HOKI, HONGSUI, dan HOPENG

Kita mungkin sudah sering mendengar motivator kesuksesan berbicara atau bahkan sudah bosan membaca berbagai buku motivasi tentang kesuksesan. Dan meskipun sudah mengikuti saran dari motivator dan buku-buku, ternyata hidup kita ya masih gitu-gitu saja.

KENAPA?
Apa yang disampaikan para motivator dan juga tulisan di buku-buku pengembangan kepribadian, pada dasarnya memang BENAR. Jika kita mengikuti saran mereka, minimal mindset kita sudah berada di jalan yang BENAR. Tapi mindset yang benar belum cukup untuk mengantarkan seseorang menjadi sukses. Maka dari itu kita sering melihat orang yang rajin, ulet, dan pintar tapi rejekinya begitu-begitu saja. Tapi ada orang yang biasa-biasa saja malah rejekinya berlimpah bagaikan air bah yang tidak bisa dibendung.

Jika kita mau meluangkan sedikit waktu untuk ngobrol bersama orang sukses, atau minimal membaca biografi mereka, maka bisa disimpulkan 3 faktor yang membuat mereka sukses, yaitu HOKI, HONGSUI, dan HOPENG.

Orang yang bodoh pada umumnya kalah dengan orang yang pintar. Tapi orang yang pintar, bisa dikalahkan oleh orang bodoh yang bernasib baik.

Ketika seorang pintar bernasib baik, maka hanya langit lah yang menjadi batas kesuksesan/rejeki nya.

HOKI
Hoki merupakan dialek tionghua suku hokien, yang secara harafiah berarti HAWA MUJUR atau lebih dikenal dengan sebutan keberuntungan. Kita tidak bisa mengendalikan hoki, karena hoki ini datang begitu saja pada saat tertentu. Saya lebih suka mendefinisikan hoki sebagai BERADA DI SAAT YANG TEPAT.

mzW8FoAkU8nkcFwBy61Ed6g

Kapan itu saat yang tepat?
Bisa ketika lahir di dunia, lahir dari keluarga kaya, keluarga pejabat atau sejenisnya. Bisa juga ketika kita melakukan aktivitas pada saat yang tepat. Contoh sederhana kita MELEMPAR DADU, ada peluang tertentu hoki kita datang dan muncul angka dadu 6 berturut-turut.

Kalo kita tidak dilahirkan di keluarga yang sudah sukses dan berkelimpahan rejeki, maka yang bisa kita lakukan adalah TERUS PERSISTEN melemparkan dadu, suatu saat mata dadu 6 akan muncul berturut-turut, minimal sekali dalam seumur hidup. Dan ketika hoki kita datang, rejeki akan datang seperti air bah yang tidak bisa kita bendung.

Kita boleh saja rajin sembahyang, berdoa, memasang berbagai jimat keberuntungan, tapi perlu diingat bahwa semua itu hanya sebagai SUGESTI/MOTIVASI saja bahwa kita memiliki PERSISTENSI untuk terus berusaha dan mengharapkan hoki itu datang. Tapi bukan hal-hal itu yang membuat kita hoki, karena hoki itu faktor yang diluar kendali kita seorang diri.

Ada pepatah mengatakan “berkat tuhan yang menjadikan kita kaya, bukan menambahkan susah payah untuk mendapatkannya”.

HONGSUI
Hongsui juga merupakan dialek tionghua suku hokien, lebih dikenal dengan sebutan FENG SHUI, yang secara harafiah berarti angin dan air. Dlm sehari-hari kita mengenal hongsui sebagai ilmu tata letak.

Feng-Shui-Remedis-e1360538276283

Ada orang yang buka usaha di tempat ramai, walaupun barang dagangannya biasa saja, tapi dia setiap hari memperoleh rejeki bagaikan air bah yang terus menghantam tanpa bisa dibendung. Bahkan untuk istirahat sejenak buat makan siang saja susah karena harus terus melayani pembeli yang datang.

Tapi ada anehnya juga, ada orang yang walaupun sudah dagang di tempat ramai tapi tokonya sepi saja. Padahal barang dagangan dia bagus, murah, pelayanan di toko baik, toko terang. Ini disebut hongsui nya tidak cocok dengan orang yang punya usaha. Memang aneh, tapi nyata. Saya sendiri berusaha mencari penjelasan untuk hal ini, tapi sampai sekarang belum ketemu. Barangkali ada benarnya kata pepatah: “hidup ini bukan soal mencari jawaban atas segala sesuatu, tapi soal memberikan pertanyaan yang tepat”.

Untuk itu, orang kemudian pergi bertanya kepada ahli hongsui untuk mengubah tata letak toko, memasang spanduk, atau bahkan pindah tempat usaha ke tempat yang hongsui nya lebih bagus. Dan biasanya pindah tempat ke lokasi yang hongsui bagus biayanya akan sangat mahal, dan belum tentu akan ramai sesuai yang diharapkan.

Jenis usaha yang dijalankan juga berhubungan dengan hongsui. Ada orang yang gonta-ganti usaha, sampai suatu ketika mendapatkan bidang usaha yang cocok, dan hanya langit lah yang menjadi batasan rejekinya. Jenis kesuksesan yang dipengaruhi faktor ini juga diluar kendali kita. Ibaratnya kita sedang mencangkul di sawah ladang, tau-tau datang orang yang menawari sawah ladang kita dengan harga tinggi karena akan dijadikan jalur pembebasan untuk membangun jalan tol.

HOPENG
Hopeng juga merupakan dialek tionghua suku hokien, yang secara harafiah berarti TEMAN BAIK alias sahabat. Tapi hopeng yang dimaksudkan disini adalah lingkungan pergaulan.

buddy

Dari 3 faktor diatas, faktor yang satu ini yang paling bisa kita kendalikan. Bagaimana caranya?Faktor yang satu ini yang paling sering disuarakan oleh para motivator dan buku-buku motivasi. Yaitu dengan mengubah mindset kita dan mengembangkan sikap orang sukses.

Asal kita punya sikap yang rajin dan jujur, ketika suatu diperlukan orang-orang di sekeliling kita, dan kita akan sukses dengan “MENJUAL DIRI”. Apalagi kalo kita punya keahlian atau kepintaran khusus, maka ketika bertemu dengan kawan yang tepat, rejeki kita akan datang bagai air bah, dan hanya langit yang menjadi batasannya.

Contohnya adalah para konglomerat yang dekat dengan penguasa. Bukan bermaksud mengajarkan kolusi dan nepotisme, tapi dalam dunia nyata, tentu kita lebih mengutamakan orang-orang dekat untuk dipercayakan untuk mengurus suatu proyek. Apalagi sama-sama menguntungkan.

Orang teochew berkata “tau heng su peng heng”, artinya kepintaran/keahlian kalah oleh sikap baik.

Categories: HOKI, HONGSUI, dan HOPENG | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: