Petualangan SERU di Green Canyon 2

GREEN CANYON

Pada bagian sebelumnya, kami sudah mulai merasakan debar-debar jantung mengarungi jeram di Green Canyon. Bagi yang pertama kali merasakan, apalagi yang tidak bisa berenang, pasti ada rasa was-was, dan juga penasaran. Dan ternyata itu HANYA PEMANASAN. Tapi jika mengikuti prosedur keamanan dan mengikuti instruksi dari pemandu, maka aktivitas body rafting ini 100% AMAN.

Di tempat peristirahatan untuk snack siang dan ngopi, kami bersantai cukup lama. Kurang lebih ada 30 menit, karena harus menunggu air mendidih buat seduh kopi. Kopinya diseduh dengan gelas besar dan kami nikmati bersama dari mulut ke mulut, sungguh indah sekali kebersamaan.

Setelah cukup istirahatnya, kami melanjutkan perjalanan. Dan yang seru dari tempat peristirahatan ini adalah arusnya yang deras. Jadi setelah istirahat, kembali jantung kami dipacu. Untuk masuk ke arus deras ini harus melompat sekuat tenaga, supaya jatuhnya pas ditengah sungai dan tidak nyangkut di tepian. Dan tentu saja hidung tetap harus ditutup jika masuk ke arus yang deras.

Dan beberapa saat kemudian, kami memasuki arus yang tenang. Disini kami mulai membentuk barisan manusia terapung dan bermain kereta-keretaan. Seru dan unik sekali rasanya.

Arus yang tenang itu akhirnya membawa kami ke suatu tempat yang harus sedikit manjat-manjat, yaitu tempat yg disebut goa hujan abadi.

Disebut demikian karena sepanjang tahun, ada air tanah yang merembes dari akar pohon di tebing dan menetes turun kebawah. Airnya cukup bersih kok, bisa diminum langsung.

Tempat ini memang harus manjat, karena tidak bisa dilalui dengan cara body rafting. Arusnya terlalu deras dan berkelok-kelok. Kalo nyangkut repot, tidak ada tempat buat pijakan kaki, walaupun tidak berbahaya tapi bakal sakit terbentur dengan batu.

Di tempat yang susah dilalui ini, ada satu lorong yang bau sekali. Karena disana banyak bangkai kepiting kecil yang bertumpukan. Kepiting kecil ini benar-benar kecil, hanya sebesar semut merah. Mungkin memang disana sarang mereka, karena banyak sekali jumlahnya. Dinding tebing terlihat seolah hidup dan bergerak.

Dan setelah melewati tempat yg bau tadi, kami kembali nyemplung ke arus yang tenang sambil bermain kereta-keretaan. Dan arus tersebut membawa kami ke suatu tempat yang sering dimanfaatkan untuk loncat indah dari ketinggian.

Tingginya kurang lebih 10 meter dan ketika melompat, ada suatu sensasi tersendiri seolah jantung berhenti berdetak untuk 1-2 detik. Dan tiba-tiba tubuh sudah berada di dalam air. SERU!!!

Dan ternyata lompatan spektakuler itu mengakhiri petualangan di Green Canyon. Karena beberapa saat kemudian, kami pun sampai di ujung lintasan. Dan perahu motor sudah menunggu kami untuk dijemput kembali ke basecamp. Di basecamp, kami membersihkan badan dan menikmati hidangan makan siang (yg kesorean) ala kadarnya yang sudah disiapkan tour leader kami. Setelah itu kembali ke penginapan dan beristirahat.

Keesokan harinya, kami menghabiskan hari terakhir di daerah Pangadaran untuk menikmati Pantai Pangadaran yang terkenal itu.

BERSAMBUNG…

Categories: Green Canyon-Pangadaran 2 | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: