Petualangan SERU di Green Canyon 1

Diantara banyak tempat yang pernah saya kunjungi sampai sekarang, bisa dibilang petualangan di Green Canyon ini yang paling berkesan. Green Canyon ini bukan nama tempatnya, melainkan sebuah sebutan yang diberikan oleh seorang wisatawan Prancis yang mengunjungi tempat ini sekitar tahun 1993. Nama aslinya adalah Cukang Taneuh (Jembatan Tanah), sebuah aliran sungai yang terletak di daerah Cijulang, dekat Pangadaran (6 jam dari Bandung, perbatasan dengan Cilacap). Disebut Green Canyon karena tempat ini menjadi hijau di musim tertentu, baik pepohonan maupun aliran air sungainya.

Untuk menikmati keindahan Green Canyon, para penjelajah akan melakukan Body Rafting, yaitu mengarungi jeram dengan baju pelampung dan membiarkan tubuh terbawa arus sungai secara perlahan. Mirip arung jeram dengan perahu karet itu, tapi kali ini tanpa perahu dan hanya memakai baju pelampung saja. Perjalanan mengarungi Green Canyon ini biasanya makan waktu 5-6 jam. Ada beberapa tempat yang tidak bisa dilalui dari air, jadi harus sedikit manjat-manjat dan jalan kaki.

BATU KARAS

Tim petualangan kami terdiri dari 4 bujangan penggembira, kami berangkat dari Jakarta dengan mobil pribadi, dan menempuh perjalanan sekitar 8 jam untuk sampai di tujuan. Pagi-pagi kami berangkat dan sampai di desa Cijulang sudah sore, dan untuk memudahkan aktivitas kami memesan penginapan di sana. Kami menginap di sebuah penginapan sederhana di Pantai Batukaras.

Karena hari masih sore, kamipun mencoba jalan-jalan disekitar Pantai Batukaras. Ada dua pantai yang pemandangannya cukup istimewa menurut saya. Yaitu Pantai Batukaras itu sendiri dan satu lagi Pantai Legok Jawa, yang letaknya sekitar 10 kilo dari Batukaras.

Malam harinya….terjadi hal yang tidak diharapkan, yaitu HUJAN DERAS. Karena hujan deras, kami sempat khawatir tidak bisa mengarungi Green Canyon, air sungainya menjadi deras dan membahayakan.

GREEN CANYON

Pagi harinya, kami ditelp oleh pemandu kami bahwa Green Canyon tetap bisa dijelajahi dan aman, hanya saja airnya tidak hijau jernih seperti promosi wisata. Melainkan jadi keruh kecoklatan akibat hujan deras semalaman. Dia mengkonfirmasi ulang untuk tetap ikut atau batal. Karena sudah terlanjur datang, kami tetap ikut walaupun keindahan pemandangannya jadi berkurang.

Harusnya pemandangan di Green Canyon itu hijau dan asri seperti foto ini:
green canyon

Kamipun di briefing singkat oleh pemandu kami di basecamp, Pak Abdul, tentang prosedur keselamatan yang harus diikuti oleh peserta. Dan kami berempat digabungkan dengan beberapa peserta lain dari Depok. Lalu kemudian kami semua diangkut dengan mobil pickup menuju lokasi start body rafting.

Ternyata kami dibawa ke atas bukit, dan dari sana kami harus sedikit berjalanan menuruni jalan setapak yang curam untuk menuju ke sungai. Semua peralatan elektronik kami, kamera dan handphone semua dimasukan kedalam sebuah tas ransel kedap air (dry bag) dan dibawa oleh pemandu kami.

Awal starting point, arus sungainya masih tenang, malah sangat tenang sehingga kami harus sedikit berenang supaya bisa gerak. Dan kami membiarkan tubuh terbawa arus secara perlahan. Pemberhentian pertama kami adalah GOA KELELAWAR. Tempat ini dicapai kurang lebih 30 menit setelah permulaan tadi.

Kami pun istirahat sebentar, sambil dengar cerita-cerita dan latar belakang dari Green Canyon ini dari pemandu kami. Ternyata dulunya, ribuan tahun lalu, Green Canyon ini adalah sebuah goa besar. Kemudian karena gempa besar, goa ini runtuh dan batu-batu stalaktiknya itu menjadi batu-batu besar yang di sungai.

Sambil mendengar cerita, kami mulai mengambil gambar sekitar.

Goa Kelelawar ini, didalamnya memang banyak kelelawar. Petani setempat sering masuk ke dalam untuk mengumpulkan kotoran kelelawar sebagai pupuk bagi tanaman. Dan jika ditelusuri ke dalam goa, bisa menembus ke sisi bukit lainnya.

Setelah beristirahat kurang lebih 20 menit, kami melanjutkan perjalanan. Setelah melewati goa kelelawar, arus sungai mulai sedikit kencang dan makin banyak batu-batu besar di tengah sungai. Dan kami sampai disatu tempat yang arusnya deras dan harus dilewati dengan menggunakan tali pengaman.

Pemandu kami membuka jalan dengan menyeberang dulu, kemudian mengikatkan tali ke sebuah batu besar. Dan kami satu-persatu menyeberang dengan ditarik tali pengaman tersebut melewati arus jeram yang deras. Untuk melompat ke arus yang deras, hidung harus ditutup supaya tidak kemasukan air.

Setelah semua sudah menyeberang, kami kembali lagi mengarungi arus yang tenang. Ada sebagian rute yang mengharuskan kami jalan kaki naik turun bebatuan, karena sungainya terlalu dangkal untuk dilewati dengan body rafting. Dan sekitar 2 jam kemudian, kami sampai di perberhentian berikutnya untuk menikmati snack dan sambil ngopi menghangatkan badan dan merilekskan otot-otot yang tegang.

Pemandu kami mengeluarkan panci dan briket berbentuk sebagai bahan bakar. Dan acara ngopi dan snack dimulai. Sekitar 15 menit kemudian, ternyata ada rombongan lain yang menyusul kami dan kami pun berbagi tempat peristirahatan. Sambil istirahat kami foto-foto pemandangan sekitar sebagai kenang-kenanagan.

BERSAMBUNG…

Categories: Green Canyon-Pangadaran 1 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: