Pria Ini Tidak Bisa Menyetir, Tapi Memiliki Orderan 11 Juta Mobil Sewaan Perhari

Indonesia memiliki GO-JEK, Amerika punya UBER, maka China punya DIDI CHUXING. Pendiri Didi Chuxing ternyata seorang anak muda, bernama Cheng Wei yang memulai merintis perusahaan transportasi online sejak berusia 29 tahun pada tahun 2012. Dalam tempo waktu 4 tahun, perusahaan yang dirintisnya itu memiliki nilai sebesar USD 20 Miliar (sekitar 260 Triliun Rupiah), setelah Apple melakukan investasi ke perusahaannya.

Cheng Wei

Grup Konglomerat Lippo untuk mencapai nilai sebesar 50 Triliun saja membutuhkan waktu puluhan tahun. Lalu apa kisah inspirasi di Cheng Wei yang bisa kita pelajari untuk mengikuti jejak suksesnya.

PERTAMA – Memulai Untuk Menghasilkan, Ketika Sedang Belajar

Di awal usia 20 tahun, Cheng Wei memulai karirnya dengan bekerja selama 7 tahun di perusahaan Alibaba. Awalnya dia memulai karir di bagian Sales, kemudian Alipay (paypal nya Alibaba). Dengan pengalaman 7 tahun di perusahaan teknologi seperti Alibaba, maka dia bisa mendirikan perusahaan yang sekarang sekelas Uber.

Meskipun perusahaannya sudah melayani jutaan orderan mobil perhari, Cheng Wei masih belum bisa menyetir. Tapi menurutnya itu justru suatu keuntungan, karena dia kemana-mana juga menggunakan jasa perusahaannya dan dia bisa terus mengevaluasi kekurangan-kekurangan sistem.

KEDUA – Jadi Perantara Para Raksasa

Cheng Wei bercerita, awal mula mendirikan perusahaan tidaklah gampang. Dia harus berhadapan dengan berbagai competitor yang sadis, berbagai regulasi pemerintah, berhadapan dengan para pemain besar yang sudah ada, bahkan harus berhadapan dengan berbagai media yang gencar memberitakan isu-isu di internet.

Setelah beberapa tahun bergulat dengan competitor dan regulasi pemerintah, pada tahun 2015 Cheng Wei berhasil melakukan merger perusahaannya (Didi Dache) dengan perusahaan competitor Kuaidi Dache. Dan menjadikan perusahaan gabungan itu senilai USD 6 Miliar. Merger dua perusahaan ini juga membawa 2 perusahaan teknologi raksasa China untuk bergabung, Alibaba dan Baidu. Cara ini otomatis menghilangkan competitor dan mencegah potensi competitor lain muncul

“Mendekatlah ke teman-temanmu, dan merapatlah ke lawan-lawanmu”

KETIGA – Tetap Fokus

Sekarang, Didi Chungxi menguasai 99% pasar taxi online dan 87% pasar mobil sewaan. Didi beroperasi di 400 kota di China, sedangkan Uber hanya mampu 45 kota. Maka dari itu, Apple tertarik untuk melakukan investasi sebesar USD 1 Miliar ke perusahaan Didi Chungxi daripada ke Uber.

Didi bisa menguasai pasar karena mereka fokus hanya untuk melayani kebutuhan orang China, dan fokus pada tujuan memudahkan transportasi bagi orang China. Sedangkan misi jangka panjangnya adalah untuk membantu mengurangi polusi asap kendaraan di China.

Belajar dari kisah sukses Didi Chungxi, kita bisa ambil kesimpulan: “Tetap berada di gigi yang tepat, kecepatan yang tepat, dan waktu yang tepat. Maka Anda bisa melesat keluar dari berbagai kesulitan”

Categories: 06 - Tidak Ada Batas Kecepatan Untuk Sukses | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: