Insiden Buka Pintu Darurat Lion Air JT-775

Tulisan ini sebenarnya sudah telat saya rilis, namun sebagai suatu pengalaman pribadi saya sebagai penulis, dan penalaman ini sangat menarik, saya merasa perlu menyampaikan informasi ini dari sisi seorang penumpang pesawat yang turut mengalami insiden JT-775 tersebut. Seumur hidup, saya juga baru kali ini mengalami pintu darurat pesawat dibuka.

Kejadian ini terjadi pada tanggal 30 Sept 2013, di bandara Sam Ratulangi, Manado, sekitar pukul 11.30 WITA. Kejadian ini juga sudah diliput oleh berbagai media, sehingga jika saya menuliskan sesuatu, pembaca bisa cross check dengan artikel di media-media lain. Mudah-mudahan tulisan saya ini tidak melanggar Undang-Undang ITE.

Begini kronologi kejadian yang saya alami sendiri…

1. KERUSAKAN PESAWAT UTK PENERBANGAN JT-771
Pada tanggal tersebut, saya baru selesai melakukan survey bisnis di Manado hendak kembali ke Jakarta, menggunakan pesawat Lion Air JT-775, menurut jadwal berangkat jam 10.00 WITA. Saya sampai di bandara Sam Ratulangi pukul 08.00 WITA, dan saat itu saya melihat ada sedikit keributan di kantor Lion Air setempat. Rupanya ada delay pesawat Lion Air menuju Jakarta, dengan nomor penerbangan JT-771, yang dijadwalkan berangkat 06.15 tapi sampai jam 08.00 belum ada kejelasan keberangkatan.

Setelah saya bertanya-tanya dengan penumpang lain, rupanya ada kendala di pesawat yang akan dipakai untuk penerbangan JT-771. Pesawat tersebut sudah terparkir di bandara sejak pagi/semalam.

Dan kemudian pada pukul 09.00 WITA, ada pesawat yang baru mendarat di Sam Ratulangi, seharusnya pesawat itu digunakan untuk penerbangan JT-775, karena saya melihat di papan keberangkatan pada Gate 1 tertulis JT-775 (pukul 09.30 WITA). Namun karena ada kendala di pesawat yang akan dipakai JT-771, maka pesawat itu sebagai penggantinya.

Maka pada jam 09.30 penumpang JT-771 melakukan boarding ke pesawat yang baru datang tersebut, dan mereka terbang lah ke Jakarta sekitar pukul 10.00 WITA. Dengan kata lain mereka mengalami delay hampir 4 jam.

2. PENUMPANG JT-775 DIALIHKAN KE PESAWAT UTK PENERBANGAN JT-771
Sekitar jam 10.15 WITA, kami para penumpang JT-775 dipanggil untuk ke ruang tunggu melalui pintu Gate 2. Dan sekitar jam 10.45 WITA, kami semua mulai masuk masuk ke dalam pesawat.

Saat pertama memasuki pesawat, memang terasa panas sekali, bahkan pramugarinya juga keringatan sambil kipas-kipas dan berusaha tersenyum menyapa setiap penumpang yg naik. Saya masih sempat menggoda pramugarinya “mbak, kalo panas bajunya dibuka dikit lagi aja, nanti saya bantu kipasin”

Singkat cerita, semua penumpang sudah masuk kedalam pesawat dan semua merasa kepanasan. Saya sendiri duduk kepanasan tapi dengan cuek saya sambil membaca novel thriller baru karya Dan Brown yg berjudul “INFERNO”, sambil kipas-kipas menggunakan kartu petunjuk keselamatan.

Saluran udara di dalam pesawat hanya mengeluarkan angin kecil saja, tapi suasana dalam kapal tetap panas. Beberapa penumpang mulai protes kepanasan, dan saya tetap senyum saja, sambil nyeletuk “INI PENGALAMAN SAUNA DI PESAWAT!!”. Kemudian pramugari dari depan berjalan membagikan tisu untuk penumpang buat ngelap keringat yang mulai bercucuran.

3. PINTU PESAWAT DITUTUP, PENUMPANG MULAI PANIK, PILOT DIAM SAJA
Kurang lebih 20 menit didera kepanasan dalam pesawat, kemudian pintu masuk pesawat mulai ditutup. Tapi keadaan dalam pesawat tidak membaik, malah semakin parah. Selain kepanasan rupanya dalam kabin pesawat juga mulai kekurangan oksigen. Beberapa orang mulai panik, dan mulai terdengar info bahwa pesawat tsb sudah parkir sejak pagi dan mengalami kerusakan.

Maka banyak orang menjadi panik, karena mengingat penerbangan Manado-Jakarta akan ditempuh dalam waktu 3.5 jam. Penumpang mulai membayangkan apa jadinya kalo tetap panas dan kurang udara dalam kabin pesawat. Maka beberapa penumpang inisiatif maju ke pintu kokpit dan gedor-gedor pintu, untuk minta turun dan hendak ganti pesawat.

Pramugari berusaha menenangkan penumpang agar kembali ke tempat duduk krn pesawat sebentar lagi hendak terbang, tapi penumpang sudah terlanjur panik dan makin banyak orang yang gedor-gedor pintu untuk minta diturunkan dan ganti pesawat.

Tapi pilot dan awak kabin tidak menghiraukan sama sekali pintu kokpit yang digedor dengan keras itu, pramugari juga tidak berusaha untuk menghubungi pilot agar memberikan pengumuman atau menenangkan penumpang yang mulai panik.

4. PENUMPANG PANIK DAN KETAKUTAN, PINTU DARURAT DIBUKA
Setelah pintu pesawat tertutup, makin banyak penumpang yang mulai merasa sesak napas, ada satu bapak-bapak yang terlihat pucat HAMPIR PINGSAN sesak napas. Lalu banyak penumpang yang mulai berdiri, ada yang mulai menelpon, ada yang membuka bagasi kabin dan mengeluarkan tas siap-siap turun pesawat. Pintu kokpit digedor-gedor dan penumpang berteriak histeris “BUKA PINTU!! KAMI MAU PINDAH!!”

Di saat KONDISI YANG KACAU itu, banyak penumpang pada berdiri membuka bagasi dan mengambil tas, ada yang sambil telpon ke kerabat, pilot malah mengabaikan situasi tsb dan menjalankan pesawat untuk mengambil posisi take-off.

Maka penumpang yang di belakang karena KETAKUTAN DAN PANIK segera inisiatif untuk membuka pintu darurat dengan maksud hendak kabur dari pesawat daripada harus menanggung resiko keselamatan jika ikut terbang. Maka begitu satu pintu darurat dibuka, penumpang lain juga turut membuka pintu darurat lainnya dengan maksud memudahkan untuk kabur.

Saat itu juga pesawat dihentikan, dan kemudian pesawat ditarik kembali ke parkiran. Semua penumpang akhirnya diturunkan.

5. PENUMPANG MENGAMUK DI KANTOR LION AIR SAM RATULANGI
Bapak-bapak yang mengalami trauma sesak napas itu segera dilarikan ke ruang perawatan. Penumpang JT-775 kemudian berkumpul di depan kantor Lion Air, untuk meminta kejelasan ganti pesawat.

Bukannya memberikan solusi atau kejelasan, pihak Lion Air di bandara Sam Ratulangi malah memanggil polisi bandara dan mempermasalahkan penumpang yang membuka pintu darurat, dan mengancam akan diproses secara hukum. Kontan saja para penumpang JT-775 yang sekitar 180 orang menjadi marah dan ngamuk-ngamuk terhadap staff Lion Air di bandara.

Kemudian staff Lion Air itu segera pergi karena takut menjadi sasaran amuk penumpang yang sudah panik dan mengalami trauma, bahkan kantor Lion Air sampai tidak ada seorangpun. Seorang ibu yang membawa bayi sampai menangis, karena diperlakukan seperti itu oleh pihak Lion Air. BUKANNYA PENUMPANG DITENANGKAN DAN DIBERIKAN SOLUSI, MALAH PENUMPANG DIANCAM PIHAK LION AIR YANG MEMPERMASALAHKAN PINTU DARURAT DIBUKA. Polisi bandara mengatakan tidak akan memproses atau memperpanjang masalah.

Beberapa saat kemudian, kepala bandara Sam Ratulangi datang bersama pihak Lion Air untuk menjadi penengah dan mencarikan solusi. Saat itu juga kebetulan wartawan pun mulai datang dan meliput kejadian luar biasa itu, dan yang pertama kali update berita sepertinya detikcom dan vivanews.

6. NEGOSIASI DENGAN LION AIR PUSAT
Pihak Lion Air di bandara Sam Ratulangi kemudian menghubungi pusat operasional untuk mendapatkan solusi. Kurang lebih 1 jam kemudian, baru mendapatkan kejelasan. Sekitar jam 14.00 WITA ada pesawat yang datang dari Makasar, dan pesawat itu yang akan dipergunakan penumpang JT-775 untuk ke Jakarta.

Sedangkan penumpang lain lagi dengan nomor JT-777 dengan tujuan Manado-Makasar-Jakarta yang harusnya berangkat jam 14.30, entah bagaimana nasibnya. Karena seharusnya pesawat itu yang mereka pakai.

Maka sekitar jam 14.30 penumpang JT-775 mulai dipanggil masuk ke ruang tunggu melalui Gate 2. Dan sekitar jam 15.30 baru masuk ke dalam pesawat. Kali ini pesawatnya sudah sejuk karena AC sudah berfungsi sebagaimana mestinya, barangkali sudah dicek dan dipastikan agar tidak terulang kejadian serupa.

7. DELAY PENERBANGAN
Walaupun sudah memasuki pesawat selama 30 menit, tapi belum ada tanda-tanda pesawat akan diberangkatkan. Beberapa saat kemudian, rupanya awak pesawat membagikan Nasi Padang dan sebotol air minum untuk para penumpang di pesawat.

Pesawat mengalami delay rupanya ada beberapa penumpang yang masih di kantor Lion Air dan menuntut kompensasi keterlambatan penerbangan (terlambat 4 jam, ada uang kompensasi 300rb). Namun karena kelamaan jika diurus satu persatu, maka staff Lion Air bandara Sam Ratulangi meminta penumpang masuk ke dalam pesawat, dan form kompensasi keterlambatan akan dibagikan di dalam pesawat.

Dan pada pukul 17.30 WITA, barulah pesawat terbang menuju Jakarta. Dan akhirnya sampai di Jakarta pada pukul 20.00 WIB. Dan kami semua menyerahkan form kompensasi keterlamatan di kantor Lion Air Soekarno-Hatta. Menurut keterangan, uang kompensasi akan ditransferkan melalui bank, dalam 14 hari kerja. Menerima atau tidak, saya juga tidak terlalu peduli, yang penting saya sudah selamat sampai Jakarta, dan mendapatkan suatu pengalaman.

Demikian pengalaman menarik yang saya alami dalam penerbangan Lion Air JT-775. Mudah-mudahan cukup sekali seumur hidup dengan kejadian semacam ini. Dari insiden ini, kita bisa mengambil hikmah, yaitu harus tetap tenang menghadapi kepanikan. Dan jika berkerja di bidang jasa, maka kita harus lebih tanggap terhadap keluhan pelanggan, bukan cuek saja seperti yang terjadi pada pilot pesawat Lion Air pada penerbangan JT-775 ini.

– Tito Zheng –
Penulis Amatiran
Yang turut terjebak dalam insiden Pintu Darurat Dibuka di penerbangan JT-775

Categories: Insiden Buka Pintu Darurat Lion Air JT-775 | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Insiden Buka Pintu Darurat Lion Air JT-775

  1. indonesia yak.
    wajar, biasa dan nggak mengagetkan
    begitupun tidak ada aparat pemerintah yang merasa bertanggung jawab kan???
    alasannya: tidak ada kewenangan, klise, senjata pemunah massal…
    herannya rakyat indonesia diem aje yak dipajakin segila2nya tanpa pelayanan dan pemihakan selayaknya “diluar negeri”
    he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: