA SUDAH MEMBACA SAMPAI BAGIAN INI, PASTIKAN ANDA JUGA ORANG YANG LUAR BIASA.

Proses kehidupan ini sama seperti proses penyajian kopi. Kopi yang sudah diproses dengan berbagai tekanan dan dihancurkan jadi bubuk, masih harus disiram dengan air panas yang mendidih untuk menghasilkan rasa nikmat pada minuman kopi. Demikian juga dengan kehidupan manusia, untuk mengeluarkan POTENSI TERBAIK dari dalam diri, harus mengalami berbagai masalah dan tekanan dari luar, bahkan harus mengalami proses jatuh ditimpa tangga.

Seperti yang saya kemukakan di awal, saya percaya setiap manusia dilahirkan kedunia ini dengan memiliki potensi untuk membuat dunia ini menjadi nikmat.

Jadi jika Anda mengalami berbagai masalah dan tekanan dalam hidup, lihatlah sejenak ke langit, tarik napas dalam-dalam. Lalu serukan dengan lantang “BRING IT ON!!!

————————————————–

Lelaki itu selesai mengetik dan merapikan dokumen yang berserakan dimeja. Dia melirik ke jam tangan untuk mengecek waktu. “hm…telat 10 menit”

Dari kejauhan terlihat seorang wanita berjalan tergesa-gesa menuju arah kedai kopi tsb. Wajahnya bulat dan ada senyum keceriaan dibibirnya yg terolesi lipstik merah muda, matanya besar dan terlihat sangat bersemangat. Rambutnya yang hitam dan panjang tertata rapi ke belakang. Wanita itu mengenakan blazer berwarna putih lengan panjang menutupi kaos dalam berwarna hitam, terlihat cocok dengan celana warna coklat bahan kain yg ketat, memperlihatkan pesona kakinya yg panjang dan berisi. Tangan kanan menjepit sebuah tas besar warna coklat berbahan kulit.

Tok…tok…tok…tok, terdengar suara langkah kaki yg beralaskan sepatu hak tinggi berjalan terburu-buru menghampiri lelaki eksekutif tersebut.

“Halo, selamat siang Ko Tito…maaf ya, saya agak terlambat”, sapa wanita itu dengan sebuah senyuman yg khas dan suara yg manja.

Kemudian mereka berdua bersalaman secara formal dan duduk, masing-masing menikmati secangkir kopi nikmat di kedai tersebut sambil membicarakan proposal bisnis.

Categories: Kisah Secangkir Kopi | 1 Comment

Post navigation

One thought on “KISAH SECANGKIR KOPI NIKMAT

  1. Hello There. I discovered your blog using msn. That is a really well written article.
    I’ll make suure to bookmsrk it and return to read extra of your useful information. Thanks for the
    post. I will definitely return.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: