MEMENANGKAN PERSAINGAN DI ERA KONSEPTUAL

Era sekarang disebut ERA KONSEPTUAL, yaitu zaman dimana hal yang paling dihargai adalah invosi, produktivitas, kreativitas. Zaman ini segala fasilitas sudah memadai, semua serba gampang, dan otomatis persaingan untuk hidup makin ketat.

rightbrain

Bagi orang-orang yg terjebak diantara perubahan zaman (lahir thn 70-80an), maka zaman konseptual ini merupakan zaman paling kejam dan keras yg tidak mudah untuk dimengerti. Kenapa demikian? Karena sebagian besar org yg lahir di thn 70-80an dididik sejak kecil dengan metode zaman industri, yaitu kerja keras dan kerja rajin.

Jika di zaman kakek-nenek bahkan orang tua kita, mereka bisa sukses dengan kerja rajin dan kerja keras, maka di era ini kita semua hanya bisa bertahan hidup. Orang-orang yg dewasa di era perubahan zaman dan kurang mengikuti trend informasi akan heran dan kebingungan dengan banyaknya miliarder muda, dan menganggap mereka jadi kaya raya krn faktor warisan. Sebagian mungkin iya, tapi banyak yang bukan.

Oke, cukup disitu saja latar belakang era konseptual ini. Sekarang kita beralih ke pokok pembahasan utama.

Tadi pagi, teman saya membagikan sebuah artikel bagus melalui facebook dia. Artikel tsb diambil dari internet:
http://pandodaily.com/2013/01/09/young-people-are-screwed-heres-how-to-survive/

Artikel tersebut ditulis dengan sederhana namun intinya sangat mengena dengan era konseptual ini. Pada kesempatan kali ini, saya hanya sekedar MENYADUR artikel diatas dan menulis ulang dengan kata-kata sendiri sesuai dengan apa yang saya pahami dari artikel tersebut.

Artikel tersebut menceritakan kondisi zaman sekarang, ketika terjadi resesi berantai yang menimpa negara-negara maju. Mulai dari masalah resesi ekonomi di amerika, defisit anggaran akibat perang, sampai kredit macet di Uni Eropa. Sedangkan biaya hidup makin tinggi.

Jika anda seorang lulusan sarjana, pekerja keras, rajin, dan berkelakuan baik, maka perusahaan kemungkinan besar akan mempekerjakan anda. Namun di saat resesi global sekarang, posisi dan gaji yang ditawarkan mungkin tidak sesuai dengan harapan anda. Sekedar utk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan berhemat masih bisa cukup, tapi untuk berkembang, belum tentu. Apakah anda akan menerimanya?

Sebagian besar orang pasti akan menerimanya daripada menjadi pengangguran.

Tapi disitulah jebakan era konseptual ini. Anda kemudian akan dimanjakan dengan berbagai kemudahan dan rutinitas yg teratur krn perusahaan tau diluar sana masih banyak lulusan sarjana yg mau mengisi lowongan anda. Dan yang lebih parah, anda tidak diangkat jadi karyawan tetap, melainkan hanya sistem kontrak atau yg lebih populer disebut outsourcing.

Outsourcing ini lagi ngetrend karena zaman sekarang banyak sekali lulusan sarjana tapi tidak berkualitas dan tidak bertanggung jawab. Maka sistem outsourcing merupakan cara paling aman bagi perusahaan dlm mempekerjakan pegawai. Jika pegawai tidak sesuai ketentuan, maka kontrak bisa diputus setiap saat.

Anda sekarang menjadi ROBOT. Dan itulah produk dari sistem pendidikan di era perubahan zaman ini.

Namun kabar baiknya, di dunia ini masih banyak MENTOR yang bersedia mengajarkan cara untuk keluar dari situasi semacam itu. Salah satunya orang yg menuliskan artikel diatas. Sebenarnya ada 4 point, tapi saya sederhanakan saja jadi 3 poin.

1. SETIAP ORANG ADALAH WIRAUSAHA
Anda setuju atau tidak, namun itulah kenyataan sekarang. Dengan sistem outsourcing, setiap pegawai sebenarnya seorang wirausaha yg menjual waktu dan keahlian kepada perusahaan tempat dia mangkal.

Apa yang membuat seorang customer bisa loyal thd seorang wirausaha, yaitu wirausaha itu harus bisa memberikan NILAI TAMBAH terhadap produk yang dijualnya.

Maka dari itu dibutuhkan sedikit kreativitas supaya anda bisa memberikan nilai tambah kepada produk yg anda jual. Misalnya jika pekerjaan anda sebagai akunting, jangan fokus pada kerjaan akunting saja, anda bisa mulai PEDULI dengan kerjaan lain yang sebenarnya bukan kerjaan anda. Misalnya yang paling sederhana merapikan ruangan kerja sebelum pulang kantor.

Dan setiap wirausaha yang kreatif, mereka tidak terjebak dalam rutinitas. Lakukanlah hal yang berbeda setiap hari. Berikan nilai tambah yang berbeda setiap hari.

2. BERGAUL DENGAN TEMAN DAN ORANG SUKSES
Jika di zaman dulu kenal banyak orang bisa membantu anda sukses, maka zaman sekarang anda cukup kenal beberapa orang saja yang sudah sukses. Sering-seringlah bergaul dengan mereka, bukan untuk mendapat kecipratan sukses seperti parasit yg menunggu proyek, malainkan untuk BELAJAR TINDAKAN MEREKA SEHARI-HARI sebagai orang sukses.

Simple…memang hanya begitu saja. Kesuksesan tidak diperoleh dalam waktu sekejab, tapi melalui proses. Dan dlm proses yg panjang itu kita butuh orang yang menginspirasi, yaitu teman-teman yang sukses. Dan pastikan teman-teman anda itu orang yang ambisius…it’s good for you.

3. ABAIKAN NASEHAT ORANG TUA
Mengabaikan nasehat ini bukan dalam konotasi negatif tidak peduli atau tidak menghormati orang tua. Sama sekali bukan, melainkan orang tua anda sudah tidak mengerti dunia anda lagi. Dan sebagai seorang anak, kita tetap harus peduli dan menghormati orang tua.

Point ke-3 ini masih berhubungan dengan poin ke-2 diatas. Cara paling gampang untuk mencari teman adalah melalui lingkungan sekolah.

Orang tua mungkin akan memaksa anaknya untuk belajar yang rajin, berprestasi, matematika dapat nilai 100 dan mendapat rangking 5 besar. Itu memang hal yang baik, tapi bukan keharusan. Yang harus dilakukan di sekolah adalah mencari teman sebanyak mungkin, entah itu teman yang nakal maupun yang alim. Sekarang nakal belum tentu nanti tetap nakal, sekarang alim belum tentu alim selamanya.

Tapi sebagian besar yang baca artikel ini sudah melewati proses bangku sekolahan, maka poin ke-3 ini lebih cocok untuk dibagikan kepada generasi yg masih sekolah.

Inti dari poin 3 ini adalah, kita harus memanfaatkan lingkungan kita untuk mencari teman dan relasi. Sering-seringlah berkomunikasi, rendah hati, dan jangan meremehkan orang lain.

Demikian sharing artikel kali ini, semoga berguna. CIA YOO!!!

Categories: Mengenali Potensi Diri di Era Baru | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: