Malaikat Bernama Dobri Dobrev

Kalo mendengar nama Mother Theresa, dari India saya yakin sebagian besar orang di dunia sudah tau. Bagaimana dengan Grandpa Dobri (kakek Dobri) dari Bulgaria?

Beliau adalah kakek yang baik hati, yang menghabiskan sisa hidup masa tuanya dengan membantu tempat ibadah dan panti asuhan. Yang beliau lakukan adalah mengumpulkan donasi recehan dari orang yang tergerak hatinya untuk membantu sesama, kemudia semua uang receh yang dia kumpulkan disumbangkan semuanya untuk tempat ibadah dan anak-anak yatim piatu.

Menurut cerita orang setempat, desa Baylovo, Kakek Dobri sudah melakukan rutinitas mengumpulkan donasi ini selama sepuluhan tahun. Setiap hari dia berangkat dari desa tempat tinggalnya ke kota Sofia yang berjarak 25km, untuk mengumpulkan donasi di jalan-jalan atau depan gereja.

http://en.wikipedia.org/wiki/Dobri_Dobrev

Bagi orang-orang Bulgaria, Kakek Dobri dikenal sebagai Santo (orang kudus) dari Baylovo. Tidak sepersenpun uang donasi yang dia kumpulkan dipakai untuk dirinya sendiri, semuanya disumbangkan untuk gereja dan anak-anak yatim. Dalam sebuah catatan donatur di Gereja Katedral Alexander Nevsky, Kakek Dobri pernah menyumbangkan uang sebesar 20.000 euro (sekitar Rp 270 juta) pada tahun 2009, sebuah sumbangan yang besar sekali, melebihi sumbangan kaum industrialis dan para politikus yang bersuara nyaring “demi rakyat”.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Kakek Dobri hanya bergantung pada uang pensiun sebesar 80 euro/bln, atau sekitar Rp 1.1 juta. Kadang kala ada orang yang tergerak hatinya memberikan roti, makanan, dan pakaian layak untuk Kakek Dobri.

Cerita tentang pengabdian Kakek Dobri ini sangat kontras dengan para pimpinan gereja yang sibuk memperkaya diri sendiri. Sampai-sampai harus dibuat suatu sindirian “Apabila seorang pastor (gembala) lebih makmur dari orang-orang yang dilayaninya, maka kita harusnya bertanya: apakah gembala itu melayani kita atau kita yang melayani dia?”

Tanpa bermaksud mempromosikan atau menjelekan agama atau golongan tertentu, dalam Kitab Suci agama nasrani ada diceritakan tentang janda miskin yang mendonasikan sebagian besar miliknya untuk tempat ibadah. Inti ceritanya, ketika dalam suatu ibadah, ada seorang janda miskin datang ke tempat ibadah untuk memberikan persembahan. Tapi nilai persembahannya sangat kecil dan tidak berarti sama sekali, tapi Yesus malah memuji tindakan Janda Miskin itu karena dia bukan memberikan persembahan dari kelebihan, melainkan memberikan persembahan dari kekurangannya.

Dalam cerita lainnya juga, ada diceritakan tentang orang kaya yang bertanya kepada Yesus mengenai bagaimana cara masuk surga. Dengan sederhana Yesus mengatakan: dengan berbuat baik. Dan orang kaya itu sudah melakukannya. Yesus kemudian menambahkan: juallah kekayaanmu dan berikan kepada fakir miskin, kemudian ikuti jalan hidupnya. Dan orang kaya itu hanya bisa tertunduk pergi.

Dibandingkan dengan pemuka-pemuka agama yang hidup nyaman dengan segala kemewahan duniawi, Kakek Dobri sudah memberikan teladan yang tepat. Pada tahun 2000, beliau sudah menjual segala miliknya dan menyumbangkan ke gereja. Kemudian hidup sederhana dan mengumpulkan donasi bagi gereja dan orang-orang yang membutuhkan.

Categories: INSPIRATIONAL STORY, Malaikat Bernama Dobri Dobrev | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: