Wisata Pulau Dewata 4

PERJALANAN HARI KE-4

Hari ke-4 ini merupakan hari terakhir kami menikmati perjalanan di Pulau Bali. Sebelum berpisah dengan Bali, kami hendak menjadikan hari terakhir ini sebuah kenangan yang menyenangkan.

Pada hari terakhir ini, kami berangkat dari rumah lebih awal, sekitar jam 8.30 on time. Sarapan di warung Wardhani, daerah Denpasar. Citarasa makanan di warung ini sudah pernah saya ceritakan di Perjalanan Hari Ke-2. Jadi tidak perlu saya ulang lagi. Acara penting di pagi ini adalah ANTRI MEMBAYAR PIA LEGONG BALI.

01

Orang Bali sendiri tidak terlalu kenal dengan jajanan khas Bali ini. Namun Pia Legong ini sangat terkenal di kalangan wisatawan dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Dan orang-orang rela antri untuk membayar. Ya…ANTRI MEMBAYAR, saya tidak salah ketik dan teman-teman juga tidak salah baca.

Kami sampai di Toko Pia Legong (Jl Bypas Ngurah Rai, Denpasar) sekitar jam 9. Tapi antrian orang-orang yang hendak membayar pesanan pia legong sudah panjang dan sampai diluar toko.

02

Orang-orang yang mengantri ini, sudah terlebih dahulu memesan Pia Legong sekitar 1-3 bulan sebelumnya. Dan kebetulan salah satu teman perjalanan mendapat titipan dari saudaranya untuk mengambil Pia Legong. Jika teman-teman hendak mencoba Pia Legong ini, disarankan melalukan pemesanan terlebih dahulu sebelum mengunjungi Bali.

RASA dari Pia Legong ada Keju, Coklat, dan Mix Keju-Coklat. Yang membuat Pia Legong ini digemari adalah kulit pia yang lembut dan isinya yang pure coklat atau keju berjibun, jadi sekali gigit saja sudah merasakannya. Jika Anda kesulitan membayangkan Pia Legong, mungkin bisa bayangkan Tau-Sa-Pia yang biasa dijual ketika menjelang perayaan Moon Cake Festival.

Setelah mengantri Pia Legong, tujuan wisata kami adalah GOA GAJAH, sebuah reruntuhan candi yang terletak di daerah Sukawati. Tempat ini merupakan salah satu tempat suci umat Hindu di Bali. Oleh karena itu, setiap pengunjung wajib berpakaian sopan. Karena kebetulan kami mengenakan celana pendek, maka kami semua dipinjamkan kain sarung untuk memasuki tempat ini.

03

Konon, Goa Gajah ini merupakan tempat semedi keluarga Kerajaan Bali. Suasana dalam goa panas dan pengap, entah karena banyak pengunjung pada hari itu atau memang sudah demikian kondisinya.

04

Di sekitar Goa Gajah, dapat ditemukan berbagai reruntuhan candi yang katanya dibangun pada zaman Majapahit.

05

Dan tidak terasa, hari sudah mulai panas dan siang. Perut juga sudah mulai keroncongan lagi. Dari Goa Gajah, kami bertolak menuju Desa Ubud. Tujuan utama kali ini adalah WARUNG BABI GULING IBU OKA dan PASAR SENI TRADISIONAL UBUD.

Warung Bu Oka sangat ramai dikunjungi wisatawan dari lokal maupun wisatawan asing. Dan Warung Bu Oka ini juga merupakan salah satu recommended place jika berwisata kuliner ke Bali.

06

Kami memesan menu Babi Guling dan Babi Goreng Tepung yang kremes. Rasa babi gulingnya memang biasa saja, tapi yang menarik adalah Babi Goreng Kremes. Begitu digigit rasanya kriuk dan gurih, karena dagingnya digoreng campur dengan lemak babi.

07

Dan setelah kenyang, kami segera menuju ke Pasar Seni Tradisional Ubud, yang lokasinya ada didepan Warung Bu Oka. Di tempat ini, kita bisa mendapatkan berbagai cendera mata khas Bali yang dibuat dengan kerajinan tangan. Mulai dari Baju Bali sampai Kerajinan Besi. Belanja di sini harus pandai nawar, jangan ragu-ragu untuk minta setengah harga dari harga pembukaan. Orang bule dan orang jepang yang tajir aja nawar gila-gilaan di pasar ini.

08

Saking asiknya belanja, tidak terasa hari sudah mulai sore. Teman-teman terlihat senang berbelanja di sini karena harganya relatif murah dan barangnya unik-unik.

Untuk mengakhiri perjalanan kami ke Bali, diputuskan untuk melihat Matahari Terbenam di pantai Bali. Dan Pak Bagus mengantarkan kami ke daerah Seminyak, dekat Legian. Tempat yang kami pilih untuk romantic dinner sambil menikmati sunset adalah Cafe Ku-De-Ta.

09

Cafe ini ternyata banyak pengunjung bule. Memang orang bule tau aja tempat yang asik buat hangout. Cafe ini posisinya menghadap ke Barat dan ada di tepi laut. Jadi memang sangat bagus untuk menikmati sunset sambil dinner bersama orang yang Anda sayangi.

10

Dan akhirnya sunset indah yang dinantikan tiba. Kami segera mengenakan kacamata hitam untuk menikmati pemandangan matahari yang perlahan-lahan turun dan menghilang di lautan.

11

Aktivitas melihat sunset ini mengakhiri perjalanan kami di Bali. Sebelum kembali ke rumah, kami sempat mampir sejenak di Pantai Kuta untuk melihat keramaian malam. Namun Pantai Kuta bukan tempat yang disarankan untuk berjalan-jalan, karena suasananya biasa saja. Cuma ramai turis bule.

Dan sebelum tidur, kami sempat berfoto sejenak didalam rumah sebagai kenang-kenangan perjalanan yang menyenangkan di Bali.

12

~ END OF JOURNEY ~

Tips Perjalanan
1. Bawa kamera semi-SLR dan kamera underwater.
2. Bawa kacamata hitam utk menikmati sunset.
3. Sunblock, sabun (cair), dan sampoo beli di minimarket Bali saja, biar tidak repot bawanya.
4. Bawa gembok utk mengunci koper dan tas.
5. Bawa celana pendek untuk jalan-jalan, dan celana pendek + kaos utk renang.
6. Penting!! BANYAK-BANYAK minum air putih, karena di Bali sangat panas. Jangan sampai pulang dari Bali malah bawa penyakit.

Categories: Bali Island 4 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: