Begini Caranya Memperoleh $650 Dalam 2 Jam Hanya Bermodal Awal $5

Judul artikel kali ini sangat provokatif, kelihatan seperti suatu penawaran dari skema money game, MLM, atau bahkan mungkin ada mengira ini pekerjaan menjadi agen judi, narkoba, prostitusi dan sejenisnya. Tapi kejadian ini beneran pekerjaan legal, pernah terjadi dalam suatu proyek Mahasiswa di Stanford, California, dengan menjalankan bisnis konvensional. Silahkan disimak dan ditiru jika memang memungkinkan.

07

Tina Sellig (Direktur Eksekutif dari Stanford Technology Venture Program) dalam suatu sesi kuliah, memberikan pertanyaan “Berapa banyak penghasilan yang bisa Anda peroleh dalam waktu 2 jam, dengan modal $5?”. Hasil dari proyek ini luar biasa, rata-rata mahasiswa menghasilkan $200 dari modal awal $5 tersebut. Begini kejadiannya.

Proyek ini dikerjakan dalam teamwork, kelas itu dibagi menjadi 14 kelompok (tidak disebutkan berapa orang). Masing-masing kelompok diberikan sebuah amplop tertutup yang berisi $5. Aturan mainnya :
#1. Jika amplop sudah dibuka, maka dalam waktu 2 jam harus menghasilkan uang sebanyak mungkin
#2. Sebelum membuka amplop, boleh gunakan waktu dari hari Rabu sampai Minggu untuk memikirkan caranya

Ketika mempresentasikan selama 3 menit hasilnya di hari senin. Dan ada 1 kelompok yang membuat seisi kelas terpukau. Kelompok itu menghasilkan $650. Apa yang mereka lakukan?

Ada satu kelompok mengamati permasalahan umum yang ditemui di kota pelajar seperti Stanford. yaitu antrian panjang di restoran menjelang Sabtu malam (malam minggu). Kelompok itu memutuskan untuk membantu orang-orang yang tidak mau antri dengan membuat suatu sistem reservasi pada beberapa restoran terkenal.

Anggota kelompok pria, terlebih dahulu membuat reservasi di beberapa restoran, sedangkan anggota kelompok yang wanita yang melakukan penjualan nomor reservasi kepada orang-orang yang malas antri. Dari hasil pengamatan mereka, orang lebih nyaman didekati oleh wanita muda sebagai penjual daripada oleh pria. Dan hasil pengamatan lain, orang lebih nyaman untuk membeli sesuatu yang terlihat fisik (misalnya nomor reservasi) daripada sekedar jasa reservasi.

Tapi, BUKAN KELOMPOK INI yang menghasilkan $650 tersebut.

Ada kelompok lagi yang melakukan dengan cara yang lebih sederhana. Mereka menyediakan jasa memeriksa tekanan ban kendaraan dan sekalian mengisi angin seharga $1. Jasa semacam ini sebenarnya bisa diperoleh secara gratis dengan cara mengunjungi pom bensin terdekat. Di 1 jam pertama, hasil yang diperoleh kurang memuaskan. Karena sudah terlanjur menyediakan jasa mengecek tekanan ban, mereka akhirnya tidak memasang tarif lagi dan menerima sumbangan sukarela. Dan hasilnya, justru penghasilan mereka berlipat-lipat.

Tapi, BUKAN KELOMPOK INI juga yang menghasilkan $650 tersebut.

Kelompok yang menghasilkan $650 adalah kelompok yang tidak menghasilkan uang sama sekali dalam periode waktu yang ditetapkan, bahkan mereka tidak membuka amlop itu sama sekali. Apa yang mereka lakukan? Mereka tetap menyajikan presentasi 3 menit seperti lainnya, tapi isi presentasi itu garis besarnya: “Mereka berniat menjual presentasi briliant teman-teman kelasnya ke perusahaan yang membutuhkan mahasiwa-mahasiswa briliant di perusahaannya”.

Dan ide presentasi mreka kemudian bernilai $650.

Kelompok ini mengamati sumber daya yang ada di sekitarnya, tidak berfokus pada modal awal $5 maupun waktu 2 jam yang ditetapkan. Mereka menyadari bahwa aset paling berharga adalah teman-teman mereka sendiri, dan presentasi kelas 3 menit yang disajikan oleh teman-teman mereka. Dimana teman-teman mereka itu tidak menyadari bahwa aset paling berharga adalah diri mereka sendiri, dan mereka hanya menunggu untuk “ditambang”.

Dari kisah Tina Sellig ini, ada beberapa pelajaran berharga yang bisa kita tanyakan ke diri sendiri :
#1. Tidak berfokus pada jumlah uang. Karena fokus pada uang modal, hanya mempersempit sudut pandang dan pola pikiran.
#2. Mengubah permasalahan menjadi: “Apa yang bisa kita hasilkan, apa value yang bisa kita jual, jika tidak memiliki uang sama sekali?”.
#3. Memaximalkan kemampuan pribadi: meningkatkan observasi (mengamati kebutuhan), menitik beratkan pada bakat pribadi, dan membuka kreativitas masing-masing untuk menyelesaikan masalah. Dimana masalah ini biasanya sudah sering dijumpai, tapi selama ini tidak pernah dipikirkan solusinya.

Kekayaan bukan soal berapa jumlah uang yang Kita miliki, melainkan apa yang kita miliki jika kita tidak memiliki uang sama sekali.

Categories: 05 - Maximalkan Penghasilan | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: